Kasus Covid-19 Sumedang Naik, Mantan Napi Terorisme Ikut Terpapar dan Meninggal

Kompas.com - 22/06/2021, 11:36 WIB
Dadang SA, mantan narapidana terorisme jaringan Ali Hamka meninggal akibat Covid-19. Dadang dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah Covid-19 di Cimalaka, Sumedang, Senin (21/6/2021) malam. Ia pernah ditangkap pada Februari 2016 silam. Dok. WargaDadang SA, mantan narapidana terorisme jaringan Ali Hamka meninggal akibat Covid-19. Dadang dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah Covid-19 di Cimalaka, Sumedang, Senin (21/6/2021) malam. Ia pernah ditangkap pada Februari 2016 silam.

SUMEDANG, KOMPAS.com - Dalam sehari, lima warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat meninggal akibat Covid-19, Senin (21/6/2021). Satu di antara lima warga yang meninggal ini diketahui bernama Dadang SA (59), mantan narapidana terorisme jaringan Ali Hamka.

Diketahui, sebelumnya Dadang ditangkap Densus 88 Anti Teror di kediamannya di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang pada Rabu, 10 Febuari 2016, lalu.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Sumedang AKP Dedi Juhana membenarkan informasi ini.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris di Merauke, Polisi: Mau Taruh Bom di Tempat Ibadah

"Ya, yang bersangkutan adalah mantan terpidana teroris. Meninggal Senin malam dan langsung dimakamkan di TPU sekitar rumahnya di Cimalaka," ujar Dedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (22/6/2021) pagi.

Dedi menuturkan, pemakaman almarhum Dadang yang meninggal akibat Covid-19 dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan tidak terjadi penolakan dari warga.

"Pemakaman berjalan lancar dan tidak ada penolakan dari setempat," tutur Dedi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Soal RSUD Sumedang Tak Terima Pasien Umum, Ini Jawaban Satgas Covid-19

Sementara itu, Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri mengatakan, Dadang dinyatakan positif Covid-19 hasil PCR.

Dadang masuk dan dirawat di RSUD Sumedang sejak 20 Juni 2021, sekitar pukul 14.21 WIB. Sehari berselang, tepatnya Senin (21/6/2021) malam sekitar pukul 22.35 WIB, Dadang meninggal dunia.

Baca juga: Provokasi Warga Terobos Penyekatan Mudik, Mantan Wakil Ketua FPI Terancam 5 Tahun Penjara

Kasus Covid-19 Sumedang meningkat pasca-Lebaran

Iwa menuturkan, dalam sehari kemarin, ada lima warga Sumedang yang meninggal akibat Covid-19.

Kelima warga tersebut masing-masing satu orang dari lima kecamatan. Terdiri dari Kecamatan Cimalaka, Sumedang Utara, Situraja, Pamulihan, dan Cimanggung.

"Pemakaman untuk lima jenazah terkonfirmasi Covid-19 ini dilaksanakan sesuai dengan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19, dan berjalan lancar. Tidak ada penolakan dari warga sekitar," ujar Iwa kepada Kompas.com melalui telepon.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Sosok Akidi Tio, Penyumbang Bantuan Rp 2 Triliun | Viral Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan

[POPULER NUSANTARA] Sosok Akidi Tio, Penyumbang Bantuan Rp 2 Triliun | Viral Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan

Regional
Terduga Pembunuh Ketua MUI Labura Ditangkap

Terduga Pembunuh Ketua MUI Labura Ditangkap

Regional
2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan, Danlanud Merauke Pastikan Proses Hukum Berjalan dan Janji Rawat Korban

2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan, Danlanud Merauke Pastikan Proses Hukum Berjalan dan Janji Rawat Korban

Regional
Cerita Dede, Susah Cari Penumpang Angkutan Umum Sejak PPKM, Kini Gunakan Pinjaman demi Bertahan Hidup

Cerita Dede, Susah Cari Penumpang Angkutan Umum Sejak PPKM, Kini Gunakan Pinjaman demi Bertahan Hidup

Regional
Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Regional
Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19  di Wonogiri

Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19 di Wonogiri

Regional
2 Oknum Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke,  Danlanud: Saya Minta Maaf

2 Oknum Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Danlanud: Saya Minta Maaf

Regional
Jokowi Berikan Sepeda Lipat untuk Vino, Bocah yang Yatim Piatu karena Covid-19

Jokowi Berikan Sepeda Lipat untuk Vino, Bocah yang Yatim Piatu karena Covid-19

Regional
Penganiaya Anak di Parkiran Mal Karawang Ditangkap, Ini Motif Pelaku

Penganiaya Anak di Parkiran Mal Karawang Ditangkap, Ini Motif Pelaku

Regional
Ruang ICU di Semua RS Rujukan Covid-19 Pekanbaru Sudah Penuh

Ruang ICU di Semua RS Rujukan Covid-19 Pekanbaru Sudah Penuh

Regional
Wali Kota Ambon dan Istri Diduga Tertular Covid-19 dari Sopir

Wali Kota Ambon dan Istri Diduga Tertular Covid-19 dari Sopir

Regional
Untuk Masyarakat Umum, Ini Cara Pendaftaran Vaksinasi di Kabupaten Garut

Untuk Masyarakat Umum, Ini Cara Pendaftaran Vaksinasi di Kabupaten Garut

Regional
Wali Kota Ambon, Istri, Anak dan ART-nya Positif Covid-19

Wali Kota Ambon, Istri, Anak dan ART-nya Positif Covid-19

Regional
Pos Penyekatan Diperketat, Sejumlah Kendaraan dari Luar Kota Kupang Harus Putar Balik

Pos Penyekatan Diperketat, Sejumlah Kendaraan dari Luar Kota Kupang Harus Putar Balik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X