Kompas.com - 31/01/2017, 22:12 WIB
Para petani yang sedang bercocok tanam cabai di Desa Bagusan, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pasca anjloknya harga tembakau lokal, banyak petani tembakau di Temanggung yang mengalihfungsikan lahannya untuk bercocok tanam tanaman lainnya, seperti sayur maupun cabai. Kompas.com/Alsadad RudiPara petani yang sedang bercocok tanam cabai di Desa Bagusan, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pasca anjloknya harga tembakau lokal, banyak petani tembakau di Temanggung yang mengalihfungsikan lahannya untuk bercocok tanam tanaman lainnya, seperti sayur maupun cabai.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono

S mencontohkan kondisi saat dirinya dulu mendapatkan KTA pada 1980-an.

"Kayak bapak saya walaupun enggak punya KTA, tapi saya bisa dapat karena pintar nyari tembakau," ujar bapak tiga anak tersebut

(Baca: Cerita Petani soal Tengkulak Tembakau di Temanggung)

Pabrik diam

Sebagai orang yang pernah merasakan era kejayaan harga tembakau, S mengaku pernah mengusulkan agar pabrik mengubah sistem pemberian KTA untuk para tengkulak.

Namun dia menyebut pihak pabrik seperti tak punya niat untuk memperbaiki kondisi. Bukannya memberi harga tinggi pada tembakau lokal, pihak pabrik justru sempat menjelaskan bahwa saat ini tak lagi mendapat anggaran dari kantor pusat untuk membeli tembakau Temanggung.

Kondisi itu membuat pabrik tak lagi punya banyak dana untuk membeli tembakau lokal dengan harga tinggi.

"Katanya (pihak pabrik) kalau tahun ini enggak ada uang dari Kediri. Kediri enggak ngasih uang. Jadi belinya pakai uang sendiri," ucap S.

S menduga saat ini para produsen rokok di Tanah Air sudah mengimpor tembakau dari luar negeri. Hal itulah yang disebutnya membuat pabrik tak lagi punya daya untuk membeli tembakau lokal.

Menurut S, dugaannya itu diperkuat kesamaan pola yang dilakukan pabrik tempatnya memasok tembakau dengan pabrik dari produsen lain.

Sebelum 2011, S menyebut produsen berlomba-lomba mendapatkan tembakau lokal berkualitas. Kondisi itulah yang membuat harga tembakau tinggi.

Namun, S menilai saat ini produsen rokok di Temanggung seperti lesu untuk membeli tembalau lokal. 

Akibatnya, harga tembakau tidak pernah lagi sama dengan harga pada 2011. Saat ini, harga maksimal tembakau yang dipasoknya ke pabrik hanya Rp 80.000 per kilogram.

S mengatakan, sudah saatnya pemerintah campur tangan dan mengupayakan naiknya harga tembakau seperti 2011 misalnya dengan membatasi impor.

"Harusnya yang bisa menekan Presiden, Pak Jokowi langsung," ujar dia.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.