Ratusan Atlet Asal Semarang Akan Perkuat Kontingen Jateng di PON XX Papua

Kompas.com - 21/09/2021, 06:13 WIB
Para atlet saat diberikan motivasi oleh Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara di GOR Tri Lomba Juang Semarang KOMPAS.com/istimewaPara atlet saat diberikan motivasi oleh Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara di GOR Tri Lomba Juang Semarang

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebanyak 171 atlet dan ofisial dari Kota Semarang dipastikan memperkuat kontingen Jawa Tengah pada PON XX di Papua yang bakal digelar 1 hingga 15 Oktober mendatang.

Dari jumlah tersebut, 94 di antaranya merupakan atlet dan sisanya sebagai pelatih, asisten ataupun tim teknis.

Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengungkapkan rasa bangga atas sumbangan komposisi atlet yang berlaga di PON XX.

Baca juga: Pemkot Mataram Siapkan Bonus Rp 100 Juta untuk Atlet Peraih Medali Emas di PON Papua

Meski jumlahnya menurun dibanding pelaksanaan PON sebelumnya, tapi setidaknya jumlahnya masih lebih besar dibanding kontingen dari daerah lain di Jawa Tengah.

“Ini artinya, pembinaan atlet di Kota Semarang berjalan dengan baik. Kami bersama pengurus cabor juga masih fokus pada pembinaan dan pengembangan prestasi. Kami yakin atlet Kota Semarang dapat meraih pretasi terbaik, sukur-sukur memberikan sumbangan medali untuk kontingen Jateng,” kata Arnaz dalam siaran pers, Senin (20/9/2021).

Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara memberikan motivasi para atlet di GOR Tri Lomba Juang SemarangKOMPAS.com/istimewa Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara memberikan motivasi para atlet di GOR Tri Lomba Juang Semarang

Arnaz menyebut pada PON XIX, jumlah sumbangan atlet Kota Semarang ada sebanyak 141 orang. Sedangkan pada pelaksanaan PON XX hanya 94 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, hal tersebut bisa dimaklumi mengingat cabang olahraga dan nomor yang dipertandingan juga berkurang banyak.

Baca juga: Persiapan PON Papua, Vaksinasi Covid-19 di Merauke dan Kota Jayapura Capai 50 Persen

Sebelumnya, dipertandingkan 44 cabor, akan tetapi kali ini hanya 39 cabor.

“Selain itu tentu saja pandemi Covid-19 yang tentunya menjadi kendala yang cukup mengganggu pelaksanaan PON XX ini,” ujar Arnaz yang juga Ketua Kadin Kota Semarang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Pertimbangan JPU Tuntut Aa Umbara 7 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bansos Covid-19

Ini Pertimbangan JPU Tuntut Aa Umbara 7 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bansos Covid-19

Regional
Mari Bantu Guru Sri Hartuti, Rumah Tak Layak dan Tinggal bersama Kambing

Mari Bantu Guru Sri Hartuti, Rumah Tak Layak dan Tinggal bersama Kambing

Regional
Terungkap, Penjual Jamu Asal Blitar yang Tewas di Ranjang Ternyata Dibunuh Suaminya

Terungkap, Penjual Jamu Asal Blitar yang Tewas di Ranjang Ternyata Dibunuh Suaminya

Regional
Diduga Dikunjungi Kerabat dari Luar Kota, 6 Orang Dalam 1 Keluarga di Blitar Positif Covid-19

Diduga Dikunjungi Kerabat dari Luar Kota, 6 Orang Dalam 1 Keluarga di Blitar Positif Covid-19

Regional
Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.