Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buka Layanan Pengaduan Masyarakat, Kapolda NTT Sebar Nomor Ponsel ke Masyarakat

Kompas.com - 30/11/2022, 16:38 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Inspektur Jenderal Polisi Johni Asadoma, membagikan nomor ponsel dan akun media sosial ke masyarakat.

Informasi itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar (Kombes) Pol Ariasandy, di Markas Polda NTT pada Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Kapolda NTT: Kelangkaan Minyak Tanah di Kupang Murni karena Pengurangan Kuota

Ariasandy menyebut, Kapolda NTT membuka diri untuk mendengarkan keluhan masyarakat terutama masalah keamanan dan ketertiban. Selain itu, masyarakat juga bisa menyampaikan saran dan kritik kepada Kapolda.

"Jadi bapak Kapolda NTT membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin mengadukan permasalahan atau saran kritik kepada Polri di wilayah NTT," kata dia.

Kapolda NTT menyiapkan nomor khusus untuk pesan singkat dan layanan aplikasi pesan instan WhatsApp, yakni 081337106840. Nomor itu disiapkan khusus menerima pengaduan masyarakat.


Kapolda NTT juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana berinteraksi dan mendengarkan keluhan masyarakat. Masyarakat bisa melapor atau mengadu melalui akun Instagram @irjenpol_johni_asadoma atau akun TikTok johni_asadoma.

"Layanan ini merupakan Layanan Bapak Kapolda. Kalo (kalau) bapa mama ada masalah langsung lapor sa (saja) di bapak. Ini merupakan tema layanan ini," kata Ariasandy.

Masyarakat pun diminta memanfaatkan layanan ini untuk menyampaikan sejumlah masalah, tetapi harus disertai dengan bukti yang mendukung.

Baca juga: Daftar UMP 2023 di Bali, NTB, dan NTT

Kritikan dan saran pun bisa disampaikan melalui layanan ini dengan harapan adanya perbaikan pelayanan menjadi lebih baik.

"Segala laporan dan keluhan serta kritikan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan ditanggapi sesegera mungkin," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pramoedya Ananta Toer Diusulkan Jadi Nama Jalan di Blora, Bupati: Nanti Akan Kita Proses Lebih Lanjut

Pramoedya Ananta Toer Diusulkan Jadi Nama Jalan di Blora, Bupati: Nanti Akan Kita Proses Lebih Lanjut

Regional
Warga Kota Tual yang Mengungsi akibat Bentrok Mulai Kembali

Warga Kota Tual yang Mengungsi akibat Bentrok Mulai Kembali

Regional
Mengenal Oro Oro Kesongo Blora, dari Fenomena Mud Volcano hingga Sisi Mistisnya

Mengenal Oro Oro Kesongo Blora, dari Fenomena Mud Volcano hingga Sisi Mistisnya

Regional
Kasubag Rumah Tangga DPRD Jambi Mengundurkan Diri Usai Anaknya Bawa Mobil Dinas dan Wanita Tanpa Busana

Kasubag Rumah Tangga DPRD Jambi Mengundurkan Diri Usai Anaknya Bawa Mobil Dinas dan Wanita Tanpa Busana

Regional
Isak Tangis Iringi Pemakaman Siswa SD yang Tewas Tertembak Senapan Angin di Maluku

Isak Tangis Iringi Pemakaman Siswa SD yang Tewas Tertembak Senapan Angin di Maluku

Regional
PNS di Dompu Diperiksa Bawaslu, Diduga Pakai Atribut Parpol Saat Acara Anies Baswedan

PNS di Dompu Diperiksa Bawaslu, Diduga Pakai Atribut Parpol Saat Acara Anies Baswedan

Regional
2 Prajurit TNI Diduga Selundupkan 20 Kg Sabu Malaysia, Ini Penjelasan Kodam Tanjungpura

2 Prajurit TNI Diduga Selundupkan 20 Kg Sabu Malaysia, Ini Penjelasan Kodam Tanjungpura

Regional
Keberadaan Minyakita di Pasar Tradisional Semarang Mulai Langka, Pemerintah Ungkap Sebabnya

Keberadaan Minyakita di Pasar Tradisional Semarang Mulai Langka, Pemerintah Ungkap Sebabnya

Regional
Bawa Anak Orang Tanpa Izin, Seorang Dosen Nyaris Dihajar Massa

Bawa Anak Orang Tanpa Izin, Seorang Dosen Nyaris Dihajar Massa

Regional
Air Terjun Temam: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Air Terjun Temam: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Bapenda Solo Sebut Wajib Pajak Alami Kenaikan PBB 400-500 Persen Ada 176 Orang

Bapenda Solo Sebut Wajib Pajak Alami Kenaikan PBB 400-500 Persen Ada 176 Orang

Regional
Airlangga Akui Gibran Berpotensi Jadi Caleg: Tapi Perlu Pembahasan Lanjutan

Airlangga Akui Gibran Berpotensi Jadi Caleg: Tapi Perlu Pembahasan Lanjutan

Regional
Berkenalan lewat Medsos, Gadis 14 Tahun Diajari 'Video Call Sex' sampai Diperkosa Pengepul Rumput Laut

Berkenalan lewat Medsos, Gadis 14 Tahun Diajari "Video Call Sex" sampai Diperkosa Pengepul Rumput Laut

Regional
Polisi Gali Keterangan Saksi soal Pria Cabuli Ponakan hingga Hamil di Bima

Polisi Gali Keterangan Saksi soal Pria Cabuli Ponakan hingga Hamil di Bima

Regional
Kronologi Ayah Culik dan Perkosa Anak Tiri di Lampung, Swafoto Cabuli Korban Dikirim ke Istri

Kronologi Ayah Culik dan Perkosa Anak Tiri di Lampung, Swafoto Cabuli Korban Dikirim ke Istri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.