Kisah Kampoeng Batara di Tepi Rimba Banyuwangi, Memupuk Rasa Cinta Kampung Halaman dan Kepercayaan Diri

Kompas.com - 24/08/2021, 16:06 WIB
Kegiatan anak-anak di Kampoeng Batara, Papring, Banyuwangi, Minggu (22/8/2021). Kompas.com/ Imam RosidinKegiatan anak-anak di Kampoeng Batara, Papring, Banyuwangi, Minggu (22/8/2021).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Sekitar 30 anak duduk melingkar di sebuah rumah bambu yang dikelola Kampoeng Batara, Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Satu per satu menghitung mulai angka satu hingga 30. Pertama mereka menghitung dalam bahasa Indonesia. Kedua dalam bahasa Madura dan terakhir dalam bahasa Osing.

Tak lama berselang, mereka bermain melatih kekompakan, konsentrasi dan kreativitas dengan menyebutkan nama dirinya dan temannya.

Siapa yang namanya disebut harus menimpali dengan menyebut namanya dan nama temannya.

Siapa yang salah menyebut nama, maka harus berdiri dan memimpin teman-temannya.

Baca juga: Serang Hakim, Terdakwa Berita Hoaks Covid-19 di Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi

Selanjutnya, anak-anak tersebut menggambar dan membaca buku bacaan yang menjadi koleksi Rumah Batara. Mereka juga berdiskusi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, anak-anak ini diminta mempresentasikan apa yang dibaca dan digambar saat itu. Satu per satu anak-anak bercerita, sedankan yang lain mengajukan pertanyaan.

Ada yang malu. Namun banyak dari mereka yang sangat berani berbicara dan menjelaskan maksud buku yang dibacanya.

Kegiatan lainnya, bermain musik tradisional. Kadang juga melakukan jelajah alam. Anak-anak diminta mengenali hewan dan tumbuhan yang ada di sekitarnya.

Kegiatan anak-anak ini merupakan bagian dari Kampoeng Batara, sebuah wadah pendidikan alternatif di kampung di pinggir hutan Banyuwangi.

Baca juga: Cerita Perajin Songkok Bambu di Banyuwangi, Sebatang Pohon Bisa Hasilkan Rp 1 Juta

Kegiatan dilakukan hanya saat sekolah libur atau hari Minggu oleh anak-anak dengan rentang usia lima hingga 16 tahun.

Mereka anak-anak dari Lingkungan Papring yang terletak di pinggir hutan yang dikelola KPH Banyuwangi Utara.

Papring berjarak sekitar 15 kilometer atau bisa ditempuh dengan 30 menit perjalanan dari pusat Kota Banyuwangi.

Wilayah ini berada di pinggiran hutan KPH Banyuwangi Utara dengan kondisi jalan yang menanjak dan aspal yang sebagian sudah mengelupas.

Masuk ke dalam kampung, jalannya berupa batu dengan lebar tak kurang dari tiga meter.

Meski hanya berjarak 30 menit dari pusat Kota Banyuwangi, Papring dikenal sebagai daerah pelosok yang sulit dijangkau.

Baca juga: Cerita Warga Tepi Hutan Banyuwangi Sulap Bambu Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi Tinggi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Lengkap Terbongkarnya Pinjol Ilegal di Sleman, Pengakuan Korban hingga Terungkapnya Sistem Teror yang Dijalankan

Cerita Lengkap Terbongkarnya Pinjol Ilegal di Sleman, Pengakuan Korban hingga Terungkapnya Sistem Teror yang Dijalankan

Regional
Usai Namai Putra Pertama ABCD EFGHIJK, Zulfahmi Ingin Berikan Nama Anak Ke-2 NOPQ RSTUV dan Anak Ke-3 XYZ

Usai Namai Putra Pertama ABCD EFGHIJK, Zulfahmi Ingin Berikan Nama Anak Ke-2 NOPQ RSTUV dan Anak Ke-3 XYZ

Regional
Saat Segelas Racun Tikus Renggut Nyawa Mahasiswi di Yogyakarta…

Saat Segelas Racun Tikus Renggut Nyawa Mahasiswi di Yogyakarta…

Regional
Kecelakaan Beruntun Libatkan 9 Kendaraan di Magelang, 1 Orang Tewas

Kecelakaan Beruntun Libatkan 9 Kendaraan di Magelang, 1 Orang Tewas

Regional
Diduga Tembak dan Aniaya Buronan, Kasat Reskrim Luwu Utara Dicopot, lalu Bakal Diperiksa dan Disidang

Diduga Tembak dan Aniaya Buronan, Kasat Reskrim Luwu Utara Dicopot, lalu Bakal Diperiksa dan Disidang

Regional
Pelajar NTT: Bapak Jokowi Tolong Lihat Kami di Sini, Kami Butuh Internet

Pelajar NTT: Bapak Jokowi Tolong Lihat Kami di Sini, Kami Butuh Internet

Regional
Pernah Dibully, Bocah Bernama ABCD EFGHIJK Kini Bangga dengan Namanya Setelah Tahu Hal Ini

Pernah Dibully, Bocah Bernama ABCD EFGHIJK Kini Bangga dengan Namanya Setelah Tahu Hal Ini

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita TM, Korban Pinjol yang Diteror hingga Depresi | Sunardi Susun Pecahan Batu Jadi Serupa Candi

[POPULER NUSANTARA] Cerita TM, Korban Pinjol yang Diteror hingga Depresi | Sunardi Susun Pecahan Batu Jadi Serupa Candi

Regional
Mengaku Dihamili Polisi, Warga Trenggalek Lapor Ke Propam Polda Jatim

Mengaku Dihamili Polisi, Warga Trenggalek Lapor Ke Propam Polda Jatim

Regional
Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Regional
Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Regional
Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Regional
Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Regional
Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Regional
Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.