Kompas.com - 15/03/2022, 08:41 WIB

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo membagikan pengalamannya saat berkemah di Ibu Kota Nusantara, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022).

Lewat unggahannya di akun Instagram pada Selasa (15/3/2022), Jokowi mengatakan bahwa cuaca di IKN cerah dan udaranya sejuk.

Baca juga: Penyatuan Tanah dan Air dari Seluruh Indonesia Selesai, Pembangunan IKN Resmi Dimulai

"Selamat pagi. Bagaimana rasanya bermalam di lokasi Ibu Kota Nusantara? Udara sejuk dan cuaca cerah tadi malam. Bulan menjelang purnama pun sampai terlihat dari sela pepohonan," ujar Jokowi, lewat unggahannya.

Baca juga: Sumber Tanah dan Air yang Dibawa Para Gubernur ke IKN, dari Pusat Bumi, Majapahit, hingga Kampung Akuarium

Jokowi juga membagikan cerita saat dirinya keluar dari tenda pada malam hari.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo serta sejumlah menteri yang ikut berkemah juga ikut menikmati udara malam IKN.

"Sekitar pukul sepuluh, saya keluar dari tenda. Pak Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI yang tendanya tak jauh dari, saya rupanya juga sedang di luar. Penghuni tenda-tenda lainnya, para menteri pun nimbrung," ujar Jokowi.

"Jadilah kami berbincang santai di bawah langit IKN yang cerah. Menjelang tengah malam, kami kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat," tulis Jokowi.

Seperti diketahui, Jokowi, rombongan menteri dan sejumlah pejabat negara menginap di IKN, Sepaku, usai sejumlah kegiatan termasuk proses penyatuan tanah dan air yang dibawa gubernur dari 34 provinsi di Indonesia, Senin (14/3/2022).

Awalnya, para gubernur yang menghadiri undangan hendak menginap di lokasi IKN Nusantara di Sepaku.

Namun, rencana itu batal karena kondisi lapangan dan sarana yang terbatas

"Karena sarana yang terbatas. Air, tenda, dan lahan yang tidak rata. Sehingga terbatas yang bisa dibangunkan tenda," ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, saat dikonfirmasi pada Senin siang. 

 

Dilihat dari unggahan Instagram Story Kepala Bappenas Suharso Monoarfa @suharsomonoarfa, di dalam tenda yang digunakan, tampak kasur busa dengan seprai warna putih yang dilengkapi sepasang bantal dan guling.

Selain itu, terdapat meja kecil yang di atasnya dilengkapi berbagai makanan ringan.

Kasetpres Heru Budi Hartono menuturkan, selain shower dan toilet duduk, tidak ada lagi fasilitas tambahan di kamar mandi lokasi kemah presiden dan para menteri.

Hanya ada enam kamar mandi yang disediakan untuk 30 orang yang berkemah di IKN. 

Heru mengatakan, tak ada suguhan istimewa selama Jokowi berkemah. Bahkan, mi instan menjadi salah satu menu untuk hidangan presiden dan para menteri. (Editor : Fitria Chusna Farisa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengaku Jadi Korban Pembacokan Begal, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi

Mengaku Jadi Korban Pembacokan Begal, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi

Regional
Rektornya Ditangkap Tangan, Unila Masih Tunggu Penjelasan KPK

Rektornya Ditangkap Tangan, Unila Masih Tunggu Penjelasan KPK

Regional
Capaian Vaksinasi Booster Kedua Covid-19 untuk Nakes di Solo Capai 67,81 Persen

Capaian Vaksinasi Booster Kedua Covid-19 untuk Nakes di Solo Capai 67,81 Persen

Regional
Setelah Buron 4 Tahun, Pelaku Pencabulan Keponakan Akhirnya Ditangkap di Tangerang

Setelah Buron 4 Tahun, Pelaku Pencabulan Keponakan Akhirnya Ditangkap di Tangerang

Regional
191 Hektare Cagar Alam Wae Wuul Kawasan Perlindungan Komodo Terbakar

191 Hektare Cagar Alam Wae Wuul Kawasan Perlindungan Komodo Terbakar

Regional
Ayah Brigadir J: Dia kan Belum Menikah, Tidak Ada Tanggungan, Wajar Tabungannya Rp 200 Juta

Ayah Brigadir J: Dia kan Belum Menikah, Tidak Ada Tanggungan, Wajar Tabungannya Rp 200 Juta

Regional
Polda Jateng Ungkap Kondisi Jalan Saat Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Batang-Pemalang

Polda Jateng Ungkap Kondisi Jalan Saat Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Batang-Pemalang

Regional
Tata Cara dan Lokasi Penukaran Uang Kertas Baru di Bangka Belitung

Tata Cara dan Lokasi Penukaran Uang Kertas Baru di Bangka Belitung

Regional
Seorang Remaja Tenggelam Saat Berenang di Sungai Rokan Riau

Seorang Remaja Tenggelam Saat Berenang di Sungai Rokan Riau

Regional
Kronologi 2 Siswi SMP di Jambi Berkelahi hingga Seorang Tewas

Kronologi 2 Siswi SMP di Jambi Berkelahi hingga Seorang Tewas

Regional
Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Pemalang-Batang, Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Pemalang-Batang, Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

Regional
Kisah Husein Mutahar Selamatkan Bendera Pusaka, Cabut Benang Jahitan dan Pisahkan Kain Merah Putih

Kisah Husein Mutahar Selamatkan Bendera Pusaka, Cabut Benang Jahitan dan Pisahkan Kain Merah Putih

Regional
Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Regional
Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Regional
Di Balik Viralnya 'Ojo Dibandingke' dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Di Balik Viralnya "Ojo Dibandingke" dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.