Penjelasan Kepala Desa soal Penyebab Keluarga Jenazah Pasien Covid-19 Blokade Jalan di Maluku

Kompas.com - 09/07/2021, 18:18 WIB
Warga Desa Watludan, Kecamatan Waipia, Kabupaten Maluku Tengah, memblokade Jalan Trans Seram, Kamis (8/7/2021). Pemblokiran jalan dilakukan warga setelah mereka mengambil jenazah pasien positif di RSUD Masohi. KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYWarga Desa Watludan, Kecamatan Waipia, Kabupaten Maluku Tengah, memblokade Jalan Trans Seram, Kamis (8/7/2021). Pemblokiran jalan dilakukan warga setelah mereka mengambil jenazah pasien positif di RSUD Masohi.

AMBON, KOMPAS.com - Kepala Desa Watludan, Kecamatan Waipia, Kabupaten Maluku Tengah, Ronny Ambrosila mengungkap penyebab utama warga memblokade jalan penghubung tiga kabupaten di wilayah tersebut.

Ada dua hal yang membuat warga menjadi kecewa. Pertama soal lokasi penguburan dan yang kedua soal hasil tes Covid-19.

Menurut Ronny, warga merasa kecewa dengan sikap RSUD Masohi yang dinilai tidak konsisten untuk menentukan lokasi pemakaman almarhum Martin Pasalbessy yang meninggal dengan status positif Covid-19.

“Jadi warga marah ini soal lokasi kuburan almarhum. Awalnya, saat koordinasi awal itu almarhum akan dimakamkan di desa. Tapi setelah itu, RSUD minta agar almarhum dimakamkan di lokasi pemakaman Covid-19 di Masohi,” ujar Ronny kepada Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Warga Blokade Jalan Setelah Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Bupati Maluku Tengah: Sudah Dibuka...

Ronny menjelaskan, pihak keluarga sebelumnya telah menggali kuburan dan mempersiapkan proses pemakaman di desa.

Hal itu dilakukan keluarga pasien setelah koordinasi awal dengan pihak RSUD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, setelah itu Camat dan Kepala Puskesmas kembali menemui keluarga untuk meminta agar almarhum dimakamkan secara Covid-19.

“Itu yang membuat warga marah, lalu memblokade jalan. Karena semua persiapan pemakaman sudah dilakukan,” ujar Ronny.

Baca juga: Duduk Perkara Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa di Maluku Tengah, Mengaku Ada Izin dari Pejabat

Meski demikian, menurut Ronny, jenazah akhirnya dibawa pulang oleh keluarga setelah mereka berkoordinasi dengan RSUD.

Bahkan, menurut Ronny, pihak RSUD juga ikut membawa jenazah bersama sejumlah keluarga almarhum ke Desa Watludan untuk penguburan.

“Jenazah dibawa oleh keluarga setelah mereka melakukan pendekatan dengan RSUD. Jadi jasad dibawa pulang keluarga bersama tim kesehatan ke desa, lalu diserahkan kepada jemaat gereja di jalan masuk menuju desa, kira-kira 400 meter dari lokasi pemakaman,” ujar Ronny.

Ronny mengatakan, pihak keluarga jenazah kesal dan mempertanyakan sikap rumah sakit.

“Karena warga bingung, kalau almarhum ini positif Covid-19, mengapa saat koordinasi awal mereka mau menyerahkan jenazah untuk dimakamkan keluarga di desa?” ujar Ronny.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Murid SD di Nias Laporkan Guru ke Polisi karena Pelecehan Seksual

7 Murid SD di Nias Laporkan Guru ke Polisi karena Pelecehan Seksual

Regional
Penjual Jamu Tewas di Tangan Suami karena Cemburu

Penjual Jamu Tewas di Tangan Suami karena Cemburu

Regional
Cerita Warga di Sikka Dianiaya Oknum Polisi hingga Pingsan, Dituduh Mencuri, Korban Menolak Uang Rp 2,5 Juta dari Pelaku

Cerita Warga di Sikka Dianiaya Oknum Polisi hingga Pingsan, Dituduh Mencuri, Korban Menolak Uang Rp 2,5 Juta dari Pelaku

Regional
Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Regional
Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Regional
Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Regional
Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Regional
Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Regional
Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

Regional
Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Regional
Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Regional
Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Regional
Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Regional
Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.