Bahan Makanan Melimpah, Pengungsi Semeru Butuh Air Bersih hingga Perlengkapan Mandi

Kompas.com - 11/12/2021, 10:19 WIB

LUMAJANG, KOMPAS.com - Bantuan berupa bahan makanan dan pakaian untuk warga terdampak bencana awan panas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, sudah melimpah.

Karena itu, seluruh pihak yang berencana memberikan bantuan diharapkan memberikan bantuan dalam bentuk yang lain yang menjadi kebutuhan pengungsi.

"Di lapangan untuk bantuan logistik sangat banyak sekali. Bahan makanan maupun bahan-bahan pakaian, saat ini bantuan sangat melimpah. Relawan begitu juga," kata Dansatgas Tanggap Darurat Dampak Bencana Awan Panas Semeru, Kolonel Inf Irwan Subekti dalam konferensi pers secara daring, Jumat (10/12/2021) sore.

Baca juga: Curi Barang dari Rumah Korban Letusan Semeru, Pria Ini Diamuk Massa

Irwan mengatakan, kebutuhan mendesak dari para pengungsi saat adalah tandon air, air bersih, perlengkapan mandi, peralatan tidur dan pakaian dalam untuk laki-laki dan perempuan.

"Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah tandon air, air bersih termasuk alat-alat kebersihan, peralatan tidur termasuk kasur, kemudian perlengkapan mandi, termasuk pakaian dalam untuk laki-laki dan perempuan," jelasnya.

Karenanya, Danrem 083/Baladhika Jaya berharap supaya pihak-pihak yang akan memberikan bantuan memberikan bantuan berupa bahan-bahan yang sedang mendesak dibutuhkan itu.

"Itu yang sangat kita harapkan apabila ada saudara-saudara kita yang akan memberikan bantuan," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Rumini, Erupsi Semeru, dan Goresan Tangan Uky Tantra...

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari juga berharap masyarakat menyalurkan bantuan dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

"Untuk masyarakat yang akan berkontribusi meringankan beban kepada saudara-saudara kita yang ada di pengungsian, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah peralatan mandi, peralatan tidur, dan pakaian dalam baik itu pria maupun wanita," katanya.

 

Sementara itu, jumlah pengungsi hingga Jumat sore sebanyak 6.573 orang. Mereka mengungsi di 126 titik pengungsian.

Di antaranya Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro masing-masing sebanyak 10 titik dan di Kecamatan Pasirian sebanyak empat titik.

Baca juga: 2 Desa Jadi Alternatif Lokasi Relokasi Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Sisanya, sebanyak 102 titik pengungsian tersebar di seluruh kecamatan di Lumajang.

Diketahui, Gunung Semeru erupsi dengan mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu (4/12/2021).

Aliran awan panas itu menerjang pemukiman warga di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motif Menantu di Alor Bacok Mertua hingga Tewas, Tersinggung Dilarang Gendong Anak dalam Kondisi Mabuk

Motif Menantu di Alor Bacok Mertua hingga Tewas, Tersinggung Dilarang Gendong Anak dalam Kondisi Mabuk

Regional
Banjir di Kota Medan, Waspada Hujan Lebat hingga Petir Seharian Jumat 19 Agustus 2022

Banjir di Kota Medan, Waspada Hujan Lebat hingga Petir Seharian Jumat 19 Agustus 2022

Regional
Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Regional
Besok, Sejumlah Ruas Jalan di Solo Bakal Ditutup untuk Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-77 RI

Besok, Sejumlah Ruas Jalan di Solo Bakal Ditutup untuk Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-77 RI

Regional
Kronologi Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Posko, Diduga Kelelahan

Kronologi Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Posko, Diduga Kelelahan

Regional
Tangkahan: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Tangkahan: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Regional
Peras ASN Lampung dengan Berita Chatting Dewasa, 5 Wartawan Ditangkap Polisi

Peras ASN Lampung dengan Berita Chatting Dewasa, 5 Wartawan Ditangkap Polisi

Regional
Diduga Korupsi Dana Pinjaman Rp 5,5 Miliar, Mantan Pejabat Bank di Pontianak Ditangkap

Diduga Korupsi Dana Pinjaman Rp 5,5 Miliar, Mantan Pejabat Bank di Pontianak Ditangkap

Regional
AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

Regional
Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Regional
Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Regional
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Regional
Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Regional
Tanggapi Kasus Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung, KSAD Dudung: Oh Kucing

Tanggapi Kasus Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung, KSAD Dudung: Oh Kucing

Regional
Tiga Kali Masuk Penjara dalam Lima Tahun, Pria Asal Trenggalek Ngaku Tak Punya Tempat Tinggal Lagi

Tiga Kali Masuk Penjara dalam Lima Tahun, Pria Asal Trenggalek Ngaku Tak Punya Tempat Tinggal Lagi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.