Detik-detik Meninggalnya Bupati Sumedang - Kompas.com

Detik-detik Meninggalnya Bupati Sumedang

Kontributor Bandung, Rio Kuswandi
Kompas.com - 03/11/2013, 13:25 WIB
KOMPAS.com/Rio Kuswandi Jenazah Buapti Sumedang saat disemayamkan di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Jalan Prabu Geusan Ulun di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu, (02/11/2013), malam.

BANDUNG, KOMPAS.com — Bupati Sumedang Endang Sukandar meninggal saat menghadiri acara adat Ngaruat Lembur pada Sabtu (2/11/2013) kemarin, sekitar pukul 14.00, di Desa Karedok, Sumedang. Ajudan Bupati Subang, Indra Wahyudinata, menjadi saksi detik-detik terakhir sang Bupati.

Almarhum Endang berangkat dari rumah menuju Desa Karedok sekitar pukul 08.00. Dia dijadwalkan menghadiri acara adat tersebut sekitar pukul 10.00. Desa tersebut jauh dari pusat kabupaten. Perjalanan untuk sampai ke sana tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat, tetapi harus menggunakan motor.

"Beliau dari rumah dinas berangkat jam 8 pagi ke Jatigede, diantar rangkaian. Kami menuju ke sana lewat proyek Jatigede, sambil beliau memantau pelaksanaan proyek sudah sampai sejauh mana," kata Indra kepada Kompas.com , Sabtu malam.

Sebelum sampai ke lokasi, Endang meminta untuk mampir ke warung kopi. Sambil meminum kopi, Endang berdialog dengan masyarakat sekitar. Setelah beberapa waktu, rombongan melanjutkan perjalanannya ke lokasi acara.

Sesampainya di sana, Endang disambut ratusan masyarakat dan langsung memberikan sambutan. Pada acara tersebut, Endang yang sangat cinta dengan kebudayaan Sunda menyumbangkan sebuah lagu sambil berjoget di hadapan ratusan masyarakat.

Setelah menikmati beberapa tembang, Endang beristirahat sejenak. Kala itu, ajudannya menawarkan untuk makan siang.

"Makan sekarang, Pak?" tanya Ajudannya kepada Endang.

"Nanti dulu, satu (lagu) lagi," jawab Endang.

Indra menyatakan, sang Bupati tidak seperti biasanya ketika ditawari makan menolak. Sesaat sebelum menyumbangkan lagu berikutnya, Endang pergi ke toilet.

"Karena di toiletnya ada orang, jadi beliau menunggu sambil duduk di kursi," jelasnya.

Saat menunggu di toilet, wajah Endang terlihat pucat. "Saya perhatikan, kok wajah beliau pias (pucat), saya menduga kalau beliau sakit," katanya.

Selesai dari toilet, Endang langsung menuju ke tempat makan dengan dikawal beberapa orang. "Bapak seperti sakit? Bapak mending istirahat saja," kata ajudannya menyarankan.

Perjalanan ke ruang makan akhirnya berpindah menuju ke tempat istirahat. Saat itulah, Endang jatuh pingsan. Tubuhnya kemudian digotong menuju tempat peristirahatan.

Tim medis langsung bergerak memberikan pertolongan pertama dan memberi oksigen. Melihat kondisinya tak juga membaik, Endang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, yakni RS Cideres.

"Sesampainya di rumah sakit, tim dokter menginformasikan beliau sudah meninggal dunia. Kami sedih," katanya.

Dokter belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya Endang karena apa."Belum bisa dipastikan, dokter juga belum memberikan informasi penyebab meninggalnya. Yang saya tahu beliau kecapean," katanya.

Indra menambahkan, beberapa hari sebelum meninggal, Endang dalam keadaan sehat. Endang juga dikenal selalu bersemangat melakukan aktivitas apa pun, apalagi menyangkut kepentingan masyarakat.

Endang terpilih sebagai Bupati Sumedang periode 2013-2018 berpasangan dengan Ade Irawan. Endang meninggal pada usia 64 tahun.

PenulisKontributor Bandung, Rio Kuswandi
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM