Kompas.com - 18/10/2013, 15:43 WIB
Aep Supriatna dan Yani Mulyani orangtua dari bayi kembar parasit Ginan Septian Nugraha kembali menerima bantuan dari pembaca kompas.com sebesar Rp. 2.500.000 KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaAep Supriatna dan Yani Mulyani orangtua dari bayi kembar parasit Ginan Septian Nugraha kembali menerima bantuan dari pembaca kompas.com sebesar Rp. 2.500.000
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Ginan Septian Nugraha, bayi yang terlahir dalam kondisi kembar parasit (conjoined twin parasitic), kembali menerima bantuan dari pembaca Kompas.com. Bantuan itu berupa uang tunai sebesar Rp 2,5 juta.

Kedua orangtua Ginan, Aep Supriatna-Yani Mulyani, tidak bisa menyembunyikan keharuan ketika menerima bantuan itu. Mereka tidak percaya bakal mendapat bantuan lagi setelah pekan lalu menerima Rp 24,5 juta dari pembaca Kompas.com.

"Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih lagi kepada pembaca Kompas.com yang sudah memberikan bantuan untuk Ginan. Saya tidak bisa membalas kebaikan pembaca. Semoga Tuhan yang membalas. Semoga para pembaca diberikan rezeki berlipat," ucap Aep dengan suara lirih saat ditemui di ruang NICU RSHS, Bandung, Jumat (18/10/2013).

Aep yang hampir satu bulan tidak berdagang cincau karena terus menjaga putra ketiganya itu mengatakan, uang pemberian dari pembaca Kompas.com tidak akan diutik-utik. Ia mengaku telah menabungkan seluruh uang sumbangan, termasuk dari pembaca Kompas.com, di bank.

"Masih disimpan belum dipakai. Kemarin-kemarin langsung bikin tabungan di bank. Saya cuma akan pakai untuk keperluan sekolah Ginan dan masa depan Ginan," ujar Aep seraya mengungkapkan harapan Ginan harus bisa menjadi sarjana kelak.

Selain itu, Aep dan Yani tidak berani untuk menggunakan uang sumbangan tersebut lantaran takut sewaktu-waktu ada biaya tambahan dari rumah sakit, meski beberapa orang pejabat pemerintah, termasuk Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, sudah berjanji menjamin seluruh biaya perawatan hingga biaya operasi pemisahan bayi sehat dan bayi parasit yang keluar dari mulut.

"Itu rezekinya Ginan. Takutnya juga sewaktu-waktu ada permintaan dari rumah sakit. Tapi, yang paling penting buat bekal masa depan Ginan," imbuhnya.

---------------

Informasi penyaluran bantuan untuk Keluarga Ginan Septian Nugraha dapat menghubungi e-mail: redaksikcm@kompas.com



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X