Bus Pengantin Kecelakaan di Garut, Antara Mitos dan Sulitnya Medan

Kompas.com - 08/12/2013, 16:27 WIB
salah satu korban bus pengantin maut, mempelai pria bernama Eko (26) warga Banyumas, masih pingsan di RSUD Slamet Garut.
kompas.com/ syahrul munirsalah satu korban bus pengantin maut, mempelai pria bernama Eko (26) warga Banyumas, masih pingsan di RSUD Slamet Garut.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

GARUT, KOMPAS.com - Peristiwa bus pengantin yang masuk jurang di Cisandaan, desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Garut, pada Minggu (8/12/2013) dini hari dibumbui cerita mistis.

Hampir setiap tahun di lokasi itu ada peristiwa kecelakaan yang melibatkan rombongan pengantin. Agar selamat, calon pengantin harus memberikan sesaji dilokasi itu.

"Memang daerah yang ke arah sana ada mitos kalau yang mau pengantin harus ngasih sesajen kalau lewat situ," kata Darti S (35), Minggu (8/12/2013) siang.

Mitos itu, kata Darti, sudah umum diketahui oleh masyarakat di wilayah Garut Selatan. Ia mengetahuinya karena dua tahun terakhir ini bertugas di Garut selatan sebagai fasilitator program air bersih World Bank.

"Saya tahunya dari orang sana. Tahun lalu rekan se tim saya yang mau nikah diperingatkan sama orang desa jangan lewat situ menjelang mau hari pernikahan," jelasnya.

Soal mitos itu, Kasatlantas Polres Garut AKP Bariu Bawana mengaku juga menerima informasi itu dari masyarakat. Namun informasi kecelakaan mobil-mobil pengantin itu masih perlu dibuktikan dengan catatan kecelakaan di kepolisian.

"Saya dengar tadi di TKP ada yang cerita kalau lima tahun lalu katanya setiap tahun sekali ada kejadian laka mobil pengantin. Saya perlu buka file apa benar demikian," kata pria yang belum genap satu semester menjabat sebagai Kasatlantas ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, kata Bariu, dari kacamata kepolisian lokasi kejadian memang sangat rawan terjadinya kecelakaan karena medannya yang sangat berbahaya.

"Medan memang cukup berbahaya. Curam, tikungannya tajam, tanjakan dan berkelok-kelok. Apalagi kejadiannya pukul empat, masih gelap," jelasnya.

Guna mengantisipasi dan meminimalisasi kejadian tidak terulang pada masa mendatang, pihaknya mendesak dinas terkait agar dijalur selatan rambu-rambu lalu lintas diperbanyak.

"Kami mengusulkan pembuatan pagar batas pada kelokan yang tepinya jurang. Juga convex mirror (kaca cembung) diperlukan pada daerah tikungan tajam," tambahnya.

Bariu mengakui selain rambu yang kurang maksimal, penerangan jalan juga menjadi persoalan serius unuk jalur Garut Selatan. Seperti diiformasikan sebelumnya bus rombongan pengantin dari Banyumas mengalami kecelakaan di Jalur Cisandaan, Garut.

Bus berpenumpang 18 orang itu rencananya akan menuju rumah pengantin wanita di Rancabuaya-Caringin, Garut. Peristiwa itu membawa korban jiwa, yakni sopir bus bernama Asep (25) warga kampung Parakan, Sinjang, kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 16 penumpang luka ringan dirawat di Puskesmas Cikajang dan Cisandaan.

Sementara itu, mempelai pria yaitu Yuli Eko Prasetyo (26) masih berada di RSUD dr Slamet, karena mengalami luka serius di bagian kepala dan saat ini belum siuman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.