Ganti Rugi Lahan Stadion Utama PON Papua, Suku Puhiri Tuntut Rp 400 Miliar

Kompas.com - 01/04/2016, 08:09 WIB
Tampak warga memalang pintu masuk lokasi pembangunan stadion utama PON di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Rabu (30/3/2016) Fabio Maria Lopes CostaTampak warga memalang pintu masuk lokasi pembangunan stadion utama PON di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Rabu (30/3/2016)
|
EditorErlangga Djumena

JAYAPURA, KOMPAS.com - Biaya ganti rugi pembebasan lahan yang dituntut Suku Puhiri untuk pembangunan stadion utama di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura mencapai sekitar Rp 400 miliar.

Jumlah tersebut berdasarkan tuntutan Suku Puhiri yakni Rp 750.000 per meter. Sementara luas lahan tersebut mencapai 62 hektar. Lahan ini direncanakan menjadi stadion utama untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional di Papua tahun 2020 mendatang.

Berdasarkan pantauan hingga Jumat (1/4/2016), akses masuk ke lahan pembangunan stadion masih ditutup warga dengan baliho setinggi dua meter.

Ketua Komis IV Bidang Infrastruktur DPRD Papua Boy Markus Dawir menilai tuntutan dari Suku Puhiri atas lahan stadion tidaklah rasional. "Harga yang dituntut mereka sangat tinggi. Apa dasar yang dipakai mereka untuk menentukan harga lahan hingga ratusan miliar?" kata Boy.

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan, berdasarkan laporan dari Biro Umum Provinsi Papua telah ada pembayaran lahan sebesar Rp 19 miliar.

"Apabila ada tuntutan ganti rugi maka mereka harus menunjukkan lokasi tanah yang belum dibayar pemerintah. Permasalahan ini akan diselesaikan sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang penyelesaian tanah bagi kepentingan umum,"  ucap Boy.

Apabila tak ada penyelesaian pembebasan lahan di Kampung Harapan, lanjut Boy, maka lokasi pembangunan stadion akan dipindahkan ke daerah Doyo Lama.

"Luas lahan di daerah Doyo Lama mencapai 163 hektar. Kami akan merekomendasikan pembangunan stadion utama ke Gubernur Papua Lukas Enembe di tempat itu," tambah dia.

Sebelumnya Yan Puhiri, perwakilan warga yang menuntut ganti rugi menyatakan, pihaknya tidak bermaksud menghambat pelaksanaan PON karena merupakan kegiatan nasional yang mengangkat harkat orang Papua. Namun, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Papua tidak berkoordinasi terkait ganti rugi penggunaan lahan untuk stadion utama PON.

"Kami akan menutup lokasi ini hingga Pemprov Papua dan Pemda Kabupaten Jayapura merespon aksi kami. Setiap meter tanah harus dibayar sebesar Rp 750.000," tegas Yan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Regional
Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Regional
Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Regional
Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Regional
Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X