Kata Warga tentang Blusukan Dedi Mulyadi

Kompas.com - 30/01/2018, 15:56 WIB
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi, bersama warga mayoritas petani tebu di Desa Pasaleman, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jumat malam. KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHACalon Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi, bersama warga mayoritas petani tebu di Desa Pasaleman, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jumat malam.
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat, Dedi Mulyadi selama ini memiliki kebiasaan bertemu rakyat atau blusukan sejak menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta tahun 1999 silam.

Warga di daerahnya pun sudah tak asing jika mendengar pemimpinnya tersebut sering berkunjung ke tempat-tempat terpencil selama ini. Apalagi bupatinya sekarang telah menjadi salah satu kandidat di perhelatan Pilkada Jawa Barat.

“Saya sudah tak aneh lagi kalau Kang Dedi selalu blusukan keliling kampung, dari dulu sejak sebelum menjabat kepala daerah juga sudah sering bertemu dengan warga di Purwakarta,” jelas Dadang Suherman (56), salah seorang tokoh di Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Senin (30/1/2018).

“Apalagi sekarang Kang Dedi maju sebagai calon pemilihan gubernur, pasti semakin gencar berkunjung keliling Jawa Barat,” tambah dia.

Selain warga Purwakarta, Fahmi Muzaki (28), salah seorang warga Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku sudah mengenal sosok pemimpin Purwakarta itu sejak daerahnya dikunjungi pada tahun 2010 silam. Dedi sejak dulu selalu membawa grup seninya bernama Emka 9 berkeliling ke berbagai pelosok daerah di Jawa Barat.

“Saya tahu sejak dulu Pak Dedi selalu blusukan ke perkampungan. Kampung saya yang dekat dengan Gunung Galunggung sudah dikunjunginya beberapa tahun lalu. Kalau gak salah tepatnya tahun 2010,” ujar Fahmi.

Baca juga : Tangisan Pegawai Saat Dedi Mulyadi Pamit Mundur dari Jabatan Bupati

Fahmi pun mengenal kembali Dedi Mulyadi seusai ramai pemberitaan di media cetak, daring dan televisi beberapa tahun lalu.

"Pak Dedi dikenal sebagai budayawan Sunda yang memiliki jiwa sosial terhadap warga kampung yang kurang mampu,” tambahnya.

Ysunedi (52), tokoh masyarakat di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, mengaku selama ini ia selalu mengikuti pagelaran seni atau pengajian yang digelar Dedi di Cirebon. Menurutnya, Dedi kerap tampil di lokasi terpencil dan perkampungan.

“Bukan hanya di Cirebon saja ya, di daerah tetangga seperti Kuningan, Indramayu, Majalengka, acara Kang Dedi Mulyadi selalu berlokasi di perkampungan,” tandasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X