Pemkab Usul UMK Banyuwangi 2022 Naik Rp 14.000, FSPMI: Mau Dibawa ke Mana Masyarakat Ini...

Kompas.com - 30/11/2021, 09:43 WIB
Ilustrasi upah minimum provinsi atau UMP SHUTTERSTOCK/AIRDONEIlustrasi upah minimum provinsi atau UMP

KOMPAS.COM, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2022 naik 0,6 persen atau Rp 14.000.

Usulan itu telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan akan ditetapkan pada Selasa (30/11/2021).

Jumlah kenaikan UMK Banyuwangi 2022 itu dinilai tak sesuai dengan perhitungan kebutuhan hidup layak yang ditetapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

Ketentuan yang dimaksud tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, tentang Pengupahan. Peraturan itu menjadi turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Banyuwangi pun menolak usulan kenaikan UMK Banyuwangi 2022 itu.

Ketua FSPMI Banyuwangi Khoirul Anwari Arif mengatakan, upah yang diusulkan Pemkab Banyuwangi tidak selaras dengan data kenaikan harga kebutuhan pokok.

Baca juga: Lempari Mobil dengan Batu, ODGJ Asal Banyuwangi Jadi Korban Amuk Massa di Situbondo

"Mengingat harga kebutuhan pokok meningkat semua, beras, minyak, kebutuhan hidup sudah meningkat. Mau dibawa ke mana masyarakat Banyuwangi ini, ke tingkat sejahtera atau memiskinkan rakyat," kata Anwari saat dihubungi, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, serikat pekerja umumnya menuntut kenaikan upah sebanyak 7 hingga 10 persen, sesuai kebutuhan hidup layak saat ini. Namun, FSPMI Banyuwangi meminta kenaikan 13 persen karena tak ada kenaikan UMP pada tahun lalu.

UMK Kabupaten Banyuwangi 2021 adalah Rp 2.314.278. Jika usulan Pemkab Banyuwangi disetujui, UMK tahun depan menjadi Rp 2.328.163.

Sementara jika menggunakan angka 13 persen, kenaikan menjadi Rp 300.856, dan UMK tahun depan Rp 2.615.134.

Sebagaimana serikat pekerja lain, FSPMI menolak langkah Pemkab Banyuwangi menetapkan UMK menggunakan dasar UU Cipta Kerja, beserta turunannya PP Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Pimpinan Pondok Pesantren di Aceh Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Motifnya

Rumah Pimpinan Pondok Pesantren di Aceh Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Motifnya

Regional
Gunakan Bom untuk Tangkap Ikan, Seorang Nelayan Diringkus Polisi

Gunakan Bom untuk Tangkap Ikan, Seorang Nelayan Diringkus Polisi

Regional
Derita Karlianus, 11 Tahun Tak Bisa Jalan dan Bicara, Andalkan Ibu yang Kerja Serabutan

Derita Karlianus, 11 Tahun Tak Bisa Jalan dan Bicara, Andalkan Ibu yang Kerja Serabutan

Regional
Ibu Iriana Jokowi Mulai Kemas Barang di Istana Kepresidenan, Gibran: Sudah Dikirim Beberapa ke Solo

Ibu Iriana Jokowi Mulai Kemas Barang di Istana Kepresidenan, Gibran: Sudah Dikirim Beberapa ke Solo

Regional
12 Daerah di Jateng Tercatat Nol Kasus Covid-19, Rumah Sakit Diminta Tetap Sediakan Fasilitas Ruang Isolasi

12 Daerah di Jateng Tercatat Nol Kasus Covid-19, Rumah Sakit Diminta Tetap Sediakan Fasilitas Ruang Isolasi

Regional
Bantah Anak Buah Bakar Dokumen Saat KPK Geledah Kantor Wali Kota Ambon, Kadis: Itu Sampah

Bantah Anak Buah Bakar Dokumen Saat KPK Geledah Kantor Wali Kota Ambon, Kadis: Itu Sampah

Regional
KM Sirimau yang Kandas Belum Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

KM Sirimau yang Kandas Belum Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

Regional
Curi Mobil XPander di Balikpapan, Pria ini Dihadiahi Timah Panas oleh Polisi

Curi Mobil XPander di Balikpapan, Pria ini Dihadiahi Timah Panas oleh Polisi

Regional
Kronologis Tabrakan Speedboat di Tarakan yang Mengakibatkan Dua Bocah Belum Ditemukan

Kronologis Tabrakan Speedboat di Tarakan yang Mengakibatkan Dua Bocah Belum Ditemukan

Regional
Ditinggal Pemilik ke Jakarta, Rumah di Ambon Ludes Terbakar

Ditinggal Pemilik ke Jakarta, Rumah di Ambon Ludes Terbakar

Regional
Mengungkap Penyebab Kematian Tahanan di Penjara, Kompolnas: Lakukan Otopsi

Mengungkap Penyebab Kematian Tahanan di Penjara, Kompolnas: Lakukan Otopsi

Regional
Picu Tawuran, Polresta Magelang Kota Ringkus Seorang Pelaku Pembacokan, 2 Lainnya Masih Buron

Picu Tawuran, Polresta Magelang Kota Ringkus Seorang Pelaku Pembacokan, 2 Lainnya Masih Buron

Regional
Tes DNA Buktikan Kakek dari Bayi di Sumsel Ini Ternyata Ayah Kandungnya

Tes DNA Buktikan Kakek dari Bayi di Sumsel Ini Ternyata Ayah Kandungnya

Regional
Tahanan Tewas di Penjara, Kompolnas Desak Polisi Pakai Kamera di Badan dan Ruang Interogasi

Tahanan Tewas di Penjara, Kompolnas Desak Polisi Pakai Kamera di Badan dan Ruang Interogasi

Regional
Hari Ini, 5.000 Pegawai Perhutani se-Jawa Demo di Kantor Kementerian LHK Jakarta

Hari Ini, 5.000 Pegawai Perhutani se-Jawa Demo di Kantor Kementerian LHK Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.