Pengoplosan Elpiji Bersubsidi di Gresik Beromzet Puluhan Juta/Bulan

Kompas.com - 01/02/2018, 20:04 WIB
Pelaku mempraktekkan aksi pengoplosan elpiji di hadapan petugas kepolisian dan wartawan. KOMPAS.com/HamzahPelaku mempraktekkan aksi pengoplosan elpiji di hadapan petugas kepolisian dan wartawan.
|
EditorReni Susanti

GRESIK, KOMPAS.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik Unit Tindak Pidana Ekonomi, mengungkap kejahatan pengoplosan elpiji bersubsidi yang dilakukan pelaku asal Surabaya. Omzet bisnis ini mencapai puluhan juta setiap bulan.

Pelaku atas nama Dimas Raka Santriya Anugrah (23), warga RT 7/RW 3 Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya, dan Aditya Rachman (26), warga RT 2/RW 4 Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

Mereka melakukan aksi tersebut di rumah yang mereka sewa di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Gresik.

KBO Satreskrim Polres Gresik Iptu Suparmin mengatakan, temuan ini berasal dari informasi masyarakat, bahwa ada pengoplosan gas elpiji yang dilakukan kedua pelaku. Gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dioplos ke dalam gas elpiji 12 kilogram yang non-subsidi.


"Begitu kita cek, ternyata benar. Kedua pelaku saat kita tangkap, kebetulan sedang menjalankan aksinya,” ujar KBO Satreskrim Polres Gresik Iptu Suparmin, Kamis (1/2/2018).

(Baca juga : Baru Empat Hari Operasi, Tempat Pengoplosan Elpiji Digerebek )

Kedua pelaku diamankan petugas kepolisian saat menjalankan aksinya, Selasa (30/1/2018). Saat itu keduanya tengah mengoplos elpiji 3 kilogram ke dalam tabung gas elpiji 12 kilogram.

Setiap hari, mereka mampu menghasilkan 13 tabung elpiji 12 kilogram. Elpiji tersebut mereka pasarkan di toko-toko kecil di wilayah Surabaya dan Gresik dengan harga di bawah standar.

“Menurut pengakuan kedua pelaku kepada petugas, usaha ini baru dilakukan November 2017," sahut Kanit Tindak Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Gresik, Iptu Turkan Badri.

"Setiap harinya rata-rata (mereka) mampu mengoplos 13 tabung elpiji 12 kilogram, yang mereka pasarkan dengan harga Rp 105.000. Padahal harga standarnya Rp135.000 per tabung, makanya banyak yang beli,” tambahnya.

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku biasa menggunakan bantuan air panas yang dituangkan ke tabung elpiji 3 kilogram. Tabung 3 kg ditempatkan lebih tinggi dibanding tabung 12 kilogram.

(Baca juga : Polres Singkawang Gerebek Ruko Penimbun Ratusan Tabung Elpiji 3 Kg)

Kedua tabung itu lantas dihubungkan melalui selang layaknya yang biasa dijumpai pada perangkat kompor gas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X