Soal "Full Day School", Mendikbud Sebut Madrasah Diniyah Akan Ditarik ke Sekolah Formal

Kompas.com - 18/06/2017, 08:16 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat ditemui pasca kegiatan pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMPN 2 Banjarnegara, Jateng, Jumat (16/6/2017). KOMPAS.com/Iqbal FahmiMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat ditemui pasca kegiatan pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMPN 2 Banjarnegara, Jateng, Jumat (16/6/2017).
|
EditorIcha Rastika

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy membantah jika kebijakan full day school atau lima hari sekolah itu akan menghilangkan peran lembaga pendidikan agama nonformal dalam membentuk karakter anak.

Justru, menurut dia, lembaga pendidikan agama nonformal seperti Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pembelajaran Al Quran akan ditarik sebagai partner pembelajaran dalam alokasi delapan jam kegiatan belajar mengajar (KBM) tersebut.

“Jadi lima hari belajar bukan berarti anak ditahan di sekolah dan tidak boleh belajar agama. Alokasi delapan jam sehari itu berisi kegiatan kurikuler dan nonkurikuler. Nantinya Madrasah Diniyah ini yang mau kita tarik ke sekolah formal, mereka akan kita lembagakan,” kata Muhadjir saat ditemui pasca-pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMPN 2 Banjarnegara, Jateng, Jumat (16/6/2017).

(Baca juga: Alumni GP Ansor se-Indonesia Tolak "Full Day School")

Ditariknya lembaga pendidikan agama nonformal ke dalam alokasi delapan jam KBM ini, menurut Muhadjir, akan menjadikan progres pengetahuan agama anak menjadi lebih terukur.

“Nanti hasil belajar anak-anak di madrasah diniyah itu akan dikonversi menjadi bagian penilaian mata pelajaran agama di sekolah,” ujarnya.

Untuk itu, saat ini pihak Kemendikbud mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyusun pedoman teknis kerja sama antara sekolah formal dan lembaga pendidikan agama nonformal.

“Memang belum kami rapatkan terbatas, tetapi kami sudah intensifkan antara tim di Kemendikbud dan Kemenag untuk menyusun pedoman teknis dan petunjuk pelaksanaan (juklak) jika sekolah mau bekerjasama dengan Madin,” katanya.

(Baca juga: "Full Day School" Dinilai sebagai Langkah Mundur)

Untuk diketahui, tahun lalu, sistem pembelajaran lima hari ini diujicobakan di 1.500 sekolah yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Tahun ini, Muhadjir akan menerapkan sistem lima hari sekolah di 9.300 sekolah lain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

Regional
Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Regional
Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Regional
Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Regional
328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

Regional
Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Regional
Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Regional
Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Regional
328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

Regional
Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Regional
Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Regional
Bocah 10 Tahun Disiksa Ayah lalu Dibuang, Kapolres Pelalawan: Daripada Dia Mati, Saya Rawat

Bocah 10 Tahun Disiksa Ayah lalu Dibuang, Kapolres Pelalawan: Daripada Dia Mati, Saya Rawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X