17 Kali Longsor di Bukit Menoreh Sepanjang November 2021,BPBD: Waspada Rekahan Tanah

Kompas.com - 19/11/2021, 12:32 WIB
Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini cek tanah longsor di Pedukuhan Kembang, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (18/11/2021). Tanah longsor terjadi pada Senin, 15 November 2021 sekitar pukul 12.00 WIB. Tebing lebih dari 10 meter, panjang 30 meter longsor dan menutup akses jalan kabupaten. DOKUMENTASI POLRES KPKapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini cek tanah longsor di Pedukuhan Kembang, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (18/11/2021). Tanah longsor terjadi pada Senin, 15 November 2021 sekitar pukul 12.00 WIB. Tebing lebih dari 10 meter, panjang 30 meter longsor dan menutup akses jalan kabupaten.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Terdapat sedikitnya 17 tanah longsor di Dataran Tinggi Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sepanjang November 2021.

Tanah longsor muncul seiring meningkatnya curah hujan belakangan ini.

Terdapat banyak kerugian warga dari berbagai peristiwa longsor itu, tapi tidak menimbulkan korban jiwa.

“Ada beberapa titik longsor, terakhir ini di Kalurahan Kembang Kapanewon Nanggulan. Sebelumnya ada di Pengasih dan Girimulyo. Ada pula seperti di Kalibiru yang mengancam rumah yang terdiri di tebing,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Joko Satyo Agus Nahrowi di ruang kerjanya, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Terdampak Longsor, Warga 2 Dusun di Polman Terisolasi hingga Kehabisan Sembako

Terjadi sejak awal bulan ini, beberapa kasus longsor mengakibatkan akses jalan warga rusak dan tertimbun longsor, jaringan listrik putus, talut roboh, pohon tumbang hingga merusak beberapa rumah.

Salah satu peristiwa longsor yang paling besar terjadi di Jalan Kutogiri-Gunungkelir, Pedukuhan Kembang, Senin (15/11/2021).

Jalan ini menghubungkan aktivitas warga antara Kalurahan Jatimulyo, Girimulyo dan Kalurahan Sidomulyo, Pengasih.

Tanah dari ketinggian 30 meter jatuh menimpa jalan. Akibatnya, semua badan jalan sepanjang 50 meter tertimbun material tanah setebal tiga meter.

Baca juga: Melihat Antusiasnya Warga Bukit Menoreh Memilih Lurah

Akibat lain, akses warga terganggu, kegiatan ekonomi warga terganggu, listrik padam beberapa hari, ribuan orang sempat hidup dalam blackout.

Semua kejadian telah kembali normal. Tersisa tanah longsor di Pedukuhan Kembang yang sampai sekarang masih terus diselesaikan.

“Dengan alat weloader, alat kecil ini kira-kira baru bisa selesai satu minggu,” kata Joko.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Sepekan 70 Gempa Bumi Terjadi di Banten, 46 Susulan Gempa Sumur Pandeglang

BMKG: Sepekan 70 Gempa Bumi Terjadi di Banten, 46 Susulan Gempa Sumur Pandeglang

Regional
Penyebab Kebakaran AEON Mall Sentul City, Korsleting di Ruang Panel

Penyebab Kebakaran AEON Mall Sentul City, Korsleting di Ruang Panel

Regional
Kecelakaan Rapak Balikpapan, Sopir Truk Tronton Jadi Tersangka

Kecelakaan Rapak Balikpapan, Sopir Truk Tronton Jadi Tersangka

Regional
1 Guru Positif Covid-19, PTM SMAN di Klaten Ini Dihentikan Sementara

1 Guru Positif Covid-19, PTM SMAN di Klaten Ini Dihentikan Sementara

Regional
Antisipasi Kecelakaan di Rapak Terulang, Wali Kota Balikpapan Minta Bantuan Gubernur Kaltim Bangun Flyover

Antisipasi Kecelakaan di Rapak Terulang, Wali Kota Balikpapan Minta Bantuan Gubernur Kaltim Bangun Flyover

Regional
AEON Mall Sentul City Terbakar, Pengunjung dan Karyawan Berhamburan Keluar Gedung

AEON Mall Sentul City Terbakar, Pengunjung dan Karyawan Berhamburan Keluar Gedung

Regional
Gubernur Bengkulu Tolak Penghapusan Tenaga Honorer, Pusat Harus Melihat Kebutuhan Daerah

Gubernur Bengkulu Tolak Penghapusan Tenaga Honorer, Pusat Harus Melihat Kebutuhan Daerah

Regional
Pakar Psikologi Politik Solo Sebut Puan dan Ganjar Bisa Pecah Kongsi saat Pilpres 2024

Pakar Psikologi Politik Solo Sebut Puan dan Ganjar Bisa Pecah Kongsi saat Pilpres 2024

Regional
Nekat, Pemuda Ini Transaksi Sabu Senilai Rp 60 Juta di Depan Mapolres Salatiga

Nekat, Pemuda Ini Transaksi Sabu Senilai Rp 60 Juta di Depan Mapolres Salatiga

Regional
Kecelakaan Maut di Balikpapan Tewaskan 4 Orang, Berikut Nama-nama Korban Meninggal

Kecelakaan Maut di Balikpapan Tewaskan 4 Orang, Berikut Nama-nama Korban Meninggal

Regional
9 Warga Jateng Terkonfirmasi Varian Omicron, Ada di Kota Semarang, Cilacap, Pekalongan dan Sukoharjo

9 Warga Jateng Terkonfirmasi Varian Omicron, Ada di Kota Semarang, Cilacap, Pekalongan dan Sukoharjo

Regional
Gibran Rasakan KIPI Usai Vaksin Booster: Semalaman Pegal, Tetap Rapat

Gibran Rasakan KIPI Usai Vaksin Booster: Semalaman Pegal, Tetap Rapat

Regional
'Ada 1 Motor yang Tersangkut Dibawa Truk, Enggak Tahu Korbannya Hidup atau...'

"Ada 1 Motor yang Tersangkut Dibawa Truk, Enggak Tahu Korbannya Hidup atau..."

Regional
Buntut Kecelakan Maut di Balikpapan, Wali Kota Ubah Jam Operasi Truk Tronton

Buntut Kecelakan Maut di Balikpapan, Wali Kota Ubah Jam Operasi Truk Tronton

Regional
Seorang PMI di Malaysia Masuk Kalbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Seorang PMI di Malaysia Masuk Kalbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.