Kompas.com - 01/09/2022, 22:18 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron menyebut, pihaknya akan memonitor kasus dugaan korupsi di RSUD Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang merugikan negara Rp 1,7 miliar dan Rp 2,7 miliar.

Kasus korupsi tersebut telah menyeret Direktur RSUD Lombok Tengah, Muzakir Langkir, sebagai tersangka. Langkir menyebut, sebagian uang hasil korupsi mengalir ke bupati Lombok Tengah dan wakilnya. Bahkan, sebagian disebut ada yang mengalir ke pihak kejaksaan.

"Kita akan berkoordinasi dengan kejaksaan negeri setempat karena memang kalau sudah ditangani oleh aparat penegak hukum yang lain, baik kejaksaan atau polisi, KPK akan memonitor dan melakukan koordinasi, sejauh mana progres maupun tahapannya. Apakah lancar tak ada kendala. Kalau ada kendala kami tentu akan mensuport," kata Ghufron di Mataram, Kamis (1/9/2022).

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Direktur RSUD Lombok Tengah Sebut Dana Mengalir ke Bupati

Ada dua perkara dugaan korupsi di RSUD Lombok Tengah yang sedang bergulir. Yakni, korupsi pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan kerugian negara Rp 1,7 miliar dan penyimpangan biaya Unit Transfusi Darah (UTD) dengan kerugian negara mencapai Rp 2,7 miliar.

Dugaan penyimpangan biaya UTD telah diselidiki tim penyidik Kejari Lombok Tengah sejak 2021. Kasus itu berawal dari dugaan penyimpangan biaya pengganti pengolahan darah sebesar Rp 275.000 per kantong. Sementara yang tidak dibayarkan sebanyak 10.250 kantong darah sejak 2017. Total, biaya pengganti yang diduga dikorupsi sebesar Rp 2,7 miliar.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Direktur RSUD Praya Lombok Tengah Ditahan

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan korupsi lainnya, yaitu dugaan korupsi dana pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Lombok Tengah.

Respons Bupati Lombok Tengah

Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri enggan mengomentari soal namanya yang disebut menerima aliran dana dari Direktur RSUD Lombok Tengah, Muzakir Langkir.

"Jangan, jangan, bahaya itu. Sudahlah jangan buat masalah," katanya sembari menghindari kejaran wartawan.

Sementara itu, Kepala Kejari Lombok Tengah, Fadil Regan Wahid mempersilakan Langkir menunjukkan bukti ucapannya yang menyebut sebagian dana korupsi mengalir ke pihak kejaksaan.

"Silakan saja tersangka bicara apa ya, yang penting ada pembuktiannya," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Erupsi, Jalur Lumajang-Malang Putus Total

Gunung Semeru Erupsi, Jalur Lumajang-Malang Putus Total

Regional
Dusun Kajar Kuning di Lumajang Tertimbun Material Abu Vulkanik Erupsi Semeru

Dusun Kajar Kuning di Lumajang Tertimbun Material Abu Vulkanik Erupsi Semeru

Regional
AHY Dijadwalkan Kunjungi Kupang, Bertemu Kader Demokrat dan Sampaikan Kuliah Umum

AHY Dijadwalkan Kunjungi Kupang, Bertemu Kader Demokrat dan Sampaikan Kuliah Umum

Regional
Remaja di Lombok Barat Hilang Terseret Arus Saat Mandi di Sungai

Remaja di Lombok Barat Hilang Terseret Arus Saat Mandi di Sungai

Regional
Pernikahan Nurdin dan Nida di Antara Puing Reruntuhan Gempa Cianjur...

Pernikahan Nurdin dan Nida di Antara Puing Reruntuhan Gempa Cianjur...

Regional
Peneliti ITS Jelaskan Mengapa Jepang Waspada Tsunami Pasca Erupsi Gunung Semeru

Peneliti ITS Jelaskan Mengapa Jepang Waspada Tsunami Pasca Erupsi Gunung Semeru

Regional
Milad GAM di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Pangdam dan Kapolda Turut Hadir

Milad GAM di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Pangdam dan Kapolda Turut Hadir

Regional
Bus Terjun ke Jurang di Magetan, Ini 22 Nama Korban Selamat yang Dirawat di Puskesmas Plaosan

Bus Terjun ke Jurang di Magetan, Ini 22 Nama Korban Selamat yang Dirawat di Puskesmas Plaosan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 4 Desember 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 4 Desember 2022

Regional
Erupsi Gunung Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari

Erupsi Gunung Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari

Regional
Tragedi Bus Wisata Terjun ke Jurang di Magetan, Warga Manyaran Semarang Pasang Tenda Duka

Tragedi Bus Wisata Terjun ke Jurang di Magetan, Warga Manyaran Semarang Pasang Tenda Duka

Regional
Euforia Warga Maluku Saat Piala Dunia dan Fanatisme kepada Timnas Belanda

Euforia Warga Maluku Saat Piala Dunia dan Fanatisme kepada Timnas Belanda

Regional
Diduga Simpan 30 Paket Sabu, Pegawai Honorer di Manado Ditangkap Polisi

Diduga Simpan 30 Paket Sabu, Pegawai Honorer di Manado Ditangkap Polisi

Regional
Keluarga Napi Bunuh Diri di Lampung Sebut Ada Ancaman, Lapas Narkotika Investigasi Internal

Keluarga Napi Bunuh Diri di Lampung Sebut Ada Ancaman, Lapas Narkotika Investigasi Internal

Regional
5 Hari Pencarian, Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.