5 Berita Populer Nusantara: Viral Pernikahan Mantan Pengamen dengan Gadis Perancis hingga Ahok Batal Bersaksi di Sidang Buni Yani - Kompas.com

5 Berita Populer Nusantara: Viral Pernikahan Mantan Pengamen dengan Gadis Perancis hingga Ahok Batal Bersaksi di Sidang Buni Yani

Caroline Damanik
Kompas.com - 09/08/2017, 08:22 WIB
Mantan pengamen kelahiran Makassar ini menikah dengan seorang gadis asal Perancis, Julie Martha. Tribun Timur/ Saldy Mantan pengamen kelahiran Makassar ini menikah dengan seorang gadis asal Perancis, Julie Martha.

KOMPAS.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok batal bersaksi di sidang lanjutan kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (8/8/2017), karena alasan kesehatan dan jarak.

Hakim lalu menolak pembacaan keterangan tertulis dari Ahok yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Buni Yani pun menantang Ahok untuk bersaksi.

(Baca juga: Tanah Ombak Terbitkan Asa Anak-anak di Pesisir Pantai Padang (1))

Sementara itu, cerita pernikahan mantan pengamen dengan gadis cantik asal Perancis viral di media sosial dan ramai diperbincangkan.

Berikut ini 5 berita terpopuler dari seantero Nusantara sepanjang hari kemarin yang tak boleh Anda lewatkan:

1. Cerita Mantan Pengamen Asal Makassar yang Menikahi Gadis Cantik dari Perancis

Rizal Hamid atau biasa disapa Ijal Ricardo sungguh termasuk pria beruntung.

Mantan pengamen kelahiran Makassar ini menikah dengan seorang gadis asal Perancis, Julie Martha.

Meski keduanya berkebangsaan beda, namun mereka memutuskan untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan.

Penikahan mereka pun menjadi viral di media sosial Facebook.

Baca selengkapnya: Cerita Mantan Pengamen Asal Makassar yang Menikahi Gadis Cantik dari Perancis
Baca juga: Kisah Cinta Gadis Italia dan Pemuda Asal Batang Berawal dari Hello di Facebook


2. Hakim Tolak Pembacaan BAP Kesaksian Ahok dalam Sidang Buni Yani

Jaksa Penuntut Umum yang dipimpin oleh Andi M Taufik mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim untuk membacakan BAP kesaksian Basuki Tjahaja Purnama dalam sidang kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (8/8/2017).

“Kami sudah menyampaikan surat panggilan dan sudah ditandatangani oleh Basuki Tjahaja Purnama. Namun saksi memohon melalui majelis hakim, memohon tidak bisa hadir karena jarak cukup jauh dan hal-hal lain. Kami memohon surat penyidikan tersebut bisa dibacakan,” kata Andi dalam sidang, Selasa pagi.

Baca selengkapnya: Hakim Tolak Pembacaan BAP Kesaksian Ahok dalam Sidang Buni Yani
Baca juga: Ahok Batal Jadi Saksi dalam Sidang Buni Yani karena Kurang Sehat


3. Buni Yani Tantang Ahok Bersaksi di Persidangan

Terdakwa kasus pelanggaran UU ITE Buni Yani menantang terpidana kasus pencemaran agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok datang memberikan kesaksian dalam persidangan lanjutan pada Selasa (15/8/2017) mendatang. 

"Justru kita minta diwajibkan. Paksa Ahok datang oleh majelis hakim karena itu menyangkut informasi yang sudah diberikan," kata Buni Yani saat ditemui seusai sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Selasa (8/8/2017).

Buni Yani menambahkan, Ahok wajib datang agar proses persidangan berjalan dua arah dan tidak berat sebelah jika hanya membacakan BAP pemeriksaannya.

Baca selengkapnya: Buni Yani Tantang Ahok Bersaksi di Persidangan
Baca juga: Jaksa Mengaku Tak Bisa Paksa Ahok Hadir Jadi Saksi di Sidang Buni Yani


4. Jadi Joki 3 Mahasiswi Kedokteran, 2 Pria Ini Raup Ratusan Juta Rupiah

Kepolisian Resor Solo menangkap dua pria yang kedapatan memasukkan secara ilegal tiga calon mahasiswi kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.

Dua joki itu masing-masing bernama Iwan Saputra (47), warga Kabupaten Klaten dan Arif Munandar (25), warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo, dalam siara pers, Senin (7/8/2017), menuturkan, dua joki tersebut meraup uang ratusan juta rupiah dari aksi perjokian tersebut.

"Seorang dari ketiga mahasiswi ada yang menyetor hingga Rp 170 juta, dan minimal setor Rp 100 juta,” ungkapnya.

Baca selengkapnya: Jadi Joki 3 Mahasiswi Kedokteran, 2 Pria Ini Raup Ratusan Juta Rupiah
Baca juga: Risma: Gepeng di Surabaya Dikendalikan Joki


5. Ayah Tepergok Merokok, Satu Keluarga Diturunkan dari Kereta Api

Satu keluarga diturunkan dari kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) tujuan stasiun Solo Balapan di Stasiun Rewulu Bantul Yogyakarta, Jumat (4/8/2017), setelah si bapak tepergok merokok di toilet kereta.

Dari penelusuran Kompas.com di Stasiun Rewulu, Sedayu, Bantul, Selasa (8/8/2017), sejumlah pegawai membenarkan kejadian tersebut.

Iwan, salah seorang satpam, mengakui hal tersebut. Saat itu, dirinya sedang bertugas menjaga pintu di stasiun. Seorang penumpang pria tepergok merokok di toilet oleh polsuska (polisi khusus kereta).

"Waktu itu yang turun tiga orang, bapak, ibu dan seorang balita," katanya ditemui di stasiun Rewulu.

Baca selengkapnya: Ayah Tepergok Merokok, Satu Keluarga Diturunkan dari Kereta Api
Baca juga: Satu Keluarga Diturunkan, Penumpang Diingatkan Jangan Merokok di Kereta Api

 

 

Kompas TV Kereta api New Blora Jaya jurusan Semarang-Cepu kembali beroperasi lagi dan kereta ekonomi ini dilengkapi fasilitas eksekutif.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisCaroline Damanik
EditorCaroline Damanik
Komentar