Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Tersangka Tidak Melawan tapi Anggota Malah Menembaknya 5 Kali"

Kompas.com - 25/10/2021, 12:02 WIB
Teuku Muhammad Valdy Arief

Editor

MAKASSAR, KOMPAS.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) memastikan buronan berinisial IL (30) tidak melawan saat ditangkap aparat Kepolisian Resor Luwu Utara.

Namun, polisi yang menangkap IL tetap melepaskan tembakan sebanyak lima kali sehingga pelaku kejahatan itu kritis.

"IL ditangkap lalu ditembak sebanyak lima kali. Saat ditangkap, tersangka IL tidak melakukan perlawanan. Tapi anggota malah menembaknya sebanyak lima kali," kata Kepada Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dikonfirmasi, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Buronan Ditembak meski Tak Melawan, Kapolres Luwu Utara Diperiksa

Hal itu diketahui setelah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulsel.

Tindakan tersebut, kata Zulpan, diduga merupakan pelanggaran kode etik kepolisian.

Penembak pelaku kejahatan yang tidak melawan saat ditangkap bisa mendapat sanksi terberat.

"Ini sudah pelanggaran kode etik dan sanksinya bisa sampai pemberhentian sebagai anggota kepolisian," sebut Zulpan.

Saat ini kasus penembakan IL sudah ditangani Bid Propam Polda Sulsel.

Baca juga: Diduga Tembak dan Aniaya Buronan, Kasat Reskrim Luwu Utara Dicopot, lalu Bakal Diperiksa dan Disidang

Sudah ada enam polisi yang diperiksa termasuk di antaranya Kepala Kepolisian Resor Luwu Utara AKBP Irwan Sunuddin dan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Luwu Utara AKP A.

"Kasat Reskrimnya kan sudah dicopot dari jabatannya karena kasus penembakan tersebut," ujar Zulpan.

"Kalau pencopotan Kapolres Luwu Utara dari jabatannya, tunggu keputusan dari Mabes Polri," sambungnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sumbangkan Gaji, Bripka Nasrul Buka Lahan Tidur untuk Bantu Warga di Perbatasan RI-Timor Leste

Sumbangkan Gaji, Bripka Nasrul Buka Lahan Tidur untuk Bantu Warga di Perbatasan RI-Timor Leste

Regional
Konflik BLN Vs Warga Papua Terkait Hutan Adat, Kapolres Salatiga: Dua Kali Mediasi Belum Sepakat

Konflik BLN Vs Warga Papua Terkait Hutan Adat, Kapolres Salatiga: Dua Kali Mediasi Belum Sepakat

Regional
Diduga Terima Gratifikasi, Direktur di Bank Blora Artha Dipecat

Diduga Terima Gratifikasi, Direktur di Bank Blora Artha Dipecat

Regional
 Golkar Yakin Usung Jendral Luthfi 'Nyagub' di Pilkada Jateng

Golkar Yakin Usung Jendral Luthfi "Nyagub" di Pilkada Jateng

Regional
Siswi SD di Baubau Dicabuli 26 Pria, Pelaku Belum Ditangkap

Siswi SD di Baubau Dicabuli 26 Pria, Pelaku Belum Ditangkap

Regional
Nonton Laga Perdana Piala AFF U-16, Gibran Datang di Babak Kedua

Nonton Laga Perdana Piala AFF U-16, Gibran Datang di Babak Kedua

Regional
Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek-nenek Rp 3 Juta

Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek-nenek Rp 3 Juta

Regional
2 Inovasi Kemenag 2024: Aplikasi Kawal Haji dan Skema Murur

2 Inovasi Kemenag 2024: Aplikasi Kawal Haji dan Skema Murur

Regional
Penjinak Bom Polda Babel Hancurkan Mortir Aktif Amunisi Kapal Perang

Penjinak Bom Polda Babel Hancurkan Mortir Aktif Amunisi Kapal Perang

Regional
Karantina Lampung Gagalkan Pengiriman 198 Burung Dilindungi

Karantina Lampung Gagalkan Pengiriman 198 Burung Dilindungi

Regional
Pengurus Penyeberangan Protes Sterilisasi Pelabuhan, ASDP Bersuara

Pengurus Penyeberangan Protes Sterilisasi Pelabuhan, ASDP Bersuara

Regional
Terungkap, Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Terungkap, Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Regional
Lagi, Anak Penyanyi Dangdut Lilis Karlina Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Baru 5 Bulan Bebas

Lagi, Anak Penyanyi Dangdut Lilis Karlina Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Baru 5 Bulan Bebas

Regional
Ternyata Siswa SMK yang Tewas di OKU Timur Dibunuh Pacarnya, Motif Cemburu

Ternyata Siswa SMK yang Tewas di OKU Timur Dibunuh Pacarnya, Motif Cemburu

Regional
Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com