HB X Temui Tito Karnavian, Usulkan Serangan Umum 1 Maret Jadi Hari Besar Nasional

Kompas.com - 01/11/2021, 15:24 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengusulkan 1 Maret ditetapkan sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

Usulan itu sebenarkan sudah diajukan oleh Pemerintah DIY sejak 2018 melalui surat bernomor 934/14984 kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Sultan menjelaskan Serangan Umum 1 Maret 1949 tidak hanya peristiwa lokal yang terjadi di Yogyakarta tetapi sudah merupakan peristiwa nasional.

Baca juga: Ada Kasus Covid-19 di Sekolah Bantul, Sultan HB X: PTM Tetap Lanjut

Pada saat itu Indonesia sedang berupaya menegakkan kedaulatan bangsa terhadap agresi militer Belanda.

"Karena jadi momentum penegakan kedaulatan bangsa terhadap agresi militer Belanda," kata HB X di Gedhong Pracimasono, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (1/11/2021).

Lanjut Sultan, peringatan serangan umum 1 Maret telah diperingati oleh masyarakat Yogyakarta setiap tahunnya.

Dalam peringatan tidak hanya diikuti oleh panitia saja tetapi juga masyarakat Yogyakarta secara luas.

"Jadi, kami ini kan setiap tahun selalu membuat peringatan 1 Maret. Tetapi, dalam perkembangannyakan masyarakat tidak hanya panitia, pelaku tetapi juga masyarakat berharap 1 Maret menjadi hari besar nasional, sehingga aspirasi kita tindak lanjuti," kata Sultan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 31 Oktober 2021

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi menambahkan peristiwa sejarah Serangan Umum 1 Maret tidak hanya berdampak di Yogyakarta saja tetapi juga berdampak hingga nasional bahkan Internasional.

"Peristiwa sejarah ini membawa dampak baik itu secara International dengan adanya pelaksanaan perundingan Meja Bundar setelah didesak oleh PBB di mana mereka mengetahui bahwa Republik Indonesia masih mampu untuk menunjukkan keberadaannya dengan Serangan Umum 1 Maret tersebut," jelas dia.

Jika dilihat dari sisi Indonesia peristiwa ini menjadi pembuka jalan yang lebih besar bagi bersatunya pihak republik dengan pihak federalis, di antaranya Negara Indonesia Timur, Sumatera Timur, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Pasundan, yang tergabung ke dalam Majelis Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg -- BFO).

"Oleh sebab adanya berita tentang Serangan Umum 1 Maret, para federalis dapat menyadari keadaan republik sesungguhnya dan mengubah pandangan mereka hingga memihak republik," ujar dia.

Peristiwa tersebut pun menjadi prekursor bagi republik dan BFO untuk melaksanakan Konferensi Inter Indonesia.

Tujuan dari konferensi tersebut antara lain adalah menyatukan pikiran antara republik dengan BFO untuk menghadapi Belanda di Konferensi Meja Bundar.

Lanjut Dian, Serangan Umum 1 Maret 1949 mengambil peran penting dalam menunjukkan keberadaan Indonesia ke mata dunia Internasional di tengah gempuran Agresi Militer Belanda.

"Peristiwa ini penting tidak hanya karena Tentara Nasional Indonesia telah berhasil mengalahkan tentara Belanda namun peristiwa ini merupakan wujud nyata dari semangat persatuan bangsa Indonesia untuk menegakkan kembali kedaulatan negara," kata dia.

Baca juga: Ditegur Tito Karnavian karena Belum Bayar Insentif Nakes, Ini Jawaban Walkot Pontianak

Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 juga merupakan sebuah langkah dan strategi untuk menunjukkan eksistensi atas kedaulatan Republik Indonesia hingga ke level international.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, sudah melakukan kajian internal.

Prinsipnya Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta adalah kejadian di pusat gravitasi kekuatan negara membuat mata dunia tertuju pada Indonesia.

Serangan Umum 1 Maret juga bentuk nyata dari semangat persatuan bangsa Indonesia untuk menegakkan kembali kedaulatan negara pascaproklamasi pada 17 Agustus 1945.

"Melalui serangan tentara Indonesia tersebut, kemerdekaan Indonesia membuktikan bukan sebagai pemberian bangsa lain namun perjuangan anak-anak bangsa," kata Tito.

Baca juga: Osimin Wenda Anggota KKB yang Ditangkap Satgas Nemangkawi, Pernah Serang Tito Karnavian, 5 Tahun Jadi Buron

Tito menambahkan tidak semua daerah memahami peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, hal itu disebabkan karena adanya gelombang revolusi industri 4.0. serta demokratisasi yang berjalan.

"Kita takut nanti kita lupa kembali ke sejarah padahal sejarah jadi dasar untuk mendirikan negara. Kemerdekaan kita bukan diberikan tapi merupakan perjuangan di pusat gravitasi," ungkapnya.

Oleh sebab itu Tito meminta Pemerintah DIY segera menyelesaikan naskah akademik dan hasil-hasil kanian, sehingga usulan tersebut bisa segera diajukan kepada Kementerian Sekretaris Negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosok Lifter Aceh Zul Ilmi Peraih Medali Emas SEA Games 2021: Pekerja Keras hingga Tulang Punggung Keluarga

Sosok Lifter Aceh Zul Ilmi Peraih Medali Emas SEA Games 2021: Pekerja Keras hingga Tulang Punggung Keluarga

Regional
Taman Labirin Coban Rondo: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Taman Labirin Coban Rondo: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Cucu Aniaya Neneknya di Kukar Karena Pakaian Dijadikan Lap Kencing

Cucu Aniaya Neneknya di Kukar Karena Pakaian Dijadikan Lap Kencing

Regional
Mendagri Tunjuk 4 Penjabat Kepala Daerah di Maluku, Salah Satunya Pati TNI

Mendagri Tunjuk 4 Penjabat Kepala Daerah di Maluku, Salah Satunya Pati TNI

Regional
Pembunuhan Sopir 4 Tahun Lalu Terungkap, Berawal dari Pelaku Pasutri ke Dukun karena Merasa Dihantui

Pembunuhan Sopir 4 Tahun Lalu Terungkap, Berawal dari Pelaku Pasutri ke Dukun karena Merasa Dihantui

Regional
Dalam 5 Bulan, 2 Lahan Ganja Ditemukan di Kabupaten Keerom, Papua

Dalam 5 Bulan, 2 Lahan Ganja Ditemukan di Kabupaten Keerom, Papua

Regional
Jadi Kurir Puluhan Paket Sabu, Ibu Rumah Tangga di Bengkulu Ditangkap

Jadi Kurir Puluhan Paket Sabu, Ibu Rumah Tangga di Bengkulu Ditangkap

Regional
Penikam Mantan Istri Hingga Tewas di Rumah Makan Jayapura Ditangkap

Penikam Mantan Istri Hingga Tewas di Rumah Makan Jayapura Ditangkap

Regional
Naik Motor Bersama Istri Malam Hari, Seorang Warga Mataram NTB Dipanah OTK

Naik Motor Bersama Istri Malam Hari, Seorang Warga Mataram NTB Dipanah OTK

Regional
Jelang Berakhir Masa Jabatan, Wali Kota Lhokseumawe Mulai Pindahkan Barang Pribadi

Jelang Berakhir Masa Jabatan, Wali Kota Lhokseumawe Mulai Pindahkan Barang Pribadi

Regional
Warga Lembata NTT Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Korban Sempat Teriak Minta Tolong

Warga Lembata NTT Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Korban Sempat Teriak Minta Tolong

Regional
Perempuan 43 Tahun Diduga Lecehkan Remaja Laki-laki, Kerap Kirimi Foto Vulgar hingga Korban Depresi

Perempuan 43 Tahun Diduga Lecehkan Remaja Laki-laki, Kerap Kirimi Foto Vulgar hingga Korban Depresi

Regional
Viral, Video Aksi Balap Liar Pemuda Diamuk Warga di Solo, Ini Kata Polisi

Viral, Video Aksi Balap Liar Pemuda Diamuk Warga di Solo, Ini Kata Polisi

Regional
Alat Berat Dikerahkan Hancurkan Peralatan Penambang Ilegal di Gunung Botak

Alat Berat Dikerahkan Hancurkan Peralatan Penambang Ilegal di Gunung Botak

Regional
Tanaman Ganja yang Ditemukan di Lahan Keerom Papua Diduga Akan Dijual ke Warga Luar Daerah

Tanaman Ganja yang Ditemukan di Lahan Keerom Papua Diduga Akan Dijual ke Warga Luar Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.