Kompas.com - 08/08/2017, 11:48 WIB
Inilah stadion mini di Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru dibangun dan progres pembangunannya saat ini baru 30 persen Kompas. com/Sigiranus Marutho BereInilah stadion mini di Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru dibangun dan progres pembangunannya saat ini baru 30 persen
|
EditorFarid Assifa

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Raymundus Sau Fernandez mengatakan, saat ini di wilayahnya telah dibangun sebuah stadion sepak bola mini.

Stadion yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, lanjut Raymundus, berada di Wini, Desa Humusu C, Kecamatan Insana Utara, yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

Baca juga: TTU Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus di Perbatasan Timor Leste

Menurut Raymundus, pembangunan lapangan sepak bola mini ini satu paket dengan jalan nasional di perbatasan yang telah dibangun oleh PT Hutama Karya.

Terkait pembangunan itu, Raymundus pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah memberi perhatian yang begitu besar untuk daerah perbatasan.

“Perhatian ini membuat kita di daerah perbatasan semakin merasa kita Indonesia,” kata Bupati TTU dua periode itu.

Raymundus mengatakan, semua fasilitas yang dibangun ini akan mendukung berbagai kegiatan, terutama di bidang olahraga untuk anak-anak muda yang ada di TTU.

Peletakan batu pertama pembangunan stadion mini itu dilakukan pada Juli 2017 lalu dan ditargetkan selesai pada Oktober 2017 mendatang.

“Saya sudah sampaikan kepada camat Insan Utara supaya tahun depan memanfaatkan fasilitas ini untuk menjadi sebuah pertandingan antar-tingkat SLTP, SLTA, dan juga antar-masyarakat,” ucap Raymundus.

Sementara itu, Manajer Teknis PT Hutama Karya (Persero) PIP Wini, Wayhu mengatakan, lahan yang digunakan untuk membangun stadion sepak bola mini di Wini itu seluas 3,3 hektar.

Wahyu yang didampingi staf teknis, Sudiono menjelaskan, proyek pembangunan infrastruktur permukiman (PIP) Wini tak hanya membangun stadion mini, tetapi juga mendirikan sarana olahraga lainnya, seperti lapangan bola voli dan basket serta atletik.

Selain itu, ada pula MCK, air bersih, sekretariat, kios, kantin, lopo, tempat parkir kendaraan roda dua dan roda empat, serta jalan lingkungan dan lampu jalan.

Baca juga: 7 Perusahaan Teken MoU Bangun Industri di Kawasan Ekonomi Khusus Palu

Pembangunan stadion mini menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 11 miliar lebih.

“Target kita, bulan Oktober pekerjaan ini sudah selesai, sehingga tahun depan program-program yang sudah direncanakan Pemerintah Kabupaten TTU itu bisa terlaksana. Anggaran termasuk dari total pekerjaan kita semua. Kalau stadion saja sekitar Rp 11 miliar hingga Rp 12 miliar,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Wahyu, realisasi pekerjaan fisik ruang terbuka hijau itu sudah mencapai kurang lebih 30 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X