Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Kompas.com - 26/10/2021, 21:27 WIB
Para pegawai Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon bersama kelompok pencinta alam melakukan kegiatan penanaman anakan mangrov di Pantai wisata Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (26/10/2021). KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPara pegawai Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon bersama kelompok pencinta alam melakukan kegiatan penanaman anakan mangrov di Pantai wisata Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (26/10/2021).

AMBON, KOMPAS.com - Aksi peduli lingkungan dilakukan para pegawai Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon bersama kelompok pencinta alam di Pantai Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (26/10/2021).

Aksi peduli lingklungan ini dimulai dengan penananaman ratusan mangrove dan pemasangan leafleat di sebuah pantai wisata di Desa Liang.

Baca juga: 9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

Setelah penanaman ratusan mangrove, para pegawai PSDKP Ambon kemudian melepaskan 1.500 benih ikan kakap putih ke laut.

Rangkaian aksi peduli lingkungan ini pun ditutup dengan kegiatan aksi membersihkan pantai wisata di desa tersebut oleh para pegawai PSDKP dan komunitas pencinta alam.

Kepala Stasiun PSDKP Ambon Abdul Quddus mengatakan, rangkaian kegiatan aksi peduli lingkungan itu dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 PSDKP yang jatuh pada 26 Oktober.

“Dalam rangka memeriahkan HUT PSDKP yang Ke-22, Stasiun PSDKP Ambon melaksanakan kegiatan peduli lingkungan dan sumber daya kelautan dan perikanan diantaranya penanaman mangrove, pelepasan 1.500 benih kakap putih dan pembersihan pantai,” kata Abdul dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rangkaian aksi peduli lingkungan yang dilakukan PSDKP Ambon itu mengusung tema ‘Ekonomi Biru untuk Indonesia’.

Abdul menyatakan, konsep ekonomi biru merupakan optimalisasi sumber daya perairan yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kegiatan yang inovatif dan kreatif dengan tetap menjamin keberlanjutan usaha dan kelestarian lingkungan.

Baca juga: Bocah 9 Tahun di Ambon Dicabuli Ayah Tiri, Ibu Korban Tolak Proses Hukum

Ia berharap lewat kegaiatan aksi peduli lingkungan yang digelar itu, masyarakat dapat termotivasi dan lebih sadar lagi untuk melestarikan lingkungan laut yang merupakan rumah bagi berbagai jenis habitat laut.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa lebih meningkatkan motivasi dan pemahaman kepada masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungannya serta keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan yang ada,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Regional
Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Regional
Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Regional
Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.