Padat Karya Menjerit hingga Ancaman PHK Besar-besaran di Karawang

Kompas.com - 26/11/2017, 13:29 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Pembangunan jalan tol layang sepanjang 36 kilometer yang akan membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat tersebut ditargetkan selesai pada 2019. ANTARA FOTO/Risky AndriantoPekerja menyelesaikan pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Pembangunan jalan tol layang sepanjang 36 kilometer yang akan membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat tersebut ditargetkan selesai pada 2019.
|
EditorAprillia Ika

KARAWANG,  KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Karawang diminta mempertahankan sektor padat karya. Hal ini menyusul naiknya upah minimum kabupaten Karawang menjadi Rp 3.919.291 dari sebelumnya Rp 3.605.272,  yang diprediksi akan menimbulkan gelombang PHK besar-besaran. 

General Manager (GM) PT Beesco Indonesia Asep Agustian mengungkapkan, tingginya upah di Karawang yang melebihi upah DKI Jakarta tidaklah logis. Terlebih enam tahun terakhir UMK selalu naik.

"Kalau tidak sanggup langsung close (tutup).  Kalau tiap tahun kenaikan seperti ini,  perusahaan akan gulung tikar," katanya.

Terlebih,  imbuhnya,  sektor padat karya juga menyerap lulusan SD dan SMP yang kebanyakan nonskill.

Di perusahaannya saja,  kata dia,  ada sekitar 6.000 karyawan yang 89 persennya merupakan warga lokal. Ia khawatir nantinya perekonomian warga satu kecamatan akan lumpuh jika pabrik terpaksa ditutup.

Baca juga: Naik Jadi Hampir Rp 4 Juta, UMK Karawang Tertinggi di Indonesia

Meski demikian,  kata dia,  pihaknya akan mengikuti peraturan pemerintah soal upah. Soal kenaikan upah sebesar 8,7 persen pun, pihaknya mengaku tidak akan menangguhkan upah. "Kami akan mengusahakan untuk para karyawan," tambahnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karawang Abdul Syukur membenarkan potensi jumlah pengangguran semakin bertambah akibat UMK di Karawang. Sebab, perusahaan akan melakukan pengurangan demi keberlangsungan perusahaan.

"Banyak perusahaan yang pindah karena tidak mampu membayar UMK yang tinggi," katanya.

Bahkan, ia menyebut UMK Karawang mengungguli upah minimum beberapa ibu kota negara di Asia. Berdasarkan data yang pihaknya miliki,  upah minimum 2017 di New Delhi Rp 1.958.800, Bangkok Rp 2.544.598, Kuala Lumpur Rp 3.110.424, Beijing Rp 3.317.427, Hanoi Rp 2.362.794, Manila Rp 2.911.603, dan Jakarta Rp 3.355.750.

Oleh karenanya, kata dia,  permasalahan tersebut harus disikapi bersama, salah satunya untuk mengantisipasi pengangguran yang setiap tahun terus bertambah.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Regional
Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X