Kompas.com - 03/09/2013, 12:20 WIB
Seekor orangutan di kebun binatang Dortmund sebelum menentukan pilihannya atas jersey Dortmund dan Bayern Muenchen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menentukan siapa pemenang Liga Champions musim 2012-13. AFPSeekor orangutan di kebun binatang Dortmund sebelum menentukan pilihannya atas jersey Dortmund dan Bayern Muenchen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menentukan siapa pemenang Liga Champions musim 2012-13.
EditorKistyarini

SAMPIT, KOMPAS.com - Warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), menemukan bangkai seekor orangutan dalam kondisi yang sudah membusuk dan tanpa kepala.

"Tadi sempat dikira mayat manusia, ternyata setelah diperiksa di kamar mayat, kabarnya itu bangkai orangutan. Tadi warga sempat kaget juga karena awalnya dikira mayat manusia," kata Andi, warga setempat, Selasa (3/9/2013).

Pantauan di kamar mayat RSUD dr Murjani Sampit, bangkai orangutan tersebut sudah membusuk, berbelatung dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Orangutan tersebut diantar ke kamar mayat tanpa kepala.

"Kami sudah periksa, memang tidak ada kepalanya. Kondisinya memang sudah membusuk. Itu memang bangkai orangutan, bukan manusia," ujar Kastro, petugas kamar mayat RSUD dr Murjani Sampit.

Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sampit, Muriansyah memperkirakan, orangutan tersebut berusia remaja, yakni sekitar tujuh tahun. Dilihat dari kondisi bangkai yang sudah membusuk, orangutan tersebut diperkirakan mati sekitar sembilan hari lalu.

Pihaknya baru mengetahui penemuan bangkai orangutan tersebut ketika dikabari warga saat bangkai itu sudah di kamar mayat rumah sakit. Pihaknya belum bisa menyimpulkan masalah ini lebih jauh.

"Kami akan menelusuri ini bekerjasama dengan Polsek Ketapang karena mereka yang mengevakuasi dari lokasi ke rumah sakit. Kami akan menelusuri ke lokasi untuk mengetahuhi apa penyebabnya," ujar Muriansyah.

Muriansyah mengatakan, ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab sehingga orangutan tersebut ditemukan tanpa ada kepala. "Bisa karena dibunuh, tapi bisa juga kepalanya terlepas di lokasi karena kondisinya kan sudah membusuk. Makanya ini nanti kami telusuri lebih jauh di lapangan," ucapnya.

Muriansyah tidak menampik, tingkat ancaman kepunahan orangutan saat ini makin tinggi. Habitat orangutan kini banyak tergusur dan rusak akibat konversi hutan untuk berbagai kepentingan.

Kontak antara orangutan dengan masyarakat pun tidak jarang terjadi karena orangutan kesulitan mendapatkan makanan setelah habitat mereka rusak. Akibatnya, orangutan mencari makanan hingga ke permukiman penduduk.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X