Kompas.com - 16/10/2021, 11:54 WIB
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin DOK. PEMKAB MUBABupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin

PALEMBANG, KOMPAS.com - Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin dikabarkan ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (15/10/2021) malam.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat dikonfirmasi mengatakan, ia belum mendapatkan keterangan resmi terkait OTT yang menimpa putra Alex Noerdin tersebut sehingga tak bisa memberikan komentar secara gamblang.

“Aku belum pacak (bisa), karena aku belum dapat pemberitahuan resmi. Baru jingok (lihat) running text,” kata Herman, usai menghadiri acara peresmian Letter Sign Gerbang Jakabaring Sport Centre Palembang, Sabtu (16/10.2021).

Baca juga: OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

Herman menjelaskan, bila yang tertangkap tangan adalah pejabat daerah, seluruh tanggung jawab akan diambil alih agar roda pemerintahan tetap berjalan.

“Maksudnya kepala daerahnya, secara resmi aku belum dapat info,” ujar Herman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Herman pun meminta seluruh bupati dan wali kota yang ada di Sumatera Selatan untuk menghindari seluruh hal yang berkaitan dengan tindak pidana sehingga tak tersangkut dalam permasalahan hukum.

“Saya bukan ngomong berhati-hati ya, tetapi hindari. Hati-hati itu lajukelah (silakan) tapi hati-hati, ya kan? Tapi kalau aku (imbau), hindari hal-hal yang berkenaan pelanggaran-pelanggaran tindak pidana,” tegasnya.

Baca juga: KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron membenarkan bahwa Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (15/10/2021) malam. 

"Benar, KPK telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kabupaten Musi Banyuasin, penyelidik KPK masih bekerja mengumpulkan bukti-bukti dan mengamankan beberapa orang," kata Ghufron saat dihubungi, Sabtu (16/10/2021).

Namun, Ghufron belum mengungkap secara terperinci soal pihak-pihak yang terjaring dalam OTT. Ia hanya menyebutkan, OTT itu berkaitan dengan dugaan korupsi mengenai pengadaan proyek infrastruktur. 

Untuk diketahui, Alex Noerdin merupakan mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode. Ia pun kini ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan kasus korupsi PDPDE. Kemudian, Alex juga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rawa Pening Direvitalisasi, Nelayan Dapat Asuransi

Rawa Pening Direvitalisasi, Nelayan Dapat Asuransi

Regional
Kejati Sumsel Akan Bentuk Tim Pemburu Mafia Tanah dan Pelabuhan

Kejati Sumsel Akan Bentuk Tim Pemburu Mafia Tanah dan Pelabuhan

Regional
Jaksa Banding terhadap Vonis 4 Terdakwa Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Jaksa Banding terhadap Vonis 4 Terdakwa Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Regional
Ganjar Pastikan Covid-19 Varian Omicron Belum ditemukan di Jateng

Ganjar Pastikan Covid-19 Varian Omicron Belum ditemukan di Jateng

Regional
Terjebak Banjir Saat Diksar, Dua Mahasiswi IAIN Parepare Tewas, Ini Kronologinya

Terjebak Banjir Saat Diksar, Dua Mahasiswi IAIN Parepare Tewas, Ini Kronologinya

Regional
Larang ASN Cuti Saat Nataru, Wali Kota Blitar: Kalau Telanjur Harus Dibatalkan

Larang ASN Cuti Saat Nataru, Wali Kota Blitar: Kalau Telanjur Harus Dibatalkan

Regional
Kronologi Pemuda Tusuk Teman Pakai Anak Panah, Bermula dari Masalah Asmara

Kronologi Pemuda Tusuk Teman Pakai Anak Panah, Bermula dari Masalah Asmara

Regional
5 Hal Seputar PPKM Level 3 Saat Libur Nataru di Jabar: Ratusan Lokasi Wisata Akan Ditutup, Ada Pemeriksaan Surat Vaksin di Pintu Tol hingga 'Jalur Tikus'

5 Hal Seputar PPKM Level 3 Saat Libur Nataru di Jabar: Ratusan Lokasi Wisata Akan Ditutup, Ada Pemeriksaan Surat Vaksin di Pintu Tol hingga "Jalur Tikus"

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik

Regional
Suara Buruh di Jateng Jelang Penetapan UMK 2022: Pak Ganjar Naikkan Upah, Gae Sangu Rabi

Suara Buruh di Jateng Jelang Penetapan UMK 2022: Pak Ganjar Naikkan Upah, Gae Sangu Rabi

Regional
31 Siswa dan 6 Guru Positif Covid-19, PTM 15 Sekolah di Denpasar Dihentikan Dua Pekan

31 Siswa dan 6 Guru Positif Covid-19, PTM 15 Sekolah di Denpasar Dihentikan Dua Pekan

Regional
Pengeroyokan Remaja di Malang, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Orang Masih di Bawah Umur

Pengeroyokan Remaja di Malang, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Orang Masih di Bawah Umur

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat

Banjir di Kalsel Meluas, Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
Selebgram Timbulkan Kerumunan Saat PPKM, Divonis Denda Rp 12 Juta

Selebgram Timbulkan Kerumunan Saat PPKM, Divonis Denda Rp 12 Juta

Regional
Pembangunan Rumah Khusus Warga Terdampak Sirkuit Mandalika Ditargetkan Rampung 2022

Pembangunan Rumah Khusus Warga Terdampak Sirkuit Mandalika Ditargetkan Rampung 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.