Berkenalan dengan Si Patok, Elang Bermata Satu di TWA Gunung Tunak NTB

Kompas.com - 08/06/2022, 13:20 WIB

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com- Menelusuri keindahan dan keunikan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, memang tak akan ada habisnya.

Siapa sangka, di balik keindahan kawasan ini, ada sejumlah cerita unik yang luput dari perhatian.

Salah satunya adalah cerita si Patok, seekor elang laut di kawasan penangkaran satwa Gunung Tunak.

Baca juga: Melihat Keindahan Sunset di Atas Bukit Tunak, Tak Kalah dari Pantai Kuta Mandalika

Patok tampak lahap memakan daging yang diberikan padanya di bibir hutan tempat penangkaran satwa. Tubuhnya tampak gagah dengan paruh yang terlihat kuat.

Anwar (45), sang penjaga menunjukkan bulu berwarna merah coklat tua Patok yang padat dengan nuansa hitam di beberapa titik. Terdapat warna putih di bagian leher satwa tersebut. 

"Dia sudah kenyang, sekarang pasti tenang, jadi pada siapa pun dia akan jinak," katanya sambil memandang Patok yang berdiri di tangannya, Senin (6/5/2022).

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 7 Juni 2022

Anwar mengatakan, elang laut dengan nama latin Haliaeetus leucogaster itu dikenal memiliki keunggulan berupa daya tahan hidup yang sangat kuat.

Namun, peluru pemburu pernah menembus mata kiri Patok hingga satwa tersebut kini harus bertahan hidup hanya dengan satu mata.

"Tahun 2020 lalu matanya ditembak pemburu, ada luka di matanya, dan saya merawat dia hingga saat ini," katanya sambil menunjukkan satu mata Patok yang hilang.

Baca juga: Video Call Sex Diduga Pejabat ASN Dinsos Lombok Utara Beredar di Medsos, Sekda: Sudah Kami Panggil

 

inilah Patok si Elang Laut yang kehilangan satu bola matanya karena kejahatan para pemburu. Patok tetap dirawat dan dijaga dengan cinta oleh Anwar (45) sang penjaga Satwa di kawasan TWA Gunung Tunak, Lombok Tengah. Saat difoto, Sinin (7/6/3022) Patok nampak jinak dan sangat bersahabat dengan matanya yang tetap tajam.FITRI R inilah Patok si Elang Laut yang kehilangan satu bola matanya karena kejahatan para pemburu. Patok tetap dirawat dan dijaga dengan cinta oleh Anwar (45) sang penjaga Satwa di kawasan TWA Gunung Tunak, Lombok Tengah. Saat difoto, Sinin (7/6/3022) Patok nampak jinak dan sangat bersahabat dengan matanya yang tetap tajam.
Tatapan Patok tetap tajam, meski satu matanya terluka parah.

Patok adalah satwa langka yang disebut hanya satu-satunya di kawasan TWA Gunung Tunak.

Dia dibiarkan hidup liar di hutan belantara kawasan Gunung Tunak yang juga dikelilingi bukit dan lautan nan cantik.

Elang laut seperti Patok, kata Anwar, akan sangat mudah beradaptasi karena lingkungan yang terjaga.

"Gunung Tunak ini surga bukan hanya bagi kita yang menyukai keindahannya tapi juga bagi satwa, mereka hidup dipantau tapi bebas di alam liar," katanya.

Baca juga: Melihat TPA Kebon Kongok di Lombok, Sampah Sudah Melebihi Kapasitas, Perluasan Ditolak Warga

Pernah dirawat wisatawan Italia

Anwar bercerita, menjinakkan burung predator seperti Patok, bukan hal yang mudah.

Perlu kesabaran karena dibutuhkan waktu yang tak singkat untuk saling mengenal.

Anwar mengenang, saat mata Patok ditembak pemburu, elang malang ini ditemukan oleh seorang wisatawan asal Italia bernama illaria Gallo, di kawasan pantai Kuta.

Wisatawan itulah yang merawat dan memberi pertolongan pertama pada Patok.

Dia memberikan obat pada matanya dan kemudian menyerahkan pada petugas Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) di Gunung Tunak.

"Kondisi Patok sangat lemah ketika dia baru diserahkan oleh wisatawan asal Italia itu, jelas dia sudah tidak bisa terbang dengan normal Karen matanya yang luka parah," kenang Anwar.

Baca juga: Jumlah Elang Jawa Bertambah, Ekosistem Gunung Ciremai Diklaim Membaik

Patok kesulitan kembali berburu di tengah laut dengan satu mata, karena letak kekuatan elang laut ada pada mata dan cengkraman.

"Awalnya memberi makan sulit karena selalu mematok, karena naluri memburunya mungkin ya, tapi lama-lama dia paham bagaimana cara menerima makanan dengan cara disuap, karena itulah saya beri nama dia Patok, suka mematok saya," kata Anwar.

Patok kembali mulai dari nol, dirawat seperti bayi elang, diurus makanan dan kesehatannya secara perlahan dan detail.

Tujuannya, supaya infeksi di matanya tak menyebar akibat peluru yang menembus mata kirinya itu.

Si Patok makan dua kali dalam sehari pagi dan sore hari. Kini, usai kondisinya pulih, berat tubuh Patok sekitar tiga kilogram.

Meski sangat lahap, Patok hingga kini belum bisa berburu.

Anwar mengatakan, sangat menikmati pekerjaannya mengurus satwa di Gunung Tunak.

Dia telah lima tahun mengabdi sebagai penjaga satwa dan mendapat gaji sesuai UMP dari BKSDA NTB, meski bukan sebagai ASN.

Selain mengurus Patok, Anwar juga harus merawat dan memberi makan 47 ekor rusa dari Timor atau Cervus timorensis, bersama petugas lainnya.

Baca juga: Puluhan Warga Lombok Tengah Diduga Keracunan Nasi Bungkus Hajatan

 

TWA Gunung Tunak memiliki luas 1,217 hektar yang diapit oleh barusan bukit bukit dan hutan, serta hamparan laut yang tenang.FITRI R TWA Gunung Tunak memiliki luas 1,217 hektar yang diapit oleh barusan bukit bukit dan hutan, serta hamparan laut yang tenang.
Menjaga Gunung Tunak

Juru bicara BKSDA NTB, Ivan Juhandra mengatakan, sejumlah satwa endemik dan langka di kawasan Gunung Tunak dibiarkan hidup di alam liar, seperti elang laut, burung Gosong, Moyung atau jenis rusa khas Lombok.

Jenis rusa ini berbeda dengan rusa lain dalam penangkaran, mereka memiliki bulu yang merah tua kecoklatan, kemudian tubuhnya lebih tinggi dan besar dibanding rusa timor, serta daya lompatnya yang luar biasa jauh.

Ivan mengatakan, kawasan TWA Gunung Tunak akan terus dikembangkan bersama masyarkat lokal terutama dalam upaya menjaga hutan dan satwanya.

"Itulah keuntungan kita bisa bekerja sama dengan masyarakat lokal yang turut menjaga kawasan ini, " kata Ivan.

Baca juga: Bangunan SDN di Lombok Tengah Ambruk, Kondisi Sudah Retak Sejak Gempa

TWA Gunung Tunak memang dikelola oleh BKSDA dan dioperasikan oleh kelompok masyarakat di Desa Mertak. BKSDA menempatkan sejumlah personel di kawasan ini.

"Personel KSDA ditempatkan di kawasan ini, tugasnya untuk membantu mengatur kegiatan kelompok masyarakat di kawasan ini, agar terkelola dengan baik, apalagi arah kawasan ini lebih pada pengembangan wisata alamnya," kata Ivan.

Keberadaan satwa dan tumbuhan yang dilindungi di kawasan ini, menurut Ivan, menjadi fokus utama pengembangan kawasan TWA, sehingga pengelolaannya tidak terfokus pada penginapan dengan jumlah kamar yang banyak.

Hanya ada 10 kamar dan selebihnya adalah lokasi camping atau glamping di kawasan Gunung Tunak.

"Ini untuk menjaga kawasan hutan kita, jika dilihat saja dari google earth yang nampak hijau hanya kawasan TWA Gunung Tunak, sementara lainnya sudah tidak hijau lagi, jadi hutan datar di kawasan selatan di Lombok Tengah ini satu-satunya TWA Tunak," jelas Ivan.

Terjaganya kawasan TWA Hutan Tunak akan berdampak besar bagi satwa langka dan dilindungi yang masih tersisa di Lombok.

Kawasan TWA Gunung Tunak seluas 1.217 hektar, terdiri dari barisan perbukitan dengan gamping purba yang khas, mengapit dua teluk di kawasan tersebut.

Pesona laut yang indah dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia menambah keindahan tempat itu.

Memiliki hutan tropis dengan flora dan fauna endemik yang masih terjaga, Gunung Tunak mampu memikat tidak hanya wisatawan, tapi juga para peneliti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda NTB Minta Usut Tuntas Kasus Polisi Edarkan Sabu di Bima

Polda NTB Minta Usut Tuntas Kasus Polisi Edarkan Sabu di Bima

Regional
Viral Aksi Balap Liar Mobil di Solo Meresahkan Warga, Gibran dan Polisi Bakal Cari Pelaku

Viral Aksi Balap Liar Mobil di Solo Meresahkan Warga, Gibran dan Polisi Bakal Cari Pelaku

Regional
Cerita Warga Tegal Antusias Tukar Uang Kertas Baru: Lebih Simpel dan Warnanya Lebih Segar

Cerita Warga Tegal Antusias Tukar Uang Kertas Baru: Lebih Simpel dan Warnanya Lebih Segar

Regional
Jatuh Saat Mendaki Rinjani, Pendaki Asal Israel Dilaporkan Meninggal

Jatuh Saat Mendaki Rinjani, Pendaki Asal Israel Dilaporkan Meninggal

Regional
Kapolda Jateng Ancam Ganti Kapolres yang Tak Tegas Terhadap Judi

Kapolda Jateng Ancam Ganti Kapolres yang Tak Tegas Terhadap Judi

Regional
Pemkot Padang Beri Hadiah Perjalanan Umrah untuk 44 ASN Berprestasi

Pemkot Padang Beri Hadiah Perjalanan Umrah untuk 44 ASN Berprestasi

Regional
Ramai-ramai Bongkar Bisnis Judi di Sumut, Sumbar, Jatim, hingga Jakarta, Ratusan Bandar dan Pejudi Ditangkap

Ramai-ramai Bongkar Bisnis Judi di Sumut, Sumbar, Jatim, hingga Jakarta, Ratusan Bandar dan Pejudi Ditangkap

Regional
Gedung SMA 1 Sikur Lombok Timur Terbakar, Kerugian Capai Rp 250 Juta

Gedung SMA 1 Sikur Lombok Timur Terbakar, Kerugian Capai Rp 250 Juta

Regional
KLHK Keluarkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Maleo Senkawor

KLHK Keluarkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Maleo Senkawor

Regional
Korban Pencabulan Guru SD di Lombok Utara Capai 17 Orang, Pelaku Bermodus Minta Siswi Hafalkan Pancasila

Korban Pencabulan Guru SD di Lombok Utara Capai 17 Orang, Pelaku Bermodus Minta Siswi Hafalkan Pancasila

Regional
Penukaran Uang Baru di Alun-alun Purwokerto Disambut Antusias, Warga: Seperti Uang Mainan

Penukaran Uang Baru di Alun-alun Purwokerto Disambut Antusias, Warga: Seperti Uang Mainan

Regional
Terlibat Jaringan Pencurian Mobil dan Motor, Mantan Polisi di Sumsel Ditembak

Terlibat Jaringan Pencurian Mobil dan Motor, Mantan Polisi di Sumsel Ditembak

Regional
Buron 3 Tahun, Koruptor Dana BOS di Kepulauan Aru Ditangkap

Buron 3 Tahun, Koruptor Dana BOS di Kepulauan Aru Ditangkap

Regional
Soal Brigjen NA Tembak Kucing di Bandung, Ridwan Kamil: Kewenangannya Ada di TNI

Soal Brigjen NA Tembak Kucing di Bandung, Ridwan Kamil: Kewenangannya Ada di TNI

Regional
Gibran Kembali Positif Covid-19, Tertular dari Pembantu di Rumahnya

Gibran Kembali Positif Covid-19, Tertular dari Pembantu di Rumahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.