Kisah Sekolah di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Hanya Punya 3 Kelas dan 2 Guru

Kompas.com - 04/03/2022, 18:25 WIB

 

Awalnya SD hanya di Yuruf

Mengingat jarak tempuh dari Kampung Akarenda ke SD YPPK Amgotro-Yuruf yang cukup jauh, maka pada 2017 SD kelas jauh milik YPPK ini dibangun di Kampung Akarenda.

Anak-anak yang berada di Kampung Akarenda dan Nindifae biasanya datang ke Kampung Yuruf untuk menempuh pendidikan di SD YPPK Amgotro-Yuruf.

“Sebelum adanya jalan, kami biasa jalan kaki sekitar 3-4 jam dari Kampung Akarenda untuk menempuh pendidikan di SD YPPK Amgotro-Yuruf di Kampung Yuruf,” kata salah satu alumnus SD YPPK Amgotro-Yuruf, Avelinus Korey.

Saat ini, sudah ada jalan raya menuju Akarenda. Meski jalan belum diratakan dengan baik, masyarakat bisa menempuh perjalanan menggunakan mobil dobel gardan.

Selain itu, sudah dibukanya SD kelas jauh di Akarenda, dapat mempermudah anak-anak untuk bersekolah, dibandingkan harus ke Kampung Yuruf yang cukup jauh.

“Memang jalan sudah masuk, tetapi hanya bisa dilalui mobil-mobil tertentu. Jika hujan kendaraan tidak bisa lewat. Nanti kalau panas baru bisa lewat pakai kendaraan ke kampung,” ujar Avelinus.

Avelinus yang kini sudah mahasiswa itu masih ingat bagaimana ia dan teman-teman harus berjalan kaki dari Kampung Akarenda menuju Kampung Yuruf.

“Nanti kami sekolah di Yuruf sampai libur semester barulah kami akan berjalan kaki kembali ke kampung di Akarenda dan Nindifae untuk berlibur,” ucapnya.

Baca juga: 9 Tahun Jadi Buronan, Terpidana Korupsi Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom Ditangkap di Bali

Hanya dua guru pembantu

Sejak dibukanya SD YPPK kelas jauh di Kampung Akarenda pada 2017 hingga saat ini, hanya ada dua guru pembantu yang dengan hati melayani dan mengajar anak-anak dari dua kampung ini di Akarenda.

Mereka adalah Ardilaus Orambe dan Moses Balia. Mereka dengan sukarela mengajar anak-anak di SD kelas jauh Akarenda.

“Ada 2 orang guru pembantu ini bernama Ardilaus Orambe yang merupakan orang asli Akarenda dan Moses Balia yang berasal dari Kampung Nindifae di PNG, namun Moses sendiri sudah lama menetap di Akarenda,” kata Avelinus.

Guru Moses Balia merupakan anak asli Nindifae di PNG, tetapi telah bersekolah dan menyelesaikan pendidikan selama ini, mulai dari SD, SMP dan SMA di Indonesia, sehingga kembali menetap di Kampung Akarenda.

Tak hanya itu, Guru Moses memiliki keturunan dari Akarenda. Bapaknya berasal dari Kampung Nindifae di PNG dan mamanya berasal dari Amgotro di Akarenda, sehingga saat ini memilih untuk menetap di kampung di mana mamanya berasal.

“Saya sendiri berasal dari Kampung Nindifae, tetapi karena sudah sekolah dan besar di Kampung Akarenda,” kata Guru Moses dalam video berdurasi 29.59 menit yang ditayangkan melalui youtube milik SKPCK Fransiskan Papua.

Kedua guru ini mengajar dengan sukarela tanpa mendapatkan gaji yang jelas dari pemerintah ataupun pihak swasta. Mereka hanya mendapatkan honor yang diberikan dari Kepala Sekolah (Kepsek) SD YPPK Amgotro-Yuruf, itu pun tidak setiap bulan mereka dapatkan.

“Kami ajarkan adek-adek (anak-anak) dengan sukarela. Kami mengabdi dengan tulus, karena mereka ini adek-adek kami, sehingga kalau bukan kita yang mengajar mereka siapa lagi,” kata Moses dalam video tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spanduk Bergambar Ganjar-Erick yang Bertuliskan Capres-Cawapres 2024 Dicopot Satpol PP Kota Solo

Spanduk Bergambar Ganjar-Erick yang Bertuliskan Capres-Cawapres 2024 Dicopot Satpol PP Kota Solo

Regional
Kasus Bentrokan Warga di Maluku Tenggara, Polisi Kembali Tangkap Seorang Pelaku

Kasus Bentrokan Warga di Maluku Tenggara, Polisi Kembali Tangkap Seorang Pelaku

Regional
Penyakit Scabies Serang Anak-anak Sekolah Dasar di Banjarmasin, Dinkes Ungkap Penyebabnya

Penyakit Scabies Serang Anak-anak Sekolah Dasar di Banjarmasin, Dinkes Ungkap Penyebabnya

Regional
Jelang Nataru, Sejumlah Bahan Pokok di Purworejo Merangkak Naik

Jelang Nataru, Sejumlah Bahan Pokok di Purworejo Merangkak Naik

Regional
Evakuasi tiga Jenazah Korban Serangan KKB di Papua, Petugas Tempuh Jarak 27 Kilometer

Evakuasi tiga Jenazah Korban Serangan KKB di Papua, Petugas Tempuh Jarak 27 Kilometer

Regional
Tamu Hotel di Palembang Tewas karena Jatuh dari Lantai 5, Ternyata Didorong Pacar

Tamu Hotel di Palembang Tewas karena Jatuh dari Lantai 5, Ternyata Didorong Pacar

Regional
Orangtua di Nunukan Nekat Nikahkan Siri Anaknya yang Masih di Bawah Umur demi Dapatkan Rekomendasi Ini

Orangtua di Nunukan Nekat Nikahkan Siri Anaknya yang Masih di Bawah Umur demi Dapatkan Rekomendasi Ini

Regional
Tari Ketuk Tilu: Sejarah Singkat, Gerakan, dan Pertunjukan

Tari Ketuk Tilu: Sejarah Singkat, Gerakan, dan Pertunjukan

Regional
Bayi di Mamuju Ditemukan di Dalam Keresek di Tempat Pembuangan Sampah, Polisi Buru Pelaku

Bayi di Mamuju Ditemukan di Dalam Keresek di Tempat Pembuangan Sampah, Polisi Buru Pelaku

Regional
Targetkan 8 Kursi di DPRD Salatiga, Gerindra Wajibkan Caleg Miliki Akun Medsos

Targetkan 8 Kursi di DPRD Salatiga, Gerindra Wajibkan Caleg Miliki Akun Medsos

Regional
Curi Kamera dan Perhiasan Emas, Kakek Berusia 61 Tahun di NTT Ditangkap

Curi Kamera dan Perhiasan Emas, Kakek Berusia 61 Tahun di NTT Ditangkap

Regional
Dicabuli Ayah Tiri, Remaja di Tanah Bumbu Langsung Mengadu ke Ibunya

Dicabuli Ayah Tiri, Remaja di Tanah Bumbu Langsung Mengadu ke Ibunya

Regional
5 Pemuda di Sumbawa Ditangkap Polisi Saat Sedang Pesta Sabu

5 Pemuda di Sumbawa Ditangkap Polisi Saat Sedang Pesta Sabu

Regional
Siaran Analog Diputus, Masyarakat Pusing Cari STB dan Tak Bisa Pasang Sendiri

Siaran Analog Diputus, Masyarakat Pusing Cari STB dan Tak Bisa Pasang Sendiri

Regional
Obyek Wisata di Simeulue Aceh Ternyata Banyak Dikuasai WNA

Obyek Wisata di Simeulue Aceh Ternyata Banyak Dikuasai WNA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.