Kompas.com - 28/01/2022, 14:34 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Insiden kecelakaan satu unit mobil Pajero Sport yang menabrak empat penarik becak di Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (16/12/2021) lalu berakhir damai.

Sehingga, pengemudi kendaraan itu, M Fajeri (37) yang sempat ditahan di Polrestabes Palembang dibebaskan oleh polisi.

Kasat Lantas Polrestabes Palembang Kompol Irwan Andeta mengatakan, insiden kecelakaan itu berakhir damai setelah diambil langkah restorative justice oleh kedua belah pihak.

Baca juga: Pengemudi Pajero yang Tabrak 4 Penarik Becak hingga Mengakibatkan 1 Orang Tewas Jadi Tersangka

 

Sehingga, antara pihak keluarga korban dan pelaku pun sepakat untuk tidak melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Restorative justice pun menurut Irwan juga tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021.

Dimana untuk menerapkan langkah tersebut, harus memenuhi syarat formil dan materiil.

"Dari pihak korban juga meminta ini diselesaikan secara kekeluargaan, sehingga diambil jalur restorative justice," kata Irwan, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Kesaksian Warga Saat Pajero Tabrak 4 Penarik Becak di Palembang: Suaranya Keras Sekali

Irwan menjelaskan, dalam insiden tersebut M Fajeri sebagai pelaku juga telah memenuhi hak-hak para korban.

Ia membiayai seluruh pengobatan di rumah sakit, memberikan santunan dan mengganti becak motor para korban yang telah hancur.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan, pengemudi Pajero itu tak memiliki unsur kesengajaan.

Sebab, ia hilang kendali karena mengalami sakit gerd atau asam lambung yang kambuh.

Sehingga, ia pun sempat kehilangan kesadaran sesaat ketika menghantam empat panarik becak itu.

"Ia bukannya sengaja atau ugal-ugalan. Tapi saat penyakitnya tiba-tiba kambuh dan membuatnya hilang kesadaran dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya, jadi terinjak gas bukannya rem," ujarnya. 

Tabrak 4 penarik becak

Diberitakan sebelumnya, sebuah kendaraan yang dikemudikan M Fajeri mendadak oleng dan menabrak empat orang penarik becak yang sedang mangkal di Jalan KH Ahmad Dahlan, kawasan pasar Gubah, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (16/12/2021).

Akibat kejadian tersebut, seorang penarik becak bernama Syamsudin (68) tewas ditempat karena mengalami luka parah.

Sementara, tiga orang lainnya yakni Samuil (50), Sarkiwi (79), dan Suparmin (88) dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pesawat AMA Mendarat Darurat di Keerom, Hindari Cuaca Buruk dan Kehabisan Bahan Bakar

Kronologi Pesawat AMA Mendarat Darurat di Keerom, Hindari Cuaca Buruk dan Kehabisan Bahan Bakar

Regional
SBY Didampingi Petinggi Partai Demokrat Ziarah Ke Makam Keluarga di Purworejo

SBY Didampingi Petinggi Partai Demokrat Ziarah Ke Makam Keluarga di Purworejo

Regional
Pemukiman di Pandeglang Diterjang Banjir Luapan Sungai, 2 Jembatan Putus

Pemukiman di Pandeglang Diterjang Banjir Luapan Sungai, 2 Jembatan Putus

Regional
Kisah ELF di Semarang yang Berhasil Antarkan Ratusan 'K-popers' Nonton Konser Grup 'K-pop'

Kisah ELF di Semarang yang Berhasil Antarkan Ratusan "K-popers" Nonton Konser Grup "K-pop"

Regional
Asal Usul Daerah Tapa, Tuladenggi, dan Panthungo

Asal Usul Daerah Tapa, Tuladenggi, dan Panthungo

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bupati Bengkulu Utara 'Ngamuk' di Depan Menteri Luhut | Anggota TNI Dikeroyok Juru Parkir

[POPULER NUSANTARA] Bupati Bengkulu Utara "Ngamuk" di Depan Menteri Luhut | Anggota TNI Dikeroyok Juru Parkir

Regional
Kisah Nenek Pemulung Menabung 15 Tahun untuk Beli Sapi Kurban Seharga Rp 22 Juta

Kisah Nenek Pemulung Menabung 15 Tahun untuk Beli Sapi Kurban Seharga Rp 22 Juta

Regional
Momen Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi Rayakan Ulang Tahun ke-74, Tiup Lilin dan Potong Kue

Momen Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi Rayakan Ulang Tahun ke-74, Tiup Lilin dan Potong Kue

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 29 Juni 2022, Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 29 Juni 2022, Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Ringan

Regional
Mengapa Masalah Ekonomi Keluarga Sering Picu Terjadinya Kasus KDRT?

Mengapa Masalah Ekonomi Keluarga Sering Picu Terjadinya Kasus KDRT?

Regional
Cuaca Buruk, Pesawat AMA Mendarat Darurat di Keerom Papua hingga Rusak Parah, Begini Kronologinya

Cuaca Buruk, Pesawat AMA Mendarat Darurat di Keerom Papua hingga Rusak Parah, Begini Kronologinya

Regional
Gempa Magnitudo 5 Guncang Kupang, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5 Guncang Kupang, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Temukan Rp 5 Miliar Tanpa SPJ, Inspektorat Nunukan Minta Bendahara RSUD Kembalikan Rp 2,1 Miliar

Temukan Rp 5 Miliar Tanpa SPJ, Inspektorat Nunukan Minta Bendahara RSUD Kembalikan Rp 2,1 Miliar

Regional
Toko Perlengkapan ATK di Balikpapan Disatroni Pencuri, Uang Logam Seribuan Sebanyak Rp 5,2 Juta Raib

Toko Perlengkapan ATK di Balikpapan Disatroni Pencuri, Uang Logam Seribuan Sebanyak Rp 5,2 Juta Raib

Regional
Hari Kedua Kapal Angkutan Sembako Perbatasan RI – Malaysia Mogok Operasi, Pemkab Nunukan Belum Punya Solusi

Hari Kedua Kapal Angkutan Sembako Perbatasan RI – Malaysia Mogok Operasi, Pemkab Nunukan Belum Punya Solusi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.