Hendak Lerai Keributan, Polisi Ini Justru Babak Belur Dikeroyok Anggota Ormas

Kompas.com - 23/05/2021, 16:49 WIB
Pengeroyokan. Tribunnews.comPengeroyokan.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib naas dialami anggota Polres Sumedang, Jawa Barat, bernama Bripka Yuyus Subhan.

Pasalnya, ia babak belur setelah dikeroyok anggota organisasi masyarakat (ormas) pada Rabu (19/5/2021) malam.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat korban mengetahui adanya keributan di lokasi pangkalan ojek di Dusun Sindangjaya, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Keroyok Seorang Pria, 9 Anggota Ormas Baru Tahu yang Dipukuli Ternyata Polisi

Saat itu, ada salah seorang pemilik warung bersitegang dengan oknum anggota ormas yang sedang mabuk.

Mengetahui hal itu, korban lalu menghampiri mereka dan berusaha untuk melerainya.

Namun, para pelaku justru tidak terima dengan tindakan korban dan langsung melakukan pengeroyokan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat anggota kami mencoba melerai dan meminta mereka semua pulang, mereka malah berbalik menyerang anggota kami," ujar Eko kepada Kompas.com melalui telepon, Minggu (23/5/2021).

Baca juga: Pemuda Tewas Dalam Kamar Kos di Surabaya Ternyata Korban Pengeroyokan, 2 Pelaku Ditangkap

Aksi pengeroyokan yang dilakukan para pelaku baru berhenti setelah mengetahui korbannya adalah anggota polisi. Saat itu, para pelaku baru membubarkan diri.

"Setelah tahu bahwa yang telah dipukulinya adalah anggota polisi, seluruh anggota ormas tersebut membubarkan diri," sebut Eko.

 

9 orang ditangkap

Ilustrasi penangkapan dua pelaku pembunuhanKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Ilustrasi penangkapan dua pelaku pembunuhan

Menindaklanjuti kasus pengeroyokan itu, polisi langsung melakukan pendalaman penyelidikan.

Beberapa hari setelah kejadian itu, 9 orang anggota ormas yang melakukan penganiayaan itu berhasil diamankan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, satu orang di antaranya diketahui positif menggunakan narkoba.

"Sembilan anggota ormas termasuk satu orang yang diketahui positif menggunakan narkotika itu sudah kami tangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka," sebut Eko.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Penembakan di Bangkalan, Korban Tewas dan Anggota DPRD Jadi Tersangka

Untuk mengusut kasus tersebut pihaknya berjanji tidak akan tebang pilih. Para anggota ormas yang terbukti terlibat akan diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami tidak akan tinggal diam, dan akan menindak tegas siapa saja yang terbukti membuat resah hingga melawan hukum," kata Eko.

Penulis : Kontributor Sumedang, Aam Aminullah | Editor : Pythag Kurniati



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Utang Tak Kunjung Dibayar, Pria di Ngawi Bacok Tetangga

Kesal Utang Tak Kunjung Dibayar, Pria di Ngawi Bacok Tetangga

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid-19

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid-19

Regional
Motor Dibawa Kabur Selingkuhan, Wanita Ini Ngaku ke Suami Dibegal, Buat Laporan Palsu lalu Ditangkap

Motor Dibawa Kabur Selingkuhan, Wanita Ini Ngaku ke Suami Dibegal, Buat Laporan Palsu lalu Ditangkap

Regional
Melihat Upacara Kematian Kepercayaan Marapu di Sumba: Jenazah Dikubur dengan Posisi Duduk (1)

Melihat Upacara Kematian Kepercayaan Marapu di Sumba: Jenazah Dikubur dengan Posisi Duduk (1)

Regional
Agen Tiket di Pelabuhan Nusantara Parepare Ikut Terdampak Gangguan Jaringan Internet

Agen Tiket di Pelabuhan Nusantara Parepare Ikut Terdampak Gangguan Jaringan Internet

Regional
Modus Baru Pelaku Penyelundupan, Pura-pura Jadi Wisatawan, lalu Sewa Kapal Mewah untuk Angkut 100 Kg Sabu

Modus Baru Pelaku Penyelundupan, Pura-pura Jadi Wisatawan, lalu Sewa Kapal Mewah untuk Angkut 100 Kg Sabu

Regional
Rampung Lebih Cepat, TNI-Polri Perbaiki Jembatan yang Rusak akibat Ulah KNPB di Maybrat Dalam Waktu 4 Hari

Rampung Lebih Cepat, TNI-Polri Perbaiki Jembatan yang Rusak akibat Ulah KNPB di Maybrat Dalam Waktu 4 Hari

Regional
Puluhan Peserta SKD CPNS di Gunungkidul Mangkir

Puluhan Peserta SKD CPNS di Gunungkidul Mangkir

Regional
Sekolah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta Belum Gelar PTM dalam Waktu Dekat

Sekolah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta Belum Gelar PTM dalam Waktu Dekat

Regional
Merapi Park dan Candi Ratu Boko Bakal Diuji Coba untuk Buka Kembali

Merapi Park dan Candi Ratu Boko Bakal Diuji Coba untuk Buka Kembali

Regional
Cap Tikus Asal Minahasa Selatan Diolah Jadi Wiski

Cap Tikus Asal Minahasa Selatan Diolah Jadi Wiski

Regional
Keraton Solo Beri Gelar “Kanjeng Pangeran Widura Nagara” ke Gibran, Ini Alasannya

Keraton Solo Beri Gelar “Kanjeng Pangeran Widura Nagara” ke Gibran, Ini Alasannya

Regional
Polisi Bongkar Makam DS, Kakak Bocah 6 Tahun Korban Ilmu Hitam di Gowa

Polisi Bongkar Makam DS, Kakak Bocah 6 Tahun Korban Ilmu Hitam di Gowa

Regional
Ratusan Atlet Asal Semarang Akan Perkuat Kontingen Jateng di PON XX Papua

Ratusan Atlet Asal Semarang Akan Perkuat Kontingen Jateng di PON XX Papua

Regional
Polisi Usut Kasus Gowes Wali Kota Malang ke Pantai Saat PPKM, Pemkot Janji Ikuti Proses Hukum

Polisi Usut Kasus Gowes Wali Kota Malang ke Pantai Saat PPKM, Pemkot Janji Ikuti Proses Hukum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.