Terapkan PPKM Level 3 Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Pemkot Mataram Akan Tutup Obyek Wisata

Kompas.com - 24/11/2021, 23:28 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menutup obyek wisata saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, instruksi Menteri Dalam Negeri jelas menetapkan PPKM level 3 secara nasional mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Baca juga: Dinkes Mataram Imbau Warga Waspadai Potensi Peningkatan Kasus DBD

"Jadi meskipun kita berada pada PPKM Level 1, namun berbagai regulasi PPKM Level 3 harus kita terapkan juga untuk menekan mobilisasi masyarakat," kata Mohan di Mataram, seperti dikutip dari Antara, Rabu (24/11/2021).

Pemkot Mataram akan melakukan penyesuaian, seperti menutup obyek wisata dan tempat hiburan. Penyelenggaraan Natal di kota itu juga akan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Selain itu, dipastikan tidak ada pesta kembang api dan hiburan menyambut Tahun Baru 2022.

"Dalam kondisi keprihatinan di tengah pandemi Covid-19, kita harapkan tidak ada kemeriahan berlebihan menyambut tahun baru," katanya.

Sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa mengatakan untuk membatasi mobilitasi masyarakat, baik yang masuk maupun keluar kota. Satgas juga berencana melakukan penyekatan pada sejumlah titik.

Baca juga: Dampak WSBK 2021, Dinas Pariwisata Mataram: Tingkat Keterisian Hotel Mencapai 80 Persen

Menurutnya, selain untuk melaksanakan instruksi pemerintah, pelaksanaan regulasi PPKM Level 3 sekaligus sebagai upaya mempertahankan 325 lingkungan di Mataram berada pada zona hijau Covid-19.

"Kami tidak ingin, karena mobilisasi tinggi di akhir tahun, memicu peningkatan kasus Covid-19 di Mataram. Karenanya, kami berharap masyarakat kooperatif menerapkan protokol kesehatan untuk kebaikan bersama," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Tewas Ditusuk, Pelaku Anggota TNI

Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Tewas Ditusuk, Pelaku Anggota TNI

Regional
Filosofi 'Sego' Gudeg dan Semangat Menjaga Kedamaian di Yogyakarta

Filosofi "Sego" Gudeg dan Semangat Menjaga Kedamaian di Yogyakarta

Regional
Oknum ASN Nduga Bawa 615 Butir Amunisi Diduga untuk KKB, Bagaimana Bisa?

Oknum ASN Nduga Bawa 615 Butir Amunisi Diduga untuk KKB, Bagaimana Bisa?

Regional
PLN: Listrik di 3 Provinsi Sumbagsel Mulai Kembali Normal

PLN: Listrik di 3 Provinsi Sumbagsel Mulai Kembali Normal

Regional
Rela Panas-panasan demi Bertemu Jokowi, Rusmi Ingin Mengeluh soal Harga Bawang Merah dan Cabai

Rela Panas-panasan demi Bertemu Jokowi, Rusmi Ingin Mengeluh soal Harga Bawang Merah dan Cabai

Regional
Air Terjun Songgo Langit Jepara: Daya tarik, Legenda, dan Harga Tiket

Air Terjun Songgo Langit Jepara: Daya tarik, Legenda, dan Harga Tiket

Regional
Mau Selundupkan 16 PMI Ilegal ke Malaysia, 7 Pelaku Perdagangan Orang Ditangkap Polres Bintan

Mau Selundupkan 16 PMI Ilegal ke Malaysia, 7 Pelaku Perdagangan Orang Ditangkap Polres Bintan

Regional
Seorang Warga Tewas Diserang OTK di Pegunungan Bintang

Seorang Warga Tewas Diserang OTK di Pegunungan Bintang

Regional
Kemarau Basah, 1.800 Hektar Lahan Tembakau di Lombok Tengah Berpotensi Rusak

Kemarau Basah, 1.800 Hektar Lahan Tembakau di Lombok Tengah Berpotensi Rusak

Regional
Gibran Klarifikasi Dugaan Pelecehan Member JKT48, Tak Mau Nama Kota Solo Jelek

Gibran Klarifikasi Dugaan Pelecehan Member JKT48, Tak Mau Nama Kota Solo Jelek

Regional
Sempat Terganggu karena Listrik Padam, Layanan LRT Sumsel Kembali Normal

Sempat Terganggu karena Listrik Padam, Layanan LRT Sumsel Kembali Normal

Regional
Hilang 3 Hari, Mahasiswa Uncen yang Hilang Saat Menyelam Ditemukan Tak Bernyawa

Hilang 3 Hari, Mahasiswa Uncen yang Hilang Saat Menyelam Ditemukan Tak Bernyawa

Regional
Kronologi Pembunuhan Kader Partai Demokrat di Bandung, Pelaku Dikenal sebagai Preman

Kronologi Pembunuhan Kader Partai Demokrat di Bandung, Pelaku Dikenal sebagai Preman

Regional
Minta Polri Hati-hati, Jokowi: Kecerobohan Kecil Bisa Merusak Kepercayaan Masyarakat

Minta Polri Hati-hati, Jokowi: Kecerobohan Kecil Bisa Merusak Kepercayaan Masyarakat

Regional
RS Siloam Palembang Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik di Lantai 2

RS Siloam Palembang Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik di Lantai 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.