Kompas.com - 07/10/2013, 18:08 WIB
Bupati Pamekasan, Achmad Syafii sering ke Jakarta untuk mengintip APBN yang bisa digunakan untuk membangun Pamekasan. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANBupati Pamekasan, Achmad Syafii sering ke Jakarta untuk mengintip APBN yang bisa digunakan untuk membangun Pamekasan.
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Achmad Syafii, banyak menerima keluhan dari rakyatnya terkait pemberian bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin) dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Pamekasan bulan ini. Sebagian besar raskin yang diterima kondisinya busuk.

Tidak tanggung-tanggung, keluhan itu disampaikan warga Pamekasan lengkap dengan sampel beras busuk. Achmad Syafii mengatakan, ada dua karung beras sebagai sampel yang dibawa warganya sebagai bukti bahwa beras itu benar-benar tidak layak konsumsi. Hal itu yang akan disampaikan kepada Bulog Pamekasan untuk dipertanggungjawabkan.

"Bulog harus bertanggung jawab dengan kualitas beras yang tidak layak konsumsi. Kami sangat keberatan, apalagi warga langsung mengeluh kepada saya," kata Syafii, Senin (7/10/2013).

Syafii menyatakan, pihaknya akan memanggil Bulog Pamekasan untuk menyampaikan klarifikasi langsung. Yang perlu diklarifikasi di antaranya terkait kualitas beras serta pola pengadaan beras yang bisa menghasilkan raskin tidak layak konsumsi.

"Saya dengar di tiga kabupaten di Madura yakni Sampang, Bangkalan, dan Sumenep, sudah menghentikan pengadaan beras. Di Pamekasan sendiri sampai saat ini, info yang saya dengar, pihak Bulog masih melakukan proses pengadaan beras," jelas mantan anggota DPR RI ini.

Lebih lanjut Syafii menjelaskan, saat ini Pemkab Pamekasan tengah gencar mengampanyekan program raskin tepat sasaran dan berkualitas bagus. Program itu akan dijadikan sebagai proyek percontohan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Galis, Larangan, dan Kecamatan Kota Pamekasan. Dengan kejadian ini, maka pihaknya harus meningkatkan koordinasi dengan Bulog.

"Awal-awal komunikasi kami cukup bagus terkait raskin dan tidak pernah terdengar keluhan. Namun mengapa bulan ini kualitas berasnya dikeluhkan masyarakat?" ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan, warga di Desa Kadur, Kecamatan Kadur, membuang beras bantuan Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui program raskin. Beras itu dianggap tidak layak konsumsi karena berwarna kehitaman, bercampur kerikil dan gabah kering, serta bentuknya sudah banyak yang halus. Beras itu kemudian dibuat pakan ternak ayam dan sapi oleh warga.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.