Banyak Mahasiswa, Pemprov DIY Minta Jatah Vaksin Melebihi Jumlah Penduduk

Kompas.com - 30/09/2021, 17:02 WIB
Sekda DIY ditemui di Kepatihan, Jumat (21/5/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOSekda DIY ditemui di Kepatihan, Jumat (21/5/2021)

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta penambahan jumlah stok vaksin lebih dari jumlah penduduk DIY.

Hal itu bertujuan untuk melakukan vaksinasi bagi mahasiswa dari luar DIY yang mulai berdatangan ke DIY, guna mengikuti perkuliahan tatap muka.

Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, Gubernur DIY telah meminta jatah vaksin DIY melebihi penduduk DIY.

Karena untuk antisipasi memberikan vaksinasi bagi mahasiswa yang belum mendapatkan.

"Ngarsa Dalem meminta (jatah vaksin) lebih banyak dari penduduk DIY mohon dipahami. Karena banyak mahasiswa dari luar DIY yang kemudian mendapatkan vaksin di sini karena di daerahnya tidak dapat vaksin. Pak Luhut juga sudah menyetujui," ujar Aji saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Konser di Yogyakarta Hanya Boleh Digelar Padukan Daring dan Luring

Aji mengatakan, kegiatan perkuliahan secara tatap muka memang sudah diperbolehkan, tetapi dengan pembatasan, seperti waktu perkuliahan dibatasi dan jumlah kapasitas kelas dibatasi.

"Sudah boleh, tapi terbatas waktunya dan jumlahnya bukan hanya SMP dan SMA yang sudah tatap muka, silakan saja," kata dia.

Untuk jumlah perguruan tinggi di DIY yang sudah menggelar perkuliahan tatap muka hingga saat ini Pemprov DIY belum mendapatkan data secara pasti. Tetapi, ia memastikan setiap kegiatan perkuliahan, kapasitas kelas maksimal hanya 50 persen.

"Yang jelas 50 persen paling banyak bisa separuh online separuh separuhnya offline," kata dia.

Sedangkan untuk penambahan jumlah stok vaksin yang diajukan, Aji memperkirakan antara 250.000 hingga 300.000 orang.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta Turun, Lampu Jalan Malioboro Kembali Dihidupkan

 

Akan tetapi, jumlah itu harus dipilah kembali karena banyak mahasiswa yang sudah mendapatkan vaksinasi di daerah masing-masing.

"Kita belum tahu secara pasti, kalau kita antisipasi mahasiswa dari luar daerah bisa 250.000 sampai 300.000 orang kalau total. Di antara itu kan sudah ada yang vaksin di daerahnya," jelas dia.

Dengan adanya penambahan sasaran vaksin itu, ia memperkirakan jumlah sasaran vaksin DIY akan bertambah dari awalnya yang sebanyak 2,8 juta jiwa bertambah menjadi 3 juta jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Omicron Ditemukan di Sumbar, Ini Langkah Antisipasi Dinkes

Varian Omicron Ditemukan di Sumbar, Ini Langkah Antisipasi Dinkes

Regional
Berkas Kasus Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Dikirim Kembali ke Kejaksaan

Berkas Kasus Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Dikirim Kembali ke Kejaksaan

Regional
Dj Indah Cleo Jadi Korban Bentrokan Sorong, Keluarga ke Papua untuk Tes DNA

Dj Indah Cleo Jadi Korban Bentrokan Sorong, Keluarga ke Papua untuk Tes DNA

Regional
Bahagianya Pedagang Pasar di Kebumen Setelah Terbebas dari Pungli Puluhan Juta Rupiah

Bahagianya Pedagang Pasar di Kebumen Setelah Terbebas dari Pungli Puluhan Juta Rupiah

Regional
Data Terkini Jumlah Kasus Covid-19 dan Vaksinasi Booster di Banten

Data Terkini Jumlah Kasus Covid-19 dan Vaksinasi Booster di Banten

Regional
Tepis Isu Provokatif, Wagub, Pangdam dan Kapolda Maluku Berfoto di Depan Gereja Kariuw

Tepis Isu Provokatif, Wagub, Pangdam dan Kapolda Maluku Berfoto di Depan Gereja Kariuw

Regional
Dulu Ayahnya Pinjamkan Uang ke Pemerintah Saat Krisis Tahun 1950, Kini Anaknya Gugat Jokowi agar Bayar Utang Rp 60 M

Dulu Ayahnya Pinjamkan Uang ke Pemerintah Saat Krisis Tahun 1950, Kini Anaknya Gugat Jokowi agar Bayar Utang Rp 60 M

Regional
Ratusan Perangkat Desa di Seluma Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati, Minta Penyetaraan Gaji

Ratusan Perangkat Desa di Seluma Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati, Minta Penyetaraan Gaji

Regional
Polisi Tembak Pengedar Sabu di Kampar

Polisi Tembak Pengedar Sabu di Kampar

Regional
Cerita Saat Vaksinator Naik Mobil Kambing hingga Menumpang Polisi

Cerita Saat Vaksinator Naik Mobil Kambing hingga Menumpang Polisi

Regional
Wali Kota Lhokseumawe Teken Perjanjian dengan Mahasiswa Usut Dugaan Pungli di Sekolah

Wali Kota Lhokseumawe Teken Perjanjian dengan Mahasiswa Usut Dugaan Pungli di Sekolah

Regional
Mahasiswa ULM Unjuk Rasa di Kejati Kalsel, Pertanyakan Tuntutan Ringan Oknum Polisi Pemerkosa

Mahasiswa ULM Unjuk Rasa di Kejati Kalsel, Pertanyakan Tuntutan Ringan Oknum Polisi Pemerkosa

Regional
Bocah Umur 10 Tahun Jadi Pecandu Narkoba, Ini Faktor Penyebabnya

Bocah Umur 10 Tahun Jadi Pecandu Narkoba, Ini Faktor Penyebabnya

Regional
Usai Bentrokan, Wagub Maluku, Kapolda, hingga Pangdam Kunjungi Desa Kariuw

Usai Bentrokan, Wagub Maluku, Kapolda, hingga Pangdam Kunjungi Desa Kariuw

Regional
Penyandang Disabilitas Diperkosa 2 Pria di Bogor, Polisi Sebut TKP di Gorong-gorong

Penyandang Disabilitas Diperkosa 2 Pria di Bogor, Polisi Sebut TKP di Gorong-gorong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.