6 Atlet Lamongan Perkuat Jatim di PON XX Papua, 2 Berhasil Sumbang Emas

Kompas.com - 13/10/2021, 14:28 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Setelah Ananda Rigi Aditya berhasil menjuarai nomor MX125cc perorangan usia 13-17 tahun di cabang olahraga (cabor) motocross Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, atlet asal Kabupaten Lamongan kembali menyumbang medali emas bagi kontingen Jawa Timur (Jatim).

Persembahan emas bagi kontingen Jatim tersebut diraih Dimas dari cabor gulat gaya bebas kelas 125 kilogram.

Dalam pertandingan penentuan, Dimas sukses mengalahkan juara PON sebelumnya (2016) Ahmad Umar Maulana dari Jawa Tengah.

"Itu membuktikan, bahwa pembibitan dan pembinaan atlet dan dari Kabupaten Lamongan berhasil. Indikatornya, Lamongan telah berhasil menyumbangkan 3 emas dan 1 perak," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan Kandam, saat dihubungi, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Atlet Tarung Derajat Kepri Lukman Hakim Ukir Sejarah Baru, Raih Medali Pertama PON

Selain Ananda dan Dimas, Oki Artadirgantara yang menjabat bagian mekanik dari tim aeromodeling juga sukses meraih emas.

Sementara medali perak, tercatat atas nama Dhorifatus Syafiyah yang bertanding di cabor panjat tebing.

"Atlet PON XX yang berasal dari Lamongan, yang berhasil meraih medali telah membawa nama harum dan kebanggaan Kabupaten Lamongan di tingkat Nasional," ucap Kandam.

Minta atlet tak euforia

Kendati demikian, Kandam meminta para atlet yang sudah mengukir prestasi tersebut untuk tidak terlalu euforia atas apa yang telah diraih, dengan tetap rajin berlatih.

Sehingga diharapkan, mereka bakal tetap mampu mempertahankan hasil serupa di gelaran berikutnya, serta dapat bersaing di kancah internasional.

"Selamat dan sukses tim PON XX (Jatim) yang berasal dari Kabupaten Lamongan," tutur Kandam.

Baca juga: Kasus Warga Berdesakan Saat Vaksinasi di Lamongan, Elemen Pemuda Datangi Mapolres

 

Selain nama-nama di atas, beberapa atlet dan ofisial asal Lamongan yang tergabung dalam kontingen Jatim di PON XX Papua adalah Saidatun Nihaya (atlet) dan Sugeng Triatmojo (pelatih) di cabor bola tangan, Marcelino Rigi di cabor motocross.

Kemudian, Rahmat Panjiaji Buchori (atlet) dan Yahya Buari (pelatih) di cabor panahan, serta Yoyok Setyawan sebagai pelatih cabor pencak silat dan Choirul Umam pelatih renang.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sempat menyatakan, Pemkab Lamongan juga sudah menyiapkan serangkaian bonus dan penghargaan terhadap atlet asal daerahnya yang berhasil mencatatkan prestasi di ajang PON Papua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengunjungi Rumah Pemeran Utama Film 'Arul', Tinggal di Tebing Berdinding Bilik Bambu

Mengunjungi Rumah Pemeran Utama Film "Arul", Tinggal di Tebing Berdinding Bilik Bambu

Regional
Mengintip Progres Dua Proyek Raksasa Penyedia Air Baku untuk Ibu Kota Nusantara…

Mengintip Progres Dua Proyek Raksasa Penyedia Air Baku untuk Ibu Kota Nusantara…

Regional
Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Regional
Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Regional
Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Regional
Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Regional
Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Regional
Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Regional
3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

Regional
Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Regional
Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Regional
Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Regional
Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.