Kompas.com - 10/10/2013, 12:30 WIB
Orangtua bayi kembar parasit, Aep Supriatna dan Yani Mulyani menerima bantuan pembaca kompas.com sebesar Rp. 24.500.000 KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAOrangtua bayi kembar parasit, Aep Supriatna dan Yani Mulyani menerima bantuan pembaca kompas.com sebesar Rp. 24.500.000
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Tangan Aep Supriatna dan Yani Mulyani gemetar ketika menerima amplop coklat berisi uang tunai sebesar Rp 24.500.000. Uang tersebut merupakan bantuan dari pembaca Kompas.com untuk membantu biaya perawatan anak ketiga dari Aep yang bernama Ginan Septian Nugraha.

Seperti diketahui, Ginan Septian Nugraha terlahir dengan kondisi kembar siam parasit. Saudara kembarnya yang tidak sempurna menempel dan keluar dari mulut bayi yang sehat. Dokter menyebut bayi parasit tersebut sebagai tumor epignathus teratoma.

Setelah dilakukan operasi pemisahan, mulut Ginan tidak bisa menutup lantaran rahang bawahnya sudah terbiasa menahan beban kembarannya yang bersifat parasit itu. Sendi rahang Ginan tidak berada pada tempatnya.

"Terima kasih untuk pembaca Kompas.com, semoga Allah membalas semua kebaikan pembaca. Semoga seluruh pembaca Kompas.com selalu sejahtera, diberi kesehatan, dan ditambah rezekinya setiap hari," ucap Aep saat ditemui di ruang tunggu Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Kamis (10/10/2013).

Aep yang hanya bekerja sebagai penjual es cincau yang keliling di Kampung Cikadu, Desa Ciroyom Hilir, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, ini tak putus-putus mengucapkan rasa terima kasih.

Menurut Aep, uang tersebut sangat membantu untuk biaya perawatan Ginan. Selain itu, uang tersebut dipastikan bisa meringankan beban sekaligus menutupi utang-utang keluarga Aep selama tidak berjualan. Sebab, Aep terus menemani putranya yang saat ini masih tergeletak di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSHS Bandung.

"Saya belum jualan lagi karena nggak tega ninggalin Ginan. Padahal, dokter sudah menyuruh pulang, tapi tetap saya nggak tega ninggalin Ginan," tutur Aep.

Tak ragu Aep dan Yani juga meminta doa kepada para pembaca Kompas.com agar anaknya bisa secepatnya pulang ke rumah dalam keadaan sehat. "Insya Allah uangnya bisa memenuhi kebutuhan Ginan setelah pulang," imbuhnya.

Aep pun merasa bersyukur Ginan perlahan menunjukkan kondisi membaik. Namun, Aep mengaku masih cemas menunggu keputusan operasi rekonstruksi rahang Ginan. Ia berharap Ginan bisa memenuhi persyaratan agar operasi tahap akhir bisa segera dilakukan.

------------

Informasi penyaluran bantuan untuk Keluarga Ginan Septian Nugraha dapat menghubungi e-mail: redaksikcm@kompas.com




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X