Tangkap Korupsi di Makassar, Jaksa Kolaka Dihadang Sekelompok Orang

Kompas.com - 19/09/2017, 10:34 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tim eksekusi dari Kejaksaan Negeri Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengejar buronan kasus korupsi hingga ke Kota Makassar.

Saat hendak menangkap buronannya di kompleks elite Perumahan Puri Mutiara Jalan Monginsidi Baru, jaksa dihadang sekelompok orang.

Tersangka korupsi yang hendak ditangkap, yakni Najmuddin Haruna, direktur PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK). Najmuddin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana jaminan reklamasi (jamrek) pasca-tambang tahun 2012.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kolaka, Abdul Salam mengatakan, Najmuddin bersama seorang rekannya berinisial JJ yang kini masih buron, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kolaka. Najmuddin tidak pernah memenuhi panggilan jaksa sehingga dinyatakan masuk ke daftar perncarian orang (DPO) Kejari Kolaka sejak Mei 2017 lalu.

Namun pelariannya hingga ke Makassar bisa diketahui. Setibanya di Makassar, kata Abdul Salam, tim jaksa dari Kejari Kolaka ditemani jaksa dari Kejari Maros dan Kejari Makassar mengeksekusi Najmuddin.

Baca juga: Ribuan Orang Saksikan Eksekusi 3 Terhukum Cambuk di Lhokseumawe

Tim jaksa pun ditemani oleh aparat dari Polsekta Rappocini. Namun saat hendak menangkap Najmuddin, petugas dihadang oleh sekelompok orang yang berjaga di pagar, halaman dan pintu rumah.

Terpaksa petugas mundur sambil menunggu bantuan dari personel kepolisian. Eksekusi akhirnya bisa terlaksana setelah bantuan datang pada Selasa (19/9/2017) dini hari. Tersangka pun kemudian diamankan dan diterbangkan ke Kejari Kolaka.

"Sejak di bandara, kami persuasif hingga di rumah tersangka. Tetapi malah sewa preman-preman dan menghalangi petugas yang ingin melakukan penangkapan. Makanya kita minta bantuan ke Polrestabes Makassar untuk personel yang lebih banyak. Barulah kita berhasil tangkap tersangka korupsi ini," tuturnya.

Baca juga: Eksekusi Tanah Milik Pengusaha di Kota Madiun Ricuh

Kompas TV Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat mengusulkan agar eksekusi mati terhadap terpidana narkoba berlangsung di Kalbar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X