Dukun Pengganda Uang yang Bunuh 4 Orang di Magelang Jalani Tes Kejiwaan

Kompas.com - 24/11/2021, 22:45 WIB
IS (52) tersangka dugaan kasus pembunuhan dengan rencana dari Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saat diperiksa aparat Polres Magelang, Jumat (19/11/2021). KOMPAS.COM/IKA FITRIANAIS (52) tersangka dugaan kasus pembunuhan dengan rencana dari Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saat diperiksa aparat Polres Magelang, Jumat (19/11/2021).

MAGELANG, KOMPAS.com - Penyidik Kepolisian Resor Magelang meminta bantuan psikolog untuk memeriksa kejiwaan dukun pengganda uang, IS, Rabu (24/11/2021).

Pemeriksaan kejiwaan merupakan bagian dari proses hukum yang harus dijalani kakek 57 tahun itu.

IS telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pembunuhan berencana.

"Pemeriksaan psikologi untuk mendalami kepribadian tersangka dan hari ini sudah kita lakukan di Polres Magelang. Hasilnya nanti kita tunggu dan itu hanya untuk kepentingan penyidikan," jelas Kapolres Magelang AKBP Mochamad Sajarod Zakun, dalam keterangan pers tertulis, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Korban Pertama Dukun Pengganda Uang Magelang Dikira Tewas karena Covid-19, Dimakamkan dengan Prokes

Sajarod mengaskan, seluruh penyidikan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga lebih efektif dan efisien. Pihaknya berharap kasus ini segera diselesaikan sampai tersangka disidangkan.

Sebagaimana diketahui, IS (57) warga Dusun Karangtengah, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, ditetapkan tersangka dugaan kasus pembunuhan berencana.

Dia diduga telah mengeksekusi empat korban hingga tewas dengan cara diracun apotas yang mengandung sianida.

Hasil penyidikan petugas, tindakan tersebut dilakukan atas dasar motif ingin menguasai harta para korban dengan modus penggandaan uang.

Aksi itu dilakukan tersangka dalam kurun waktu 2020-2021.

"Untuk motif dan modus yang dilakukan oleh tersangka adalah sama yakni ingin menguasai uang milik korban," ungkap Sajarod.

Baca juga: Jejak Sadis Dukun Pengganda Uang yang Bunuh 4 Korbannya di Magelang

Polisi sejauh ini menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP tentang tindak pidanan pembunuhan berencana atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan bujuk rayu orang yang mengaku bisa menggandakan uang.

Apabila menemukan kejanggalan atau hal-hal serupa, masyarakat diminta untuk segera melapor ke polisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Pencampur Sperma ke Makanan Istri Teman Divonis 6 Bulan Penjara

Dokter Pencampur Sperma ke Makanan Istri Teman Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Kasus Covid-19 di Kabupaten Lebak Meningkat, 2 Sampel Probable Omicron

Kasus Covid-19 di Kabupaten Lebak Meningkat, 2 Sampel Probable Omicron

Regional
Ibu dan 4 Anak Sudah 2 Hari Tidak Makan, Wali Kota Bengkulu Kirim Bantuan

Ibu dan 4 Anak Sudah 2 Hari Tidak Makan, Wali Kota Bengkulu Kirim Bantuan

Regional
Tenaga Honorer Dihapus Mulai 2023, Pemkab Rembang: Kami Belum Tahu Konsep dan Rumusannya

Tenaga Honorer Dihapus Mulai 2023, Pemkab Rembang: Kami Belum Tahu Konsep dan Rumusannya

Regional
Sambut Imlek, Umat Khonghucu di Banyumas Gelar Jamasan Patung Dewa dan Keris

Sambut Imlek, Umat Khonghucu di Banyumas Gelar Jamasan Patung Dewa dan Keris

Regional
Harimau Muncul dan Menyerang Sapi Milik Warga di Mukomuko

Harimau Muncul dan Menyerang Sapi Milik Warga di Mukomuko

Regional
Prabowo Disebut Macan Mengeong, Gerindra Solo Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

Prabowo Disebut Macan Mengeong, Gerindra Solo Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

Regional
4 Tahanan Polsek Gunungasri Lombok Barat Kabur, 3 di Antaranya Sudah Ditangkap

4 Tahanan Polsek Gunungasri Lombok Barat Kabur, 3 di Antaranya Sudah Ditangkap

Regional
15 TKI dari Malaysia Masuk via Entikong Kalbar Positif Covid-19

15 TKI dari Malaysia Masuk via Entikong Kalbar Positif Covid-19

Regional
Polda Banten Sebut Penghentian Kasus Pemerkosaan Gadis Keterbelakangan Mental Prematur dan Salahi Aturan

Polda Banten Sebut Penghentian Kasus Pemerkosaan Gadis Keterbelakangan Mental Prematur dan Salahi Aturan

Regional
Kota Tasikmalaya Siaga Darurat DBD, Kasus Bertambah Jadi 200 Orang, 4 di Antaranya Meninggal Dunia

Kota Tasikmalaya Siaga Darurat DBD, Kasus Bertambah Jadi 200 Orang, 4 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Tanggapan Inspektorat Bengkulu soal Temuan BPK Senilai Rp 130 Miliar

Tanggapan Inspektorat Bengkulu soal Temuan BPK Senilai Rp 130 Miliar

Regional
Mediasi Gagal, Jokowi dan Menkeu Tak Bersedia Bayar Utang Rp 60 M ke Warga Padang

Mediasi Gagal, Jokowi dan Menkeu Tak Bersedia Bayar Utang Rp 60 M ke Warga Padang

Regional
Fakta Bentrok 2 Desa di Maluku Tengah, Berawal dari Kesalahpahaman hingga 2 Orang Tewas, Polisi Tertembak

Fakta Bentrok 2 Desa di Maluku Tengah, Berawal dari Kesalahpahaman hingga 2 Orang Tewas, Polisi Tertembak

Regional
Kasus Meninggalnya Sopir Pribadi Istri Bupati TTU jadi Atensi Kapolda NTT

Kasus Meninggalnya Sopir Pribadi Istri Bupati TTU jadi Atensi Kapolda NTT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.