Kompas.com - 27/05/2022, 17:37 WIB

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Indonesia mempunyai kewajiban terkait pemanfaatan energi ramah lingkungan.

“Tapi tak usah dimulai dengan skala yang besar dulu, karena yang skala besar biasanya prosesnya lama. Saya senang walau skala kecil, tapi konkret," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/5/2022).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan tersebut usai melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris, Selasa (25/5/2022).

Di London, Kang Emil bertemu dengan sejumlah pihak untuk menjajaki kerja sama di bidang pendidikan, energi baru terbarukan, teknologi, dan ekonomi kreatif (ekraf).

Salah satunya adalah pertemuan Ryse Energy, yakni perusahaan yang fokus di bidang energi baru terbarukan dan solusi sistem pembangkit energi on dan off-grid untuk lingkungan perkotaan dan perdesaan.

Ryse Energy merupakan perusahaan pengembang energi baru terbarukan dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).

Baca juga: Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

"Ini juga merupakan komitmen Jabar untuk mengurangi emisi karbon dengan langkah-langkah nyata dan jangka panjang,” tegasnya.

Dia menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar merencanakan pengembangan PLTB pada Juni 2022 dengan kembali melakukan survei di beberapa lokasi.

Kang Emil menyebutkan, hal tersebut sudah pernah dibahas dengan Ryse Energy. Bahasan yang dimaksud adalah perusahaan tersebut ingin membuat uji coba di Jabar dan Pemprov Jabar sudah menindaklanjuti dengan melakukan survei di beberapa lokasi.

Kepala Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih yang turut mendampingi Gubernur mengatakan, ada beberapa lokasi yang potensial, tapi juga perlu dilakukan sejumlah langkah untuk dilakukan.

Beberapa langkah itu, antara lain mencari mitra yang bisa bekerja sama dengan Ryse Energy dan yang memungkinkan seperti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar.

Baca juga: Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Lebih lanjut, Kang Emil bersama Kepala Dinas ESDM Jabar dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar juga bertemu dengan pihak University of Nottingham.

Pertemuan itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari penjajakan kerja sama penurunan emisi karbon di bidang transportasi.

Pemprov Jabar dan University of Nottingham telah menandatangani letter of intent (LOI) pada September 2021.

Keduanya sepakat untuk melakukan kerja sama timbal balik dalam bidang penelitian, pengembangan peta jalan kendaraan listrik, model bisnis, dan infrastruktur kendaraan listrik dalam negeri di Jabar.

Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan University of Nottingham Bagus Muljadi mengatakan, pihaknya ingin membantu perusahaan-perusahaan menengah kecil berbasis teknologi agar dapat menjadi rantai pasok untuk kendaraan listrik.

Baca juga: Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

“Hal ini tentunya dengan berkolaborasi dengan universitas yang ada di Indonesia,” katanya yang juga menjabat sebagai Koordinator UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences itu.  

Adapun riset yang akan dilakukan mencakup pengembangan model usaha stasiun pengisian kendaraan listrik dan implementasinya, serta  pemanfaatan energi baru terbarukan di Jawa Barat.

Untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) direncanakan dilakukan dalam waktu dekat.

Kerja sama di bidang ekraf

Selain di sektor energi, Kang Emil juga menjajaki kerja sama di bidang ekraf. Ia bertemu dengan Penasihat Ekonomi Kreatif di London John Newbigin.

“Ekraf belum ada organisasi secara internasional yang bisa mewadahi berbagai potensi, membangun jaringan, serta mengembangkannya secara maksimal," katanya.

Kang Emil menilai, wadah yang kerap digelar biasanya konferensi tahunan dan bersifat rutin. Menurutnya, kegiatan yang digelar dalam skala global jarang digelar.

Baca juga: Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

“Kita ada rencana berkoalisi, tapi bukan koalisi politik, melainkan berkoalisi untuk membuat ekonomi kreatif agar mempunyai impact yang lebih besar,” terangnya.

Pada Oktober 2022 direncanakan digelar deklarasi di Bali pendirian organisasi koalisi ekonomi kreatif dunia.

"Saya berharap, kita dapat bekerja sama menciptakan sebuah organisasi baru yang  mempunyai dampak lebih global bagi ekonomi kreatif di seluruh pelosok negeri, khususnya di Indonesia dan Inggris," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.