Jadi Tersangka, 6 Orang yang Terlibat Bisnis Surat Rapid Antigen Palsu Terancam 6 Tahun Penjara

Kompas.com - 28/05/2021, 21:57 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

AMBON, KOMPAS.com- Enam warga yang terlibat dalam bisnis pemalsuan surat rapid test antigen dan GeNose di Maluku akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Jumat malam (28/5/2021).

“Baru  malam ini mereka ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via telepon seluler, Jumat malam

Keenam tersangka pemalsuan surat rapid antigen dan GeNose di Ambon itu adalah H (40) seorang PNS Puskesmas, R (26) dan M (38) pegawai Angkasa Pura Ambon.

Kemudian R (49) dan H (34) pegawai travel di Jalan AY Patty Ambon dan S (40) karyawan rental komputer.

Baca juga: PNS Puskesmas hingga Pegawai Angkasa Pura Terlibat dalam Pemalsuan Surat Rapid Test Antigen di Maluku

Terancam 6 tahun penjara

Ilustrasi penjaraKompas.com Ilustrasi penjara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Roem, keenam tersangka dijerat oleh penyidik Dirkrimum Polda Maluku dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan.

“Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang membuat surat keterangan palsu dengan ancaman ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” katanya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, keenam orang tersebut langsung ditahan di sel tahanan Polda Maluku.

“Malam ini juga mereka langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Baca juga: Sindikat Pemalsu Surat Rapid Antigen dan GeNose di Maluku Terbongkar, 6 Orang Ditangkap

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panen Lele Berujung Maut, 2 Orang Tewas Tertimpa Tembok, lalu Tenggelam di Kolam

Panen Lele Berujung Maut, 2 Orang Tewas Tertimpa Tembok, lalu Tenggelam di Kolam

Regional
Windy Raih Perunggu Olimpiade, Ridwan Kamil Siapkan Bonus Rp 300 Juta

Windy Raih Perunggu Olimpiade, Ridwan Kamil Siapkan Bonus Rp 300 Juta

Regional
Saksikan Penyaluran Bansos ke Seniman, Kang Emil Sebut Saat Ini Tidak Ada Pilihan Ideal

Saksikan Penyaluran Bansos ke Seniman, Kang Emil Sebut Saat Ini Tidak Ada Pilihan Ideal

Regional
Zona Merah Covid-19, Makassar dan Tana Toraja Terapkan PPKM Level 4 Mulai 26 Juli

Zona Merah Covid-19, Makassar dan Tana Toraja Terapkan PPKM Level 4 Mulai 26 Juli

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Juli 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Juli 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juli 2021

Regional
RSL Asrama Haji dan Rusunawa II Beroperasi, Walkot Maidi Harap BOR di Madiun Turun

RSL Asrama Haji dan Rusunawa II Beroperasi, Walkot Maidi Harap BOR di Madiun Turun

Regional
Cerita Pilu Bilal Meninggal Dalam Sunyi di Atas Becaknya, Mengeluh Sakit, Tenyata Positif Covid-19

Cerita Pilu Bilal Meninggal Dalam Sunyi di Atas Becaknya, Mengeluh Sakit, Tenyata Positif Covid-19

Regional
Minibus Pecah Ban Tabrak Pembatas Jalan Tol Cipularang, 2 Orang Tewas

Minibus Pecah Ban Tabrak Pembatas Jalan Tol Cipularang, 2 Orang Tewas

Regional
Cerita Bocah 3,5 Tahun Tewas di Tangan Ayah Kandung, Dipukul hingga Terhempas ke Dinding

Cerita Bocah 3,5 Tahun Tewas di Tangan Ayah Kandung, Dipukul hingga Terhempas ke Dinding

Regional
Agar Bisa Beroperasi 100 Persen, Ada Perusahaan di Karawang Berubah Jadi Sektor Kritikal

Agar Bisa Beroperasi 100 Persen, Ada Perusahaan di Karawang Berubah Jadi Sektor Kritikal

Regional
Seorang Balita Dipukuli Ayahnya hingga Tewas gara-gara Menangis Ingin Buang Air Kecil, Ini Ceritanya

Seorang Balita Dipukuli Ayahnya hingga Tewas gara-gara Menangis Ingin Buang Air Kecil, Ini Ceritanya

Regional
Pura-pura Jadi Polisi, Komplotan Ini Ternyata Incar Motor Korban, 2 Pelaku Ditangkap, 4 Buron

Pura-pura Jadi Polisi, Komplotan Ini Ternyata Incar Motor Korban, 2 Pelaku Ditangkap, 4 Buron

Regional
Buka 2.500 Hektar Lahan Suaka Margasatwa untuk Sawah, Pria Ini Ditangkap di Kontrakan

Buka 2.500 Hektar Lahan Suaka Margasatwa untuk Sawah, Pria Ini Ditangkap di Kontrakan

Regional
Masuk Kriteria PPKM Level 4, Satgas Covid-19 Nunukan Tunggu Arahan Kemendagri

Masuk Kriteria PPKM Level 4, Satgas Covid-19 Nunukan Tunggu Arahan Kemendagri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X