Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tarif Angkot di Balikpapan Naik, Organda: Mending Beri BLT, Kami Sudah Mau Gulung Tikar

Kompas.com - 24/09/2022, 12:01 WIB
Ahmad Riyadi,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Nasib para sopir angkutan kota (angkot) di Balikpapan semakin di ujung tanduk. Apalagi adanya kenaikan BBM membuat para sopir angkot semakin tercekik. Bagaimana tidak, sebelum adanya kenaikan tarif saja, penumpang angkot bisa dihitung jari.

Diketahui, saat ini tarif angkot naik menjadi Rp 8000 sekali jalan tergantung dari rute yang ditempuh. Tertinggi penumpang harus merogoh kocek sebesar Rp 14.000 jika rute yang ditempuh cukup jauh sesuai nomor trayek.

Menanggapi hal ini, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Balikpapan, Mubar Yahya tidak setuju dengan opsi kenaikan tarif angkot.

Baca juga: Tekan Inflasi, Dinas Pertanian Nunukan Bagikan Beras Gratis untuk 100 Sopir Angkot

Sebab hal itu bukan menjadi solusi lantaran kondisi operasional angkot sendiri saat ini sudah terseok-seok karena harus bersaing dengan taksi online ataupun ojek online.

“Kalau masalah tarif angkot, saya enggak setuju. Karena dengan kondisi sekarang aja penumpangnya itu 1 atau 2 aja. Apalagi tarifnya dinaikan, ya 0 atau 1 aja penumpangnya,” katanya pada Sabtu (24/9/2022).

Lalu bagaimana nasib para sopir angkot? Mubar mengatakan harusnya pemerintah turut memprioritaskan para sopir angkot.

Yakni dengan memprioritaskan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) baik dari pusat, Provinsi maupun daerah itu sendiri. Dari bantuan tersebut dirasa sangat bermanfaat ketimbang menaikkan tarif angkot.

“Nah kan ada BLT, itu kita mengharapkan bahwa BLT itu diprioritaskan juga ke sopir angkot. Kalau bisa ditambahkan. Misalnya BLT pusat itu Rp 300.000, ya BLT tingkat Provinsi juga Rp 300.000 dan daerah misalnya Rp 300.000 juga, jadi ya mending begitu. Pertimbangannya ya karena kalau menaikkan tarif, kondisinya itu penumpang sudah tinggal satu atau dua orang saja,” jelasnya.

Sejauh ini memang belum semua sopir angkot tersentuh BLT. Mubar sendiri belum mengetahui pasti siapa saja dan berapa jumlah sopir angkot yang belum mendapatkan BLT. Namun ia berharap pemerintah turut memperhatikan dan memprioritaskan nasib para sopir pasca BBM naik.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa hingga Sopir Angkot Berunjuk Rasa di Tangerang

“Untuk BLT itu belum semua sopir itu dapat. Kami belum tahu lagi ini kabar BLT nya, juga belum ada informasi soal itu (BLT). Ya kalaupun misalnya belum ya tolong lah diprioritaskan,” tuturnya.

Berbicara kondisi angkot di Balikpapan, Mubar mengatakan bahwa nasib angkot sudah sangat memprihatinkan.

Banyak dari pengusaha angkot justru gulung tikar dan berganti bisnis lain. Tak sedikit dari angkot yang dijual oleh pemiliknya atau pun hanya menganggur di rumah.

Hal ini terlihat dari jumlah angkot sebelumnya di Balikpapan sebanyak 2.000 unit, kini tersisa sekitar 700 unit saja yang masih beroperasi di jalan. Sehingga pemerintah diminta turut prihatin dan mencari solusi terbaik guna menyelamatkan nasib para sopir angkot.

“Sedih, penumpangnya sedikit. Malah ada yang gulung tikar, dan ada yang angkotnya sudah jadi besi tua,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Jeritan Penyedia Bus Pariwisata, Setelah 'Dihajar' Pandemi, Kini Terdampak Larangan 'Study Tour'

Jeritan Penyedia Bus Pariwisata, Setelah "Dihajar" Pandemi, Kini Terdampak Larangan "Study Tour"

Regional
Survei Pilkada Sumut: Bobby Nasution Raih Elektabilitas Tertinggi

Survei Pilkada Sumut: Bobby Nasution Raih Elektabilitas Tertinggi

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Gunakan Badan Jalan, Lapak Pedagang di Pasar Lama Banjarmasin Dibongkar

Gunakan Badan Jalan, Lapak Pedagang di Pasar Lama Banjarmasin Dibongkar

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Regional
Seorang Kakek di Ngada NTT Tewas Dianiaya Saat Mengikuti Ritual Adat

Seorang Kakek di Ngada NTT Tewas Dianiaya Saat Mengikuti Ritual Adat

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Rabu 29 Mei 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Ringan

Regional
Tak Naikkan UKT, Itera Pakai Indikator Kemampuan Orangtua Mahasiswa

Tak Naikkan UKT, Itera Pakai Indikator Kemampuan Orangtua Mahasiswa

Regional
Dugaan Korupsi Disdik Sumbar, Jumlah Tersangka Bisa Bertambah

Dugaan Korupsi Disdik Sumbar, Jumlah Tersangka Bisa Bertambah

Regional
PDI-P Bisa Usung Calon Tanpa Koalisi di Pilkada Jateng

PDI-P Bisa Usung Calon Tanpa Koalisi di Pilkada Jateng

Regional
Penjabat Gubernur Papua Selatan Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Pj Bupati Mappi

Penjabat Gubernur Papua Selatan Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Pj Bupati Mappi

Regional
Hadiri Penjaringan Pilkada di Gerindra, Wali Kota Semarang Paparkan Visi Misi

Hadiri Penjaringan Pilkada di Gerindra, Wali Kota Semarang Paparkan Visi Misi

Regional
Kisah Purnamigran Asal Sumbawa, Tinggalkan Profesi Guru Honorer demi Bangun Bisnis Ikan Asin Beromzet Rp 10 Juta

Kisah Purnamigran Asal Sumbawa, Tinggalkan Profesi Guru Honorer demi Bangun Bisnis Ikan Asin Beromzet Rp 10 Juta

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com