Tragis, Ibu di Banyumas Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Selfie di Pinggir Rel, Ini Kata PT KAI

Kompas.com - 15/10/2021, 18:46 WIB
Ilustrasi jenazah Kompas.comIlustrasi jenazah

KOMPAS.com - Seorang ibu di Banyumas, Jawa Tengah, tewas tertabrak kereta api saat selfie di tepi perlintasan rel kereta api di KM 358+5, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (14/10/2021).

"Korban selfie sambil duduk membelakangi arah datangnya KA. Masinis sudah memberikan semboyan 35, namun korban tidak menghiraukan sehingga ditabrak KA," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ayep Hanapi saat dihubungi, Kamis malam.

Baca juga: Di Balik Penggerebekan Kantor Pinjol di Sleman, Polisi: Korban Depresi karena Tindakan Tak Manusiawi

Sudah ditegur petugas

Menurut Ayep, petugas PPKA Stasiun Notog sejatinya telah melarang korban dan rekannya berinisial YP (31) agar tidak berjalan di jalur perlintasan kereta api.

Saat itu, korban dan rekannya berjalan dari arah selatan ke emplasemen peron 2 Stasiun Notog.

"Petugas PPKA Stasiun Notog sudah memperingatkan untuk tidak berada di jalur," ujar Ayep.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Banyumas Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Selfie

Tak disangka, korban justru duduk di tepi dan ambil swafoto saat KA Ranggajati relasi Cirebon-Jember akan melintas.

Ayep menjelaskan, pasca-kejadian itu KA Ranggarjati sempat berhenti untuk melakukan pengecekan.

 

Baca juga: “Selfie” di Tepi Rel, Ibu Rumah Tangga di Banyumas Tertabrak Kereta Api, Ini Kronologinya

Sementara korban segera dievakuasi dari lokasi kejadian. Untuk mencegah kejadian itu terulang, Pihak KAI akan meningkatkan patroli dan melarang warga beraktivitas di jalur kereta api.

Hal itu, kata Ayep, telah diatur dalam melanggar Pasal 199 UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

(Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Dony Aprian)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

40 Mantan Napiter Ngopi Bareng, Kampanyekan Moderasi Cegah Radikalisme

40 Mantan Napiter Ngopi Bareng, Kampanyekan Moderasi Cegah Radikalisme

Regional
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,5 Kg Sabu asal Malaysia Melalui Kapal Tol Laut

Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,5 Kg Sabu asal Malaysia Melalui Kapal Tol Laut

Regional
Setiap Tahun NTT Beli Pakan Ternak dari Pulau Jawa Rp 1,1 Triliun

Setiap Tahun NTT Beli Pakan Ternak dari Pulau Jawa Rp 1,1 Triliun

Regional
Pemilik Ungkap Kondisi Truk Tronton yang Sebabkan Kecelakaan Maut di Balikpapan: Kalau Ada Masalah, Saya Pasti Tak Perbolehkan Berangkat

Pemilik Ungkap Kondisi Truk Tronton yang Sebabkan Kecelakaan Maut di Balikpapan: Kalau Ada Masalah, Saya Pasti Tak Perbolehkan Berangkat

Regional
Ambulans Ramah Anak, Hilangkan Kesan Seram dengan Gambar Aneka Tokoh Kartun

Ambulans Ramah Anak, Hilangkan Kesan Seram dengan Gambar Aneka Tokoh Kartun

Regional
Ridwan Kamil Berikan Perahu untuk Murid SD di Sukabumi, Seberangi Sungai untuk Bersekolah

Ridwan Kamil Berikan Perahu untuk Murid SD di Sukabumi, Seberangi Sungai untuk Bersekolah

Regional
5 Pekerja Kapal Tongkang Meninggal dalam Palka Kapal, Diduga Keracunan Gas Karbondioksida

5 Pekerja Kapal Tongkang Meninggal dalam Palka Kapal, Diduga Keracunan Gas Karbondioksida

Regional
Kecelakaan Kapal di Manggarai Barat, 2 Korban Tewas, 4 Selamat

Kecelakaan Kapal di Manggarai Barat, 2 Korban Tewas, 4 Selamat

Regional
Kronologi 172 Warga Lebak Banten Keracunan, Bermula Santap Nasi Syukuran

Kronologi 172 Warga Lebak Banten Keracunan, Bermula Santap Nasi Syukuran

Regional
Maling Motor di Masjid, Muka Pelaku Terekam Jelas CCTV

Maling Motor di Masjid, Muka Pelaku Terekam Jelas CCTV

Regional
[POPULER NUSANTARA] “Bola Panas” di Polrestabes Medan | Sopir Angkot Ceritakan Detik-detik Kecelakaan Maut Balikpapan

[POPULER NUSANTARA] “Bola Panas” di Polrestabes Medan | Sopir Angkot Ceritakan Detik-detik Kecelakaan Maut Balikpapan

Regional
Omicron Masuk NTB Jelang Gelaran MotoGP, Ini Langkah Pemprov

Omicron Masuk NTB Jelang Gelaran MotoGP, Ini Langkah Pemprov

Regional
Mengikuti Jejak S Sudjojono Lewat Workshop Sketsa 'Sketch Like Sudjojono' di Tumurun Private Museum

Mengikuti Jejak S Sudjojono Lewat Workshop Sketsa "Sketch Like Sudjojono" di Tumurun Private Museum

Regional
Korban Keracunan Makanan di Lebak Bertambah Jadi 172 Orang, 3 di Antaranya Dirujuk ke RS

Korban Keracunan Makanan di Lebak Bertambah Jadi 172 Orang, 3 di Antaranya Dirujuk ke RS

Regional
Biografi Singkat Raden Saleh dan Makna Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro

Biografi Singkat Raden Saleh dan Makna Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.