290 Tempat Wisata di Jateng Sudah Buka, Rata-rata di Daerah PPKM Level 2

Kompas.com - 28/09/2021, 08:37 WIB
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinung Nugroho Rachmadi, ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Destinasi Super Prioritas Borobudur (Joglosemar) oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) di Hotel Artos Magelang, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.COM/IKA FITRIANAKepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinung Nugroho Rachmadi, ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Destinasi Super Prioritas Borobudur (Joglosemar) oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) di Hotel Artos Magelang, Kamis (6/2/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah menyebutkan, sebanyak 290 dari 690 destinasi wisata di kabupaten/kota di Jawa Tengah telah kembali dibuka.

Kepala Disporapar Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi mengatakan, seluruh destinasi yang sudah buka berada di daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Sedangkan destinasi yang berada di daerah dengan PPKM Level 3 disarankan untuk simulasi pembukaan terlebih dahulu.

“Dari dari 690, sudah 290 destinasi wisata yang melaporkan sudah buka kembali. Destinasi yang lainnya masih menunggu kondisi," kata Sinung di Balkondes Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Capaian Vaksin Baru 55 Persen, Pemkab Wonogiri Larang Tempat Wisata Dibuka

Sinung melanjutkan, tempat wisata di daerah PPKM Level 2 hanya boleh buka sebagian dari kapasitas pengunjung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam sepekan sekali destinasi harus ditutup untuk pembersihan dan evaluasi pelaksanaan.

Sedangkan untuk di daerah PPKM Level 3 harus simulasi pembukaan, selanjutnya buka sekali dalam sepekan terlebih dahulu sampai keadaan membaik sehingga bisa ditambah waktu pembukaanya.

“Dalam satu wilayah ada yang belum buka atau yang sudah buka baru sebagian. Ini artinya, (destinasi) ini boleh, ini tidak boleh, tapi supaya menjadi pelajaran. Apakah yang sudah buka itu dapat terkendali dan terkontrol," papar Sinung.

Menurut Sinung, hal penting dalam pembukaan destinasi wisata ini adalah evaluasi dan ketentuan pembatasan lainnya agar tidak terjadi euforia masyarakat.

Sementara itu, Hari Pariwisata Dunia 2021 yang diperingati setiap 27 September, menurut Sinung menjadi momentum untuk insterospeksi sekaligus menandai kebangkitan pariwisata secara perlahan, namun pasti.

"Kalau dalam Bahasa Jawa dikenal istilah alon-alon waton kelakon. Artinya kelakon itu adalah sebuah kesadaran bahwa kita tetap mematuhi protokol kesehatan dan kesadaran terhadap kondisi pandemi lingkungan yang ada," katanya.

Baca juga: Hari Pertama Ganjil Genap di Kawasan Sanur, Warga: Hanya Buat Tempat Wisata Sepi

"Jangan sampai kemudian dibukanya perlahan dan bertahap itu membuat kita menjadi lupa lalu kemudian lepas kendali,” lanjut Sinung.

Dia berharap, kebangkitan ini menandai atau menyikapi kondisi yang ada dengan kedisiplinan protokol kesehatan secara ketat, yakni pembatasan dalam jam operasional dan pembatasan jumlah pengunjung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.