Belajar Tatap Muka di Surabaya Siap Digelar meski Sedikit Orangtua yang Izinkan Anaknya

Kompas.com - 31/08/2021, 22:30 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo KOMPAS.COM/GHINAN SALMANKepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo

SURABAYA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menyiapkan berbagai hal untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di tingkat SD dan SMP.

Kepala Dispendik Surabaya Supomo mengatakan, salah satu syarat pelaksanaan PTM terbatas adalah persetujuan wali murid.

Terkait pelaksanaan PTM terbatas itu, Supomo memastikan Dispendik Surabaya tetap mengutamakan persetujuan dari wali murid dalam bentuk surat.

Dalam surat tersebut, murid harus mendapatkan izin orangtua atau walinya untuk mengikuti PTM terbatas.

"Yang tidak kalah penting adalah kami meminta kesediaan kepada wali murid dalam bentuk surat pernyataan kalau anaknya diperkenankan untuk mengikuti PTM," kata Supomo saat dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021).

Supomo mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki Dispendik Surabaya, untuk jenjang SMP hingga saat ini baru sekitar 6,4 persen wali murid yang menyetujui atau mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas dari total sekitar 115.000 siswa SMP di Kota Surabaya.

"Untuk yang siswa SD sudah lebih banyak wali murid yang menyetujui. Persentasenya sebesar 9,2 persen," ucap Supomo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menjelaskan, persentase wali murid tertinggi yang mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM datang dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yaitu 50,2 persen.

Baca juga: PTM di Kota Surabaya, Armuji Minta Ada Jam Pelajaran Khusus Prokes

Lalu, hanya sekitar 0,5 persen wali murid dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang mengizinkan putra-putrinya untuk mengikuti PTM terbatas.

"PKBM itu seperti kejar paket A, B, dan C itu persentasenya sebesar 50,2 persen. Sementara dari LKP hanya 0,5 persen saja," ujar dia.

Supomo mengaku tidak khawatir meski masih sedikit wali murid yang mengizinkan putra-putrinya untuk mengikuti PTM terbatas.

Menurutnya, hal ini terjadi karena banyak wali murid yang masih memantau situasi terkini pandemi Covid-19.

"Saya kira nanti ketika anak-anak yang lain sudah belajar dan mereka merasa nyaman dan aman, saya kira nanti mereka akan menyusul atau menyetujui anaknya megikuti PTM," ujar dia.

Ia menambahkan, PTM terbatas akan dilakukan secara bertahap mulai Senin (6/9/2021). Kapasitas maksimal ruang kelas pun hanya 25 persen. Hal ini sesuai dengan arahan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Pak Wali sudah sampaikan masing-masing ruangan kapasitasnya 25 persen dulu sembari melihat perkembangan pandemi Covid-19," tutur dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tumpahkan 2 Ton Beras ke Jalan, Warga: Itu Sumbangan Donatur untuk Acara Adat, tetapi Panitia Menyimpannya

Tumpahkan 2 Ton Beras ke Jalan, Warga: Itu Sumbangan Donatur untuk Acara Adat, tetapi Panitia Menyimpannya

Regional
Berenang di Bendungan, 3 Pemuda Terbawa Arus Sungai dan Tenggelam

Berenang di Bendungan, 3 Pemuda Terbawa Arus Sungai dan Tenggelam

Regional
Melawan Saat Ditangkap, Pemimpin KKB Yahukimo Temianus Magayang Ditembak, Begini Kondisinya

Melawan Saat Ditangkap, Pemimpin KKB Yahukimo Temianus Magayang Ditembak, Begini Kondisinya

Regional
7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Banjir, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Banjir, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
Surabaya Gerakkan 32.600 Kader Kesehatan Hadapi Pancaroba, Antisipasi DBD di Permukiman

Surabaya Gerakkan 32.600 Kader Kesehatan Hadapi Pancaroba, Antisipasi DBD di Permukiman

Regional
Dua Mahasiswi IAIN Parepare Tewas Tenggelam Saat Diksar di Sungai, Sempat Terjebak karena Arus Deras

Dua Mahasiswi IAIN Parepare Tewas Tenggelam Saat Diksar di Sungai, Sempat Terjebak karena Arus Deras

Regional
Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kerusuhan dan Pembakaran Rumah di Buton

Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kerusuhan dan Pembakaran Rumah di Buton

Regional
Tercebur ke Sungai Saat Bersepeda, Seorang Pelajar Ditemukan Tewas Tenggelam di Ponorogo

Tercebur ke Sungai Saat Bersepeda, Seorang Pelajar Ditemukan Tewas Tenggelam di Ponorogo

Regional
Jelang Muktamar Ke-34 NU, Ketua PW GP Ansor Jatim Minta Jauhi Narasi Pertikaian di Ruang Publik

Jelang Muktamar Ke-34 NU, Ketua PW GP Ansor Jatim Minta Jauhi Narasi Pertikaian di Ruang Publik

Regional
Tim SAR Temukan Kapal New Bira Fishing, 13 Penumpang Termasuk Anggota DPRD Sulsel Selamat

Tim SAR Temukan Kapal New Bira Fishing, 13 Penumpang Termasuk Anggota DPRD Sulsel Selamat

Regional
Cerita Bocah 9 Tahun Buat Karya Seni Instalasi dari Barang Bekas, Berawal Kesedihan Lihat Sampah di Laut

Cerita Bocah 9 Tahun Buat Karya Seni Instalasi dari Barang Bekas, Berawal Kesedihan Lihat Sampah di Laut

Regional
Komplotan Copet Mandalika Pernah Raup Rp 200 Juta di Makau

Komplotan Copet Mandalika Pernah Raup Rp 200 Juta di Makau

Regional
Viral, Video Mahasiswa KKN Diusir karena Menghina Desa, Ini Cerita Sebenarnya

Viral, Video Mahasiswa KKN Diusir karena Menghina Desa, Ini Cerita Sebenarnya

Regional
Sosok Temianus Magayang, Pentolan KKB Otak Kerusuhan Yahukimo, Terlibat Rentetan Pembunuhan dan Tertembak Saat Ditangkap

Sosok Temianus Magayang, Pentolan KKB Otak Kerusuhan Yahukimo, Terlibat Rentetan Pembunuhan dan Tertembak Saat Ditangkap

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pentolan KKB di Yahukimo Ditangkap | Tragedi Kecelakaan Minibus di Kediri

[POPULER NUSANTARA] Pentolan KKB di Yahukimo Ditangkap | Tragedi Kecelakaan Minibus di Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.