Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Nakes Non-ASN di Bima, 12 Tahun Mengabdi di Puskesmas, Honor dari Sumbangan PNS

Kompas.com - 30/09/2022, 16:30 WIB

 

Hal ini membuat para nakes kecewa, mereka bahkan mengancam akan mogok kerja jika tuntutannya tidak dikabulkan.

"Sudah capek kami memprotes. Mereka cuma bilang kita tidak punya slip gaji sehingga tidak terdaftar di BKN. Kami tidak mau tau, harus terdaftar sebelum batas waktu berakhir. Itu tuntutan kami. Kalau tidak dikabulkan, mulai besok kami mogok kerja," kata Wiwin.

Menurut Wiwin, karena tak pernah menerima bukti gaji dan surat pengangkatan yang sah, sehingga ratusan tenaga medis sukarela ini tak bisa mendaftarkan diri mengikuti seleksi PPPK.

"Yang diutamakan itu adalah SK honorer atau pegawai kontrak. Sementara kami tidak terdaftar karena tak punya gaji. Padahal kami sudah mengabdi cukup lama secara sukarela," tuturnya.

Pemerintah seharusnya menaruh perhatian khusus kepada para nakes. Sebab, tenaga kesehatan yang berstatus sukarela ini masih menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan di puskesmas.

Baca juga: Tidak Terdaftar di BKN, Ratusan Tenaga Kesehatan di Kota Bima Ancam Mogok

Mereka pun berharap bisa diangkat menjadi tenaga kontrak agar bisa mendapatkan penghasilan yang layak demi menyambung hidup.

"Kami ingin memperbaiki nasib, tidak hanya sekedar non-ASN. Jadi kami mohon diangkat jadi tenaga kontrak," ucap Wiwin.

Dengan suara bergetar sambil menahan tangis, Wiwin pun menceritakan keluh kesahnya menjadi tenaga kesehatan. Ia merasa sedih karena teman-temannya yang baru masuk menjadi tenaga sukarela langsung diangkat menjadi tenaga kontrak.

Sementara dia yang sudah lama mengabdi belum diangkat. Hal itu menjadi beban mental baginya.

"Mohon nasib kami diperhatikan. Kami sudah mengemis di Dikes agar kami diperjuangkan, tapi tidak direspons. Sedangkan yang baru enam bulan masuk kerja bisa jadi tenaga kontrak. Kalau kita yang sudah lama ini tidak diperhatikan. Itu yang membuat kami sedih," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

20 Daftar Nama Kerajaan di Indonesia dan Rajanya

20 Daftar Nama Kerajaan di Indonesia dan Rajanya

Regional
Ayah di NTT Cabuli Putri Tirinya hingga Hamil, Minta Korban Mengaku Dihamili Anggota TNI

Ayah di NTT Cabuli Putri Tirinya hingga Hamil, Minta Korban Mengaku Dihamili Anggota TNI

Regional
Ditlantas Polda Jateng Uji Coba Tilang Pakai Drone di Purworejo, Tangkap Sejumlah Pelanggar Lalu Lintas

Ditlantas Polda Jateng Uji Coba Tilang Pakai Drone di Purworejo, Tangkap Sejumlah Pelanggar Lalu Lintas

Regional
Remaja Diperkosa Paman sejak 2020, Terungkap Usai Kepergok Istri Pelaku

Remaja Diperkosa Paman sejak 2020, Terungkap Usai Kepergok Istri Pelaku

Regional
Minta Warga Tual Tenang, Kapolda Maluku: Jangan Terprovokasi Lagi

Minta Warga Tual Tenang, Kapolda Maluku: Jangan Terprovokasi Lagi

Regional
Diserang Virus KHV, 15 Ton Ikan Mas di Waduk PLTA Koto Panjang Riau Mati Setiap Hari

Diserang Virus KHV, 15 Ton Ikan Mas di Waduk PLTA Koto Panjang Riau Mati Setiap Hari

Regional
Sering Menginap di Bawah JMP Ambon, Gepeng dan Anak Jalanan Ditangkap Petugas Dinsos

Sering Menginap di Bawah JMP Ambon, Gepeng dan Anak Jalanan Ditangkap Petugas Dinsos

Regional
Perkelahian 2 Siswi di Alun-alun Kota Pasangkayu Viral di Media Sosial

Perkelahian 2 Siswi di Alun-alun Kota Pasangkayu Viral di Media Sosial

Regional
Diduga Melakukan Bullying, 8 Siswi di Karanganyar Dilaporkan Polisi oleh Orangtua Murid

Diduga Melakukan Bullying, 8 Siswi di Karanganyar Dilaporkan Polisi oleh Orangtua Murid

Regional
Korupsi Proyek Sentra IKM, Eks Kepala Dinkop UKM Kota Serang Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Korupsi Proyek Sentra IKM, Eks Kepala Dinkop UKM Kota Serang Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Regional
Kecelakaan Maut Tewaskan 3 Orang di Tol Semarang-Solo, Terungkap Ban yang Pecah Buatan Tahun 2006

Kecelakaan Maut Tewaskan 3 Orang di Tol Semarang-Solo, Terungkap Ban yang Pecah Buatan Tahun 2006

Regional
Surat Imbauan soal Maraknya Penculikan Anak Menuai Polemik, Kadisdik Kota Kupang Minta Maaf

Surat Imbauan soal Maraknya Penculikan Anak Menuai Polemik, Kadisdik Kota Kupang Minta Maaf

Regional
Heboh Kabar Penculikan Anak di Ruteng, Begini Respons Polres Manggarai

Heboh Kabar Penculikan Anak di Ruteng, Begini Respons Polres Manggarai

Regional
Sampah IKN Diakomodir DLH Penajam Paser Utara Sampai 2024

Sampah IKN Diakomodir DLH Penajam Paser Utara Sampai 2024

Regional
Kuasa Hukum Tersangka Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur Minta Penumpang Audi A6 Diperiksa Ulang

Kuasa Hukum Tersangka Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur Minta Penumpang Audi A6 Diperiksa Ulang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.