Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Razia Peserta Aksi Tolak DOB dan Otsus oleh PRP di Jayapura

Kompas.com - 14/07/2022, 09:44 WIB
Roberthus Yewen,
Andi Hartik

Tim Redaksi

JAYAPURA, KOMPAS.com - Petugas Kepolisian Resor (Polres) Jayapura, Papua, merazia peserta aksi demonstrasi tolak Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Otonomi Khusus (Otsus), Kamis (14/7/2022). Razia ini untuk mencegah hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung. 

Aksi itu dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP). Aksi akan berlangsung di Kabupaten Jayapura.

Sementara itu, razia oleh petugas polisi berlangsung di Jalan Raya Sentani-Abepura, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Jayapura, AKP Elias Endang mengatakan, pelaksanaan kegiatan patroli dan razia ini berjalan aman dan kondusif.

Baca juga: Demo Tolak DOB Akan Kembali Dilakukan, Kapolresta Jayapura: Kami Tak Izinkan

“Ini mengatakan bahwa situasi kamtibmas saat ini masih aman terkendali, namun sehubungan dengan adanya rencana kegiatan aksi demo tolak DOB dan Otsus oleh kelompok PRP yang akan melaksanakan unjuk rasa di Jayapura,” kata Elias, Kamis pagi.

Menurut Elias, patroli dan razia yang dilaksanakan ini adalah untuk mencegah dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat pelaksanaan demo.

Baca juga: Anggota DPR Usul Pemerintah Segera Terbitkan Perppu Pemilu Terkait DOB Papua

“Kami melakukan rasia ini untuk mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi saat pelaksanaan demo tolak DOB dan Otsus yang dilakukan oleh PRP,” tuturnya.

Dia menyatakan, pihaknya terus melakukan upaya preventif dengan memberikan imbauan untuk tak melakukan aksi unjuk rasa.

"Kita akan melaksanakan sweeping di tempat ini untuk mencegah adanya massa yang akan turun demo DOB oleh kelompok PRP secara humanis,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. Yakni, Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Soal Hibah Pembangunan Gedung Baru Senilai Rp 7,3 M, Kejari Blora: Gedung Sempit

Soal Hibah Pembangunan Gedung Baru Senilai Rp 7,3 M, Kejari Blora: Gedung Sempit

Regional
Miring Sejak 2018, Jembatan Dermaga Sei Nyamuk di Pulau Sebatuk Ambruk

Miring Sejak 2018, Jembatan Dermaga Sei Nyamuk di Pulau Sebatuk Ambruk

Regional
Kesaksian Korban Truk Terguling di Kebumen: Remnya Blong, Bannya Bocor

Kesaksian Korban Truk Terguling di Kebumen: Remnya Blong, Bannya Bocor

Regional
Profil Gunung Ruang, dari Lokasi hingga Sejarah Erupsi

Profil Gunung Ruang, dari Lokasi hingga Sejarah Erupsi

Regional
BKSDA Bengkulu Berharap Warga Tak Pancing dan Matikan Buaya

BKSDA Bengkulu Berharap Warga Tak Pancing dan Matikan Buaya

Regional
Anggota DPRD Kota Serang Bakal Dapat 2 Baju Dinas Seharga Rp 8 Juta

Anggota DPRD Kota Serang Bakal Dapat 2 Baju Dinas Seharga Rp 8 Juta

Regional
Terjadi Hujan Kerikil dan Pasir Saat Gunung Ruang Meletus

Terjadi Hujan Kerikil dan Pasir Saat Gunung Ruang Meletus

Regional
Pemkab Agam Anggarkan Rp 2,2 Miliar untuk Rehabilitasi 106 Rumah

Pemkab Agam Anggarkan Rp 2,2 Miliar untuk Rehabilitasi 106 Rumah

Regional
Kronologi Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Korban Sempat Diajak Berbelanja

Kronologi Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Korban Sempat Diajak Berbelanja

Regional
Sederet Fakta Kasus Ibu dan Anak di Palembang Dibunuh Mantan Pegawai Suami

Sederet Fakta Kasus Ibu dan Anak di Palembang Dibunuh Mantan Pegawai Suami

Regional
Pembunuhan Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar Diduga Direncanakan

Pembunuhan Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar Diduga Direncanakan

Regional
Polisi Sebut Hasil Otopsi Kematian Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar karena Dicekik

Polisi Sebut Hasil Otopsi Kematian Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar karena Dicekik

Regional
Sering Campuri Urusan Rumah Tangga Anaknya, Mertua di Kendari Tewas Dibunuh Begal Suruhan Menantu

Sering Campuri Urusan Rumah Tangga Anaknya, Mertua di Kendari Tewas Dibunuh Begal Suruhan Menantu

Regional
Keruk Pasir Laut di Pelabuhan Nelayan Bangka, Negara Bisa Raup Rp 20 M

Keruk Pasir Laut di Pelabuhan Nelayan Bangka, Negara Bisa Raup Rp 20 M

Regional
Ratusan Kerbau di Sumsel Mati Terpapar Penyakit Ngorok, 10.000 Dosis Vaksin Disiapkan

Ratusan Kerbau di Sumsel Mati Terpapar Penyakit Ngorok, 10.000 Dosis Vaksin Disiapkan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com