Kondisi Terkini RSHS Bandung: Beberapa Item Obat Covid-19 Kritis, Actemra Habis, 200 Nakes Positif Corona

Kompas.com - 09/07/2021, 17:04 WIB
Actemra, obat rekomendasi WHO untuk Covid-19 ShutterstockActemra, obat rekomendasi WHO untuk Covid-19

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelaksana tugas Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, Irayanti mengatakan, ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan obat masih tersedia.

"(Tapi) ada beberapa item (obat) yang kritis. Mudah-mudahan segera sampai. Kita kan selalu meminta Kementerian Kesehatan dan pihak tertentu serta persiapan RSHS terhadap obat-obataan," ujar Irayanti dalam video yang diterima Kompas.com dari humas RSHS, Jumat (9/7/2021).

Irayanti mengaku, obat yang tidak ada adalah actemra. Actemra merupakan obat yang telah memeroleh rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pasien Covid-19 dengan gejala berat.

"Actemra tidak ada, kami lagi minta ke Farmakes. Untuk obat yang lain, satu bulan ke depan masih tersedia," tutur dia.

Baca juga: Kebutuhan Oksigen di RSHS Bandung Naik 3 Kali Lipat

Selain itu, Irawati menjelaskan kondisi kesehatan tenaga kesehatan (nakes) di RSHS. Ia mengungkapkan, dibanding Mei 2021 terjadi peningkatan kasus.

Dari hasil screening massal, sebanyak 200 dari 3.000 tenaga kerja di RSHS positif terpapar Covid-19. Para nakes tersebut ada yang dirawat, ada pula yang menjalankan isolasi mandiri (isoman).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengatasi kekurangan nakes, pihaknya melakkan penambahan relawan. Selain itu, karena ada peralihan dari ruang non Covid-19 menjadi Covid-19, maka ada pengalihan tenaga kerja.

Untuk bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur Covid-19, Irawati mengatakan terjadi peningkatan. Dibanding Mei 2021, ruang ICU naik 30 persen dan ruang isolasi biasa naik 50 persen.

"Setelah melakukan penambahan, kami kini memiliki 321 tempat tidur ICU dan ruang isolasi biasa," pungkasnya.

Baca juga: Gara-gara Rumah Sakit di Bandung Penuh, Lansia Ini Meninggal di Dalam Taksi Online

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pihak MTs soal Tragedi Susur Sungai, Lokasi Sudah Disurvei, Kegiatan untuk Siswa Baru

Pengakuan Pihak MTs soal Tragedi Susur Sungai, Lokasi Sudah Disurvei, Kegiatan untuk Siswa Baru

Regional
Kantor Pinjol Ilegal di Pontianak yang Digerebek Polisi Kelola 1.600 Nasabah

Kantor Pinjol Ilegal di Pontianak yang Digerebek Polisi Kelola 1.600 Nasabah

Regional
Pelajar SMP di Kota Tegal Gelar Sholat Gaib untuk Korban Susur Sungai di Ciamis

Pelajar SMP di Kota Tegal Gelar Sholat Gaib untuk Korban Susur Sungai di Ciamis

Regional
Mahasiswa yang Dibanting Oknum Polisi Diizinkan Pulang dari RS, Begini Kondisinya

Mahasiswa yang Dibanting Oknum Polisi Diizinkan Pulang dari RS, Begini Kondisinya

Regional
Kegiatan Susur Sungai Siswa MTs Harapan Baru Ciamis Ternyata Rutin Digelar Tiap Tahun

Kegiatan Susur Sungai Siswa MTs Harapan Baru Ciamis Ternyata Rutin Digelar Tiap Tahun

Regional
Usap Wajah Lionel untuk Terakhir Kali, Ibu Korban Gempa Bali Menangis Terisak-isak

Usap Wajah Lionel untuk Terakhir Kali, Ibu Korban Gempa Bali Menangis Terisak-isak

Regional
Kantor Pinjol di Pontianak yang Digerebek Polisi Beromzet Rp 3,25 Miliar

Kantor Pinjol di Pontianak yang Digerebek Polisi Beromzet Rp 3,25 Miliar

Regional
Harta Kekayaan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Capai Rp 38 M, Punya Aset di Australia

Harta Kekayaan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Capai Rp 38 M, Punya Aset di Australia

Regional
Saat Menteri Sandiaga Lepas Tukik ke Laut, Teguhkan Desa Wisata Serang Destinasi Berbasis Konservasi Lingkungan

Saat Menteri Sandiaga Lepas Tukik ke Laut, Teguhkan Desa Wisata Serang Destinasi Berbasis Konservasi Lingkungan

Regional
7 Kecamatan di Batam Masuk Zona Hijau, Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 13 Pasien

7 Kecamatan di Batam Masuk Zona Hijau, Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 13 Pasien

Regional
Cerita Purwo Harsono, Pengelola Hutan Pinus Mangunan DIY yang Raih Kalpataru 2021

Cerita Purwo Harsono, Pengelola Hutan Pinus Mangunan DIY yang Raih Kalpataru 2021

Regional
Bali Terima Wisatawan Internasional, Banyuwangi Kebut Vaksinasi untuk Lindungi Warganya

Bali Terima Wisatawan Internasional, Banyuwangi Kebut Vaksinasi untuk Lindungi Warganya

Regional
Imbas Tragedi Susur Sungai MTs Ciamis yang Tewaskan 11 Siswa, Kemenag Larang Kegiatan di Luar Sekolah

Imbas Tragedi Susur Sungai MTs Ciamis yang Tewaskan 11 Siswa, Kemenag Larang Kegiatan di Luar Sekolah

Regional
Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT, KPK Segel Kantor Dinas PUPR

Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT, KPK Segel Kantor Dinas PUPR

Regional
Pantau Vaksinasi Massal di Bangkalan, Risma: Saya Dapat Tugas dari Presiden

Pantau Vaksinasi Massal di Bangkalan, Risma: Saya Dapat Tugas dari Presiden

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.