Pemkot Madiun Izinkan Hajatan Pakai Hiburan Saat Level 2, Wali Kota: Tak Boleh Joget-joget

Kompas.com - 21/10/2021, 12:42 WIB
Walikota Madiun, Maidi KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIWalikota Madiun, Maidi


MADIUN, KOMPAS.com,- Pemerintah Kota Madiun mengizinkan warga menggelar hajatan disertai dengan acara hiburan di tengah penerapan PPKM level 2.

Namun acara hiburan tetap tidak boleh diikuti dengan acara joget-joget.

"Hiburan kalau hanya electon silakan. Tapi hanya satu saja. Tidak boleh banyak dan joget-joget tidak boleh," kata Wali Kota Madiun Maidi kepada Kompas.com, Kamis (21/10/2021) siang. 

Maidi mengatakan, hajatan dengan hiburan tak boleh digelar beramai-ramai karena Kota Madiun masih berduka seiring jumlah warga yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 510 orang. 

Baca juga: Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Mantan Sekda Kota Madiun itu juga mewajibkan seluruh yang terlibat dalam hajatan dilakukan rapid test antigen untuk mengantisipasi penularan Covid-19. 

Apalagi Pemkot Madiun menyediakan fasilitas rapid test antigen gratis bagi warganya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menggelar rapid tes antigen massal, Pemkot Madiun telah mengontrak 14 laboratorium kesehatan swasta. Bahkan kuota rapid tes antigen gratis disediakan bagi 60.000 orang. 

"Jadi yang hajatan wajib diantigen semuanya," jelas Maidi. 

Maidi menyebutkan, total warganya yang sudah mengikuti rapid antigen gratis mencapai 29.000-an orang.

Dari jumlah itu hanya 28 orang yang ditemukan reaktif antigen. 

Baca juga: Capaian Vaksinasi Lansia Kurang 1 Persen, Kota Madiun Masih PPKM Level 2

Ia menambahkan, saat ini tim Satgas Covid-19 melakukan rapid tes antigen acak bagi siswa dan guru di sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka.

"Satu sekolah kita lakukan 70 tes acak pada guru dan siswa. Hasilnya belum ditemukan siswa atau guru yang positif," ujar Maidi. 

Kondisi ini diklaim menunjukkan vaksinasi dan tes antigen efektif mencegah penularan Covid-19 di sekolah yang menggelar PTM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Regional
Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Regional
Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Regional
Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.