Kompas.com - 18/04/2022, 11:11 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) Edi Rusdi Kamtono memastikan, penyelenggaraan festival meriam karbit di Sungai Kapuas tahun ini kembali ditiadakan.

Ini merupakan tahun ketiga Pemkot Pontianak tidak menggelar festival rutin jelang Idul Fitri tersebut karena pandemi Covid-19.

Kendati demikian, ucap Edi, masyarakat diperkenankan untuk menyalakan meriam karbit di akhir bulan Ramadhan sampai hari raya Idul Fitri.

"Kalau masyarakat ingin memainkan meriam karbit silakan, tetapi tahun ini kita tidak menggelar festival seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Dentuman Meriam Karbit Saling Bersahutan, Tanda Lebaran di Pontianak Sudah Dekat

Menurut Edi, sejak awal pandemi Covid-19, yakni tahun 2020, festival yang banyak menyedot perhatian masyarakat ini sementara ditiadakan.

Langkah itu diambil sebagai upaya mencegah kerumunan orang di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Insya Allah tahun depan, kita akan gelar supaya lebih meriah lagi," ungkap Edi.

Meski permainan rakyat yang dimainkan di tepian Sungai Kapuas ini diperkenankan, tapi Edi berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Apabila ada warga yang merasa sakit atau tidak enak badan, sebaiknya tidak ikut memainkan atau menyaksikan permainan berbahan bakar karbit tersebut.

"Artinya warga masyarakat yang merasa sakit, kalau bisa jangan memaksakan diri untuk datang nonton atau berkerumun. Sebaiknya istirahat di rumah saja  untuk mengembalikan stamina," imbau Edi.

Baca juga: Meriam Karbit, Tradisi Menyambut Idul Fitri di Kota Pontianak

Meriam karbit sudah mengakar dalam tradisi masyarakat Kota Pontianak setiap Ramadhan dan malam menyambut hari raya Idul Fitri, terutama di kalangan masyarakat yang bermukim di tepian Sungai Kapuas.

Meriam karbit juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Meriam karbit terbuat dari bahan kayu dengan karbit sebagai bahan bakar untuk membunyikannya. Suara dentumannya menggelegar hingga terdengar dari jarak kejauhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1 Polisi Terluka Usai Paket Diduga Bom Meledak di Asrama Polisi Grogol Indah

1 Polisi Terluka Usai Paket Diduga Bom Meledak di Asrama Polisi Grogol Indah

Regional
Tekan Disparitas Harga di Pedalaman, Pemprov Kaltara Luncurkan SOA Barang ke Krayan

Tekan Disparitas Harga di Pedalaman, Pemprov Kaltara Luncurkan SOA Barang ke Krayan

Regional
Semburan Lumpur Setinggi 50 Meter Terjadi di Ogan Ilir Sumsel, Diduga Akibat Penggalian Sumur Bor

Semburan Lumpur Setinggi 50 Meter Terjadi di Ogan Ilir Sumsel, Diduga Akibat Penggalian Sumur Bor

Regional
Ledakan Diduga Bom di Asrama Polisi Sukoharjo, 1 Orang Terluka

Ledakan Diduga Bom di Asrama Polisi Sukoharjo, 1 Orang Terluka

Regional
Paket Diduga Bom Meledak di Asrama Polisi Grogol Indah, Sukoharjo

Paket Diduga Bom Meledak di Asrama Polisi Grogol Indah, Sukoharjo

Regional
Sempat Dinyatakan Hilang, Penumpang Pikap yang Terjun ke Jurang di Lampung Ditemukan, Begini Kondisinya

Sempat Dinyatakan Hilang, Penumpang Pikap yang Terjun ke Jurang di Lampung Ditemukan, Begini Kondisinya

Regional
Melaut saat Cuaca Buruk, Nelayan di Kalsel Ditemukan Tewas

Melaut saat Cuaca Buruk, Nelayan di Kalsel Ditemukan Tewas

Regional
Aipda S Pemilik Lahan Gudang BBM Ilegal di Palembang Ditahan, Kasus 'Tangki Kencing' Terbongkar karena Kebakaran

Aipda S Pemilik Lahan Gudang BBM Ilegal di Palembang Ditahan, Kasus "Tangki Kencing" Terbongkar karena Kebakaran

Regional
Siswi SMA di Lampung Ditodong Pistol lalu Dicabuli di Rumahnya, Kapolres: Pelaku Dijerat 3 Pasal

Siswi SMA di Lampung Ditodong Pistol lalu Dicabuli di Rumahnya, Kapolres: Pelaku Dijerat 3 Pasal

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 September 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 September 2022

Regional
Dialog Publik B20-G20 di Labuan Bajo, UMKM Didukung Berperan Penuh dalam Rantai Pasok Global

Dialog Publik B20-G20 di Labuan Bajo, UMKM Didukung Berperan Penuh dalam Rantai Pasok Global

Regional
Gempa M 5,5 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
3 Siswa SMA Riau Perkosa Anak di Bawah Umur secara Bergiliran di Rumah Kosong

3 Siswa SMA Riau Perkosa Anak di Bawah Umur secara Bergiliran di Rumah Kosong

Regional
Lelaki Tewas di Hutan Wosi Manokwari, Polisi Masih Tunggu Hasil Visum

Lelaki Tewas di Hutan Wosi Manokwari, Polisi Masih Tunggu Hasil Visum

Regional
Kecam Gubernur Lukas Enembe yang Suka Berjudi di Kasino, Tokoh Papua: Seharusnya Dia Memberi Teladan

Kecam Gubernur Lukas Enembe yang Suka Berjudi di Kasino, Tokoh Papua: Seharusnya Dia Memberi Teladan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.