"Orang yang Memprovokasi Pedagang Ayam untuk Mogok Akan Ditindak"

Kompas.com - 19/01/2018, 13:15 WIB
Penjual ayam potong di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Harga ayam potong di wilayah Bandung Raya terus naik mencapai Rp 40.000 per kilogram. KOMPAS.com/Putra Prima Perdana.Penjual ayam potong di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Harga ayam potong di wilayah Bandung Raya terus naik mencapai Rp 40.000 per kilogram.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan, pihaknya bersama Satgas Pangan Polda Jawa Barat akan menekan harga ayam potong di wilayah Bandung Raya. 

Belakangan ini, harga ayam potong di Bandung Raya melonjak. Dari harga normal di bawah Rp 30.000 per kg, kini dijual di kisaran Rp 40.000 per kg.  

Upaya penurunan harga ayam potong ini dilakukan untuk meredam aksi mogok para pedagang ayam yang rencananya digelar hari ini hingga Minggu. Aksi mogok ini sebaiknya tidak dilakukan karena akan berimbas pada masyarakat.

Menurut Hening, Satgas Pangan dan Disperindag Provinsi Jabar akan terus memantau kondisi di lapangan. Jika masih ada pedagang ayam yang mogok, maka investigasi akan dilakukan.

"Kalau ditemukan ada yang memprovokasi dan mengintimidasi pedagang agar mogok, maka akan segera dilakukan penindakan oleh satuan Ditsersekrimsus Polda Jabar," kata Hening saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (19/1/2018).

(Baca juga : Kalau Sampai Senin Harga Ayam Tinggi, Kami Mogok Jualan )

Hening mengklaim, pihaknya bersama Satgas Pangan sudah mendekati broker pemasok ayam. Mereka meminta agar suplai dan distribusi ayam siap potong ke bandar hingga pedagang tetap lancar.

"Jadi kalau memang sampai dua hari ke depan tidak menjual yang akan mengalami kerugian adalah pedagang sendiri," tuturnya.

Berita sebelumnya, 

Tingginya harga ayam potong yang mencapai Rp 40.000 per kg, membuat Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) mengajak seluruh pedagang ayam potong mogok berjualan pada Jumat-Minggu (19-21 Januari 2018). 

Aksi tersebut belakangan dibatalkan Pesat melalui edaran resmi. Namun di lapangan, menurut Hening, masih ada pedagang yang tidak berjualan.

"Seharusnya, dengan resmi dibatalkan rencana aksi tersebut, maka tidak ada lagi instruksi untuk melanjutkan aksi tersebut," jelasnya.

(Baca juga : Harga Ayam Potong di Bandung Meroket )

Hening menduga masih adanya pedagang ayam yang tdak berjualan karena faktor inisiatif individu. Masing-masing pedagang memilih untuk istirahat karena lesunya penjualan akibat harga ayam yang relatif tinggi. 

"Faktor eksternal bisa menjadi penyebab juga," ucapnya.

Kompas TV Daging dan telur ayam terus melonjak harganya di pasaran.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Regional
Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Regional
Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Regional
Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Regional
Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

Regional
Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Regional
Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Regional
ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

Regional
Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Regional
Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolresta Tak Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolresta Tak Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Regional
Bupati Pangandaran Positif Covid-19 Setelah 'Swab' Ketiga

Bupati Pangandaran Positif Covid-19 Setelah "Swab" Ketiga

Regional
Kisah Nenek 80 Tahun yang Hidup Seorang Diri

Kisah Nenek 80 Tahun yang Hidup Seorang Diri

Regional
Seekor Anak Gajah Sumatera Kena Jerat Pemburu, Kakinya Infeksi

Seekor Anak Gajah Sumatera Kena Jerat Pemburu, Kakinya Infeksi

Regional
Dinkes Sragen Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Selesai 3 Hari

Dinkes Sragen Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Selesai 3 Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X