Gara-gara Bawa Pulang Barang Inventaris dari Rumah Dinas, Mantan Bupati Jadi Tersangka

Kompas.com - 29/06/2021, 17:23 WIB
Ilustrasi penangkapan. SHUTTERSTOCKIlustrasi penangkapan.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Polisi mengamankan dan menetapkan mantan Bupati Keerom, Papua, berinisial MM sebagai tersangka.

Adapun kasus yang menjeratnya yaitu berkaitan dengan penggelapan sejumlah barang inventaris yang berada di rumah dinas.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal mengatakan, terungkapnya kasus itu berawal dari laporan Plt Sekda Keerom berinisial DPP pada 30 Maret 2021.

Dalam laporannya itu, disampaikan jika sejumlah barang inventaris di rumah dinas bupati telah raib.

Baca juga: Bawa AC hingga Penanak Nasi dari Rumah Dinas, Mantan Bupati Keerom Jadi Tersangka Penggelapan

Setelah mendapat laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan barang milik negara itu diketahui berada di dalam rumah tersangka yang sebelumnya menjabat sebagai bupati pada periode 2018-2020 tersebut.

"Dari aset daerah bersama anggota Sat Reskrim Polres Keerom menuju ke rumah mantan Bupati Keerom, MM, yang berada di samping pompa bensin Arso 2 Kampung Yuwanain untuk mengecek barang-barang tersebut, dan setelah itu barang tersebut diamankan di Polres Keerom untuk dijadikan barang bukti," kata Kamal, Selasa (29/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah barang bukti yang diamankan itu antara lain satu buah penanak nasi elektronik, satu unit mesin cuci, enam unit AC berbagai merek, lima set sofa dan lainnya.

Baca juga: Kritik Kinerja Jokowi, Ketua BEM UGM: Sebaiknya Jangan Mengobral Janji

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, pelaku saat ini sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka penggelapan.

"Tersangka MM dilakukan penahanan pada Senin (28/6/2021) malam, saat ini MM telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Keerom," ungkapnya.

Untuk mengusut kasus tersebut, pihaknya masih melakukan pendalaman penyelidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor : Pythag Kurniati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Tempat Indekos Asal Sidoarjo Ditangkap karena Jual Ekstasi

Pengusaha Tempat Indekos Asal Sidoarjo Ditangkap karena Jual Ekstasi

Regional
Hari Santri, Ganjar Ngantor Pakai Sarung, ASN Jateng Wajib Berpakaian Ala Santri

Hari Santri, Ganjar Ngantor Pakai Sarung, ASN Jateng Wajib Berpakaian Ala Santri

Regional
Kasus Pembunuhan Gajah di Aceh, 5 Terdakwa Jalani Sidang Perdana

Kasus Pembunuhan Gajah di Aceh, 5 Terdakwa Jalani Sidang Perdana

Regional
Kantor Pinjol di Surabaya yang Digerebek Diduga Tak Berizin

Kantor Pinjol di Surabaya yang Digerebek Diduga Tak Berizin

Regional
Polisi: Saat Jatuh Tempo, 'Debt Collector' Pinjol Ancam dan Maki Nasabah

Polisi: Saat Jatuh Tempo, "Debt Collector" Pinjol Ancam dan Maki Nasabah

Regional
Panti Asuhan di Klaten Kebanjiran Ratusan Porsi Seblak dan Baso dari Order Fiktif, Pedagang Rugi

Panti Asuhan di Klaten Kebanjiran Ratusan Porsi Seblak dan Baso dari Order Fiktif, Pedagang Rugi

Regional
Fenomena Puluhan Ton Ikan Mati Mendadak di Sejumlah Waduk di Jabar, Ternyata Ini Penyebabnya

Fenomena Puluhan Ton Ikan Mati Mendadak di Sejumlah Waduk di Jabar, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Seorang Sopir di Surabaya Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Polisi Sita Sabu Senilai Rp 15,5 Juta

Seorang Sopir di Surabaya Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Polisi Sita Sabu Senilai Rp 15,5 Juta

Regional
Diduga Peras Pengusaha, Direskrimum Polda Maluku 2 Kali Diperiksa Propam Polri

Diduga Peras Pengusaha, Direskrimum Polda Maluku 2 Kali Diperiksa Propam Polri

Regional
Sopir Truk Pukuli Orang di Balik Terpal hingga Tewas, Awalnya Dikira Pencuri

Sopir Truk Pukuli Orang di Balik Terpal hingga Tewas, Awalnya Dikira Pencuri

Regional
Praktik Perguruan Tinggi Ilegal di Sulut, Sudah Keluarkan 20 Ijazah, Rektor Berusia 70 Tahun Jadi Tersangka

Praktik Perguruan Tinggi Ilegal di Sulut, Sudah Keluarkan 20 Ijazah, Rektor Berusia 70 Tahun Jadi Tersangka

Regional
Kantor Debt Collector Pinjol di Pontianak Kelola 22.530 Nasabah dari 14 Aplikasi

Kantor Debt Collector Pinjol di Pontianak Kelola 22.530 Nasabah dari 14 Aplikasi

Regional
Suhu di Bali Capai 34 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG

Suhu di Bali Capai 34 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Polemik Kader 'Celeng' di PDI-P, Puti Guntur Soekarno: Dalam Politik Selalu Ada Dinamika

Polemik Kader "Celeng" di PDI-P, Puti Guntur Soekarno: Dalam Politik Selalu Ada Dinamika

Regional
Sejumlah Bangunan di Kabupaten Semarang Rusak akibat Puting Beliung

Sejumlah Bangunan di Kabupaten Semarang Rusak akibat Puting Beliung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.